Sep 29, 2026
Nasional

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba, Berganti Nama KRI Sriwijaya

Setelah berlayar jauh dari perairan Italia sejak 24 Agustus 2026, kapal induk Giuseppe Garibaldi akhirnya merapat di Tanah Air. Kedatangan kapal yang menja

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba, Berganti Nama KRI Sriwijaya

Setelah berlayar jauh dari perairan Italia sejak 24 Agustus 2026, kapal induk Giuseppe Garibaldi akhirnya merapat di Tanah Air. Kedatangan kapal yang menjadi tonggak sejarah bagi TNI Angkatan Laut ini disambut sebagai babak baru kekuatan maritim Indonesia. Namun di balik megahnya lambung baja raksasa itu, tersimpan ironi menarik: Indonesia mengadopsi nama seorang pahlawan penyatuan Italia, lalu menggantinya dengan nama kejayaan maritim Nusantara—KRI Sriwijaya.

Perubahan nama ini bukan sekadar seremonial. Ia menandai pergeseran identitas dari simbol warisan Eropa menjadi simbol kebangkitan armada laut Indonesia. Publik pun ramai mempertanyakan siapa sebenarnya sosok Giuseppe Garibaldi, hingga namanya sempat melekat pada kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia.

Siapa Giuseppe Garibaldi?

Giuseppe Garibaldi adalah tokoh kunci dalam proses penyatuan Italia pada abad ke-19. Lahir di Nice, Prancis, pada 1807, ia dikenal sebagai patriot, revolusioner, dan jenderal yang mengabdikan hidupnya untuk mempersatukan wilayah-wilayah Italia yang terpecah belah. Bersama pasukan sukarelawan yang dikenal sebagai I Mille atau "Seribu Pasukan", Garibaldi memimpin ekspedisi legendaris ke Sisilia dan Napoli pada 1860.

Ekspedisi itu berhasil menggulingkan kekuasaan Bourbon di Italia selatan dan membuka jalan bagi berdirinya Kerajaan Italia pada 1861. Karena jasanya, Garibaldi dijuluki sebagai "Pahlawan Dua Dunia"—sebuah gelar yang mencerminkan pengaruhnya tidak hanya di Eropa, tetapi juga di Amerika Selatan, tempat ia pernah berjuang membela kemerdekaan Uruguay dan Brasil.

"Garibaldi bukan hanya jenderal. Ia adalah simbol perlawanan rakyat terhadap penindasan dan simbol persatuan yang lahir dari bawah," ujar seorang pengamat sejarah maritim saat dihubungi Beritadua.com.

Dari Garibaldi ke Sriwijaya

Keputusan mengganti nama kapal menjadi KRI Sriwijaya dinilai sarat makna strategis. Sriwijaya merupakan kerajaan maritim besar Nusantara yang pada abad ke-7 hingga ke-13 menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Jawa. Nama itu merepresentasikan kejayaan laut yang pernah dimiliki Indonesia jauh sebelum era kolonial.

Berikut sejumlah poin kunci terkait kedatangan kapal induk pertama Indonesia ini:

  • Kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia, sebelumnya bernama Giuseppe Garibaldi.
  • Berlayar dari Italia sejak 24 Agustus 2026 menuju perairan Indonesia.
  • Berganti nama menjadi KRI Sriwijaya, merujuk kerajaan maritim Nusantara.
  • Kehadirannya menandai lompatan kapasitas pertahanan laut nasional.
  • Nama asal diambil dari tokoh penyatuan Italia, Giuseppe Garibaldi.

Impresi dan Tantangan ke Depan

Kehadiran kapal induk ini memunculkan harapan sekaligus tantangan. Harapan datang dari potensi penguatan kemampuan proyeksi laut dan operasi bantuan bencana. Tantangan muncul dari kebutuhan anggaran perawatan, pelatihan kru, serta integrasi teknologi dengan armada yang sudah ada.

Sejumlah analis pertahanan menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri. Tanpa dukungan ekosistem tersebut, kapal induk berpotensi menjadi beban operasional ketimbang kekuatan strategis. Wacana perubahan nama pun dipandang sebagai langkah simbolik untuk membangun narasi kemandirian maritim.

"Nama Sriwijaya memberi pesan bahwa kita ingin kembali menjadi kekuatan laut yang disegani, bukan sekadar pembeli alutsista," kata seorang sumber di lingkungan pertahanan.

Dengan tiba di Tanah Air, Giuseppe Garibaldi kini memasuki babak baru sebagai KRI Sriwijaya. Sejarah nama lamanya tetap menarik untuk dikenang, tetapi masa depan kapal ini akan ditentukan oleh bagaimana Indonesia mengelolanya sebagai instrumen kedaulatan laut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User