KAI Catat Lonjakan Penumpang di 5 Rute Kereta Sumatera
PT Kereta Api Indonesia (KAI) baru-baru ini mengumumkan capaian signifikan pada sektor angkutan penumpang di Pulau Sumatera. Berdasarkan data operasional yang dirilis, terjadi kenaikan jumlah penumpan...
PT Kereta Api Indonesia (KAI) baru-baru ini mengumumkan capaian signifikan pada sektor angkutan penumpang di Pulau Sumatera. Berdasarkan data operasional yang dirilis, terjadi kenaikan jumlah penumpang yang cukup tinggi pada lima rute kereta api utama yang membentang di tiga provinsi, yaitu Lampung, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Rute-rute tersebut dikenal memiliki jalur terpanjang di pulau ini, menghubungkan pusat-pusat ekonomi dan permukiman padat. Kenaikan ini menjadi indikator menguatnya kembali minat masyarakat terhadap moda transportasi massal yang aman dan efisien setelah periode penurunan akibat pandemi beberapa tahun lalu.
Dalam penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa kelima rute yang dimaksud merupakan tulang punggung konektivitas kereta api di Sumatera. Di Divisi Regional III Sumatera Selatan dan Lampung, rute andalan seperti Kertapati–Tanjungkarang serta Kertapati–Lubuklinggau mencatat peningkatan volume penumpang yang konsisten. Sementara di Divisi Regional I Sumatera Utara, rute Medan–Tebing Tinggi, Medan–Rantau Prapat, dan Medan–Siantar menjadi penyumbang utama kenaikan. Seluruh rute ini melayani perjalanan antarkota jarak menengah hingga jauh, dengan waktu tempuh yang bersaing dengan moda jalan raya. Keunggulan kereta api dari sisi keselamatan, ketepatan waktu, dan tarif yang terjangkau menjadi daya tarik tersendiri.
Rincian Kenaikan dan Data Penumpang
Meskipun PT KAI belum merilis angka persis secara terperinci, sumber internal menyebutkan bahwa secara agregat, kenaikan penumpang pada lima rute tersebut mencapai 17,2 persen secara year-on-year pada kuartal pertama 2025. Total penumpang yang terlayani di seluruh rute Sumatera sepanjang periode tersebut tercatat lebih dari 2,8 juta orang, naik dari 2,39 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rute Kertapati–Tanjungkarang misalnya, mencatat okupansi rata-rata di atas 85 persen, didorong oleh perjalanan bisnis dan wisata antara Sumatera Selatan dan Lampung. Sementara itu, rute Medan–Tebing Tinggi yang merupakan segmen tersibuk di Sumatera Utara melayani hingga 12 ribu penumpang per hari pada akhir pekan tertentu, melampaui kapasitas normal yang berkisar 10 ribu kursi.
Faktor Pendorong Kenaikan
Di satu sisi, peningkatan ini didorong oleh faktor eksternal seperti pemulihan ekonomi nasional yang mendorong mobilitas penduduk. Aktivitas perdagangan dan jasa di kota-kota besar Sumatera seperti Bandar Lampung, Palembang, dan Medan kembali menggeliat, sehingga kebutuhan perjalanan antarkota meningkat. Di sisi lain, PT KAI secara internal telah melakukan sejumlah penyempurnaan layanan. Pembaruan armada kereta penumpang, khususnya pada kelas ekonomi, dengan tempat duduk yang lebih ergonomis dan pendingin udara yang optimal, memberikan kenyamanan lebih. Selain itu, jadwal perjalanan yang lebih padat dan tepat waktu menjadi faktor penarik bagi konsumen yang sebelumnya mengandalkan bus atau kendaraan pribadi.
Implikasi bagi Transportasi dan Ekonomi Regional
Kenaikan volume penumpang kereta api di Sumatera tidak bisa dilepaskan dari kondisi infrastruktur jalan yang seringkali dilanda kemacetan dan kerusakan di beberapa titik. Dengan menggunakan kereta, waktu tempuh menjadi lebih pasti. Hal ini berdampak positif pada efisiensi logistik manusia, yang pada akhirnya mendorong produktivitas ekonomi. Para pelaku usaha kecil dan menengah yang sering bepergian untuk urusan dagang mengaku terbantu dengan konektivitas kereta yang semakin baik. Lebih jauh, peningkatan penumpang ini berpotensi memperkuat posisi KAI dalam mengembangkan jalur-jalur baru di Sumatera, termasuk rencana elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda di lintas utama.
Strategi KAI Tingkatkan Layanan dan Kapasitas
Menyikapi tren positif tersebut, PT KAI berencana menambah frekuensi perjalanan pada rute-rute padat serta membuka rute-rute feeder yang menghubungkan stasiun-stasiun kecil dengan jalur utama. Digitalisasi layanan melalui aplikasi KAI Access juga terus dikembangkan, memudahkan calon penumpang dalam pemesanan tiket, pemilihan kursi, hingga pembatalan. Program loyalitas seperti potongan harga untuk pembelian kelompok dan tiket musiman diharapkan semakin mendongkrak jumlah pengguna. Dari sisi armada, KAI tengah menyiapkan rangkaian kereta dengan kapasitas lebih besar untuk lintas Sumatera, dengan target peningkatan kapasitas angkut hingga 20 persen pada akhir 2026.
Dengan konsistensi peningkatan layanan dan dukungan pemerintah dalam pengembangan infrastruktur perkeretaapian, PT KAI optimistis tren kenaikan penumpang pada lima rute andalan ini akan berlanjut. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat Sumatera untuk mobilitas yang handal dan berkelanjutan.
Baca juga:
Comments (0)