JAKARTA — Kapal induk bekas Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi, resmi meninggalkan perairan Italia pada Senin, 24 Agustus 2026, dalam sebuah pelayaran trans-benua menuju Indonesia. Kapal induk tersebut dijadwalkan tiba di perairan tanah air sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia yang jatuh pada 5 Oktober mendatang.
Keberangkatan kapal induk ini menjadi momen historis baru bagi kemiliteran nasional. Pasalnya, Indonesia akan menjadi salah satu dari sedikit negara di kawasan Asia Tenggara yang mengoperasikan kapal dengan kelas flattop sebesar itu. Kehadiran Giuseppe Garibaldi diperkirakan memperkuat postur pertahanan maritim Indonesia yang terus dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir.
Pelayaran Trans-Benua Ribuan Mil
Perjalanan kapal induk tersebut tidaklah singkat. Dari pelabuhan asal di Italia, Giuseppe Garibaldi harus menempuh ribuan mil laut melintasi Laut Mediterania, Terusan Suez, Laut Merah, Teluk Aden, Samudra Hindia, hingga akhirnya memasuki perairan Nusantara. Estimasi waktu tempuh berkisar antara empat hingga enam pekan, bergantung pada kondisi cuaca dan jadwal pengisian bahan bakar di sejumlah pelabuhan transit.
"Kapal ini direncanakan tiba sebelum HUT TNI ke-81. Seluruh persiapan teknis maupun administratif telah dilakukan agar proses serah terima dapat berjalan lancar," ujar sejumlah sumber yang dekat dengan proses akuisisi alutsista tersebut.
Selama pelayaran, kapal dikawal oleh personel yang telah menjalani proses penyerahan awak dari pihak Italia. Awak kapal Indonesia sendiri diduga telah lama menjalani pelatihan intensif di Italia untuk memahami karakteristik operasional kapal induk berbobot lebih dari 13 ribu ton ini.
Jejak Sang Veteran Laut Mediterania
Giuseppe Garibaldi bukanlah kapal sembarang. Ia merupakan kapal induk pertama yang dimiliki Marina Militare, angkatan laut Italia, dan telah mengabdi selama hampir empat dekade. Berikut sejumlah fakta kunci tentang kapal legendaris ini:
- Diresmikan pada tahun 1985 sebagai kapal induk pertama Italia pasca-Perang Dunia II.
- Panjang mencapai sekitar 180 meter dengan bobot mati penuh lebih dari 13 ribu ton.
- Dirancang membawa pesawat tempur VTOL seperti Harrier, helikopter anti-kapal selam, hingga fungsi komando amfibi.
- Pernah berpartisipasi dalam berbagai operasi internasional, termasuk misi di kawasan Balkan dan kontribusi dalam operasi koalisi di Afghanistan.
- Dipensiunkan dari dinas aktif Angkatan Laut Italia pada 2024 sebelum akhirnya dialihkan ke Indonesia.
Meski usianya sudah cukup tua, para pengamat militer menilai kapal ini masih menyimpan nilai strategis yang tinggi. Struktur lambungnya yang kokoh, sistem propulsi bertenaga gabungan, serta dek penerbangan yang luas membuatnya tetap relevan sebagai platform serbaguna—mulai dari operasi udara- laut, bantuan kemanusiaan, evakuasi bencana, hingga pengamanan wilayah kepulauan yang sangat luas seperti Indonesia.
"Ini simbol bahwa Indonesia serius membangun kekuatan laut biru. Kapal semacam ini bisa menjadi game changer bagi postur TNI AL di timur maupun barat Indonesia," ungkap seorang pengamat pertahanan.
Langkah Strategis Modernisasi Alutsista
Akuisisi Giuseppe Garibaldi tidak dapat dilepaskan dari agenda modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI yang digencarkan pemerintah. Dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia dan lebih dari 17 ribu pulau yang harus dijaga, Indonesia membutuhkan platform-platform besar yang mampu menjadi penghubung komando sekaligus pangkalan udara terapung di tengah laut.
Kehadiran kapal induk juga membuka peluang transfer pengetahuan bagi industri pertahanan dalam negeri. Pengalaman merawat dan mengoperasikan kapal kelas berat ini diyakini akan menjadi modal berharga ketika program pembangunan kapal induk domestically mulai dirintis di masa depan.
Setibanya di Indonesia nanti, kapal ini diproyeksikan disambut dalam upacara militer dan akan berlabuh di salah satu pangkalan utama TNI Angkatan Laut. Proses adaptasi, sertifikasi keselamatan, serta integrasi sistem senjata dan radar akan menjadi agenda lanjutan sebelum kapal benar-benar ditugaskan secara penuh dalam armada tempur nasional.
Kini, mata publik tertuju pada layarnya yang menjulang di tengah samudra. Pelayaran Giuseppe Garibaldi bukan sekadar perpindahan sebuah kapal veteran—melainkan babak baru dalam kisah panjang penguatan pertahanan negara kepulauan terbesar di dunia.
[SOCIAL_TWEET]: Kapal induk eks-Italia Giuseppe Garibaldi resmi berlayar menuju Indonesia! Dijadwalkan tiba sebelum HUT TNI ke-81. Simak detailnya di Beritadua.com #TNI #KapalInduk[SOCIAL_TG]: 🚢 BREAKING: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Berlayar dari Italia Menuju Indonesia — Kapal induk eks-Angkatan Laut Italia berangkat 24 Agustus 2026 dan ditargetkan tiba sebelum HUT TNI ke-81. Detail lengkap di Beritadua.com.
Comments (0)