Sep 09, 2026
Nasional

JAKARTA — Seskab Teddy Bagikan Nomor WA Gus Iqdam Dipastikan Hoaks

JAKARTA — Sebuah gelombang disinformasi digital kembali menyasar jajaran pejabat tinggi negara dan tokoh agama ternama di Indonesia. Hasil penelusuran mend

JAKARTA — Seskab Teddy Bagikan Nomor WA Gus Iqdam Dipastikan Hoaks

JAKARTA — Sebuah gelombang disinformasi digital kembali menyasar jajaran pejabat tinggi negara dan tokoh agama ternama di Indonesia. Hasil penelusuran mendalam mendapati beredarnya sebuah unggahan video manipulatif di platform media sosial yang mengklaim Sekretaris Kabinet (Seskab) Major Teddy Indra Wijaya membagikan nomor WhatsApp pendakwah kondang Muhammad Iqdam Kholid, atau yang akrab disapa Gus Iqdam, demi membagikan bantuan sosial kepada masyarakat.

Unggahan yang menyebar secara masif di platform Facebook tersebut menampilkan rekaan visual Seskab Teddy yang seolah-olah mengajak pemirsa menghubungi nomor seluler tertentu agar bisa memperoleh dana bantuan tunai. Namun, berdasarkan analisis forensik digital dan proses verifikasi fakta, rekam jejak audio serta visual dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) berbasis deepfake.

Modus Kejahatan Siber Memanfaatkan Figur Publik

Tim investigasi mencatat bahwa skenario penipuan digital ini dirancang secara sistematis dengan mengeksploitasi popularitas dua tokoh berpengaruh. Sosok Seskab Teddy yang dikenal luas oleh publik sejak menjadi ajudan presiden hingga memimpin Sekretariat Kabinet disandingkan dengan figur Gus Iqdam, pengasuh Majelis Ta'lim Sabilu Taubah yang memiliki jutaan pengikut di berbagai daerah.

Dalam narasi video yang direkayasa tersebut, pelaku menyisipkan nomor kontak WhatsApp pribadi dan mengiming-imingi penonton dengan janji pencairan dana bantuan dalam jumlah besar tanpa persyaratan rumit. Warga yang terkecoh diarah untuk mengklik tautan tak dikenal atau mengirimkan identitas diri yang berpotensi menyulut aksi pencurian data pribadi (phishing).

"Ini merupakan bentuk modus kejahatan siber yang semakin canggih. Para pelaku kejahatan sengaja memanfaatkan figur pejabat negara dan penceramah populer untuk membangun kepercayaan instan, lalu mengeruk keuntungan pribadi melalui manipulasi psikologis dan penipuan finansial," ujar peneliti literasi digital.

Hasil Penelusuran dan Rekam Jejak Visual

Berdasarkan pemeriksaan komparatif terhadap arsip dokumentasi resmi, video asli yang dicomot oleh pelaku kejahatan sama sekali tidak berkaitan dengan bagi-bagi nomor kontak maupun program bantuan sosial. Audio asli dalam video penerbitan kegiatan kedinasan tersebut telah dipotong dan ditimpa (overlaid) dengan suara sintetis buatan komputer yang menirukan intonasi bicara Seskab Teddy.

Berikut adalah beberapa faktor kunci yang membuktikan bahwa unggahan tersebut merupakan rekayasa bohong:

  • Ketidaksesuaian Artikulasi (Desinkronisasi): Gerak bibir narasumber dalam video tidak seirama dengan intonasi audio buatan yang terdengar.
  • Eksploitasi Faktor Ekonomi: Menggunakan janji bantuan uang tunai langsung cair untuk memancing korban dalam situasi rentan.
  • Penyalahgunaan Identitas Lembaga: Mengatasnamakan institusi Sekretariat Kabinet dan tokoh agama tanpa izin atau legitimasi resmi.

Imbauan Kewaspadaan Digital

Pemerintah mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa waspada dan tidak mudah tergiur oleh narasi pembagian bantuan finansial yang beredar di akun-akun tidak resmi. Institusi resmi pemerintah maupun lembaga keagamaan tidak pernah mengondisikan penyaluran bantuan publik melalui nomor pribadi WhatsApp atau akun media sosial perorangan.

Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi silang (cross-check) terhadap setiap informasi yang mencurigakan melalui portal cek fakta tepercaya sebelum membagikan ulang pesan tersebut. Kecermatan publik dalam menyaring informasi menjadi benteng utama untuk memutus mata rantai penyebaran hoaks di era digital saat ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User