Jakarta — RANS Entertainment Resmi Mencatatkan Saham Perdana di BEI
Lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) bergemuruh oleh tepuk tangan dan sorak sorai pada Jumat pagi, 10 Juli 2026. Bukan tanpa alasan, pagi itu menjadi saksi se
Lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) bergemuruh oleh tepuk tangan dan sorak sorai pada Jumat pagi, 10 Juli 2026. Bukan tanpa alasan, pagi itu menjadi saksi sejarah ketika PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdananya dengan kode saham RANS. Pendiri sekaligus wajah utama perusahaan, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, tampak hadir langsung dengan balutan busana serba putih, menyaksikan layar digital yang menampilkan pergerakan harga saham pada pukul 09.00 WIB. Momen yang telah dinanti selama lebih dari satu dekade itu akhirnya terwujud, menandai babak baru bagi kerajaan bisnis hiburan yang mereka bangun dari nol.
“Ini bukan sekadar pencatatan saham, ini adalah penegasan bahwa mimpi anak muda Indonesia bisa bernilai triliunan rupiah,” ujar Raffi Ahmad dengan suara bergetar, sesaat setelah menekan tombol sirene pembukaan perdagangan. Kalimat itu sontak memantik tepuk tangan meriah dari para tamu undangan, mitra, dan keluarga yang memadati Main Hall BEI. Sementara itu, Nagita Slavina tak kuasa menahan air mata haru. Ia menggenggam erat tangan sang suami, seakan mengisyaratkan bahwa perjalanan panjang penuh liku itu telah menemui muaranya.
Perjalanan Panjang Menuju Lantai Bursa
Berdiri pada tahun 2015 sebagai kanal YouTube sederhana bertajuk “RANS Entertainment”, siapa sangka inisiatif iseng pasangan selebritas ini menjelma menjadi ekosistem bisnis terintegrasi. Awalnya hanya berisi vlog keseharian keluarga, kini RANS telah bertransformasi menjadi perusahaan induk yang membawahi lebih dari 15 lini usaha, mulai dari produksi konten digital, manajemen artis, licensing, kuliner, hingga liga sepak bola profesional. Valuasi perusahaan saat IPO menembus angka Rp12,4 triliun, menempatkannya sebagai salah satu emiten sektor hiburan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Asia Tenggara.
Tak banyak yang tahu, di balik kilaunya angka fantastis itu, RANS sempat beberapa kali berada di ujung tanduk. Fluktuasi pendapatan iklan digital pada tahun-tahun awal dan pandemi yang sempat menghantam bisnis offline mereka nyaris membuat RANS memangkas separuh karyawannya. Namun, keputusan untuk terus berekspansi ke sektor olahraga dan makanan justru menjadi penyelamat. “Kami belajar bahwa konten bisa viral hari ini dan terlupakan besok. Itu kenapa kami perlu fondasi bisnis yang lebih kokoh,” kenang Raffi Ahmad dalam sesi wawancara khusus seusai seremoni.
“Kami tidak mau hanya jadi TV-nya sendiri. Kami ingin menjadi infrastruktur hiburan yang menghubungkan kreator, merek, dan penggemar di seluruh Indonesia dan Asia. IPO ini adalah batu loncatan.” — Raffi Ahmad, Presiden Direktur RANS Entertainment
Detail Penawaran dan Minat Investor
Dalam aksi korporasi ini, RANS melepas sebanyak 2,1 miliar lembar saham atau setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran Rp1.350 per saham. Dengan demikian, total dana segar yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,83 triliun. Proses bookbuilding sebelumnya mencatat kelebihan permintaan hingga 8,7 kali, sinyal kuat bahwa investor ritel maupun institusi menaruh kepercayaan tinggi pada model bisnis yang mengawinkan hiburan dan teknologi ini. Menariknya, porsi pooling investor milenial dan Gen Z mendominasi hingga 62%, menunjukkan bahwa sosok RANS memang begitu lekat dengan generasi digital.
“Ini jadi bukti bahwa influencer economy bukan lagi tren sesaat. Ketika dikelola secara profesional, ia bisa menjadi aset produktif jangka panjang,” komentar analis senior dari salah satu sekuritas terkemuka yang turut menjadi penjamin pelaksana emisi. Ia menambahkan, “RANS adalah yang pertama dari ekosistem kreator konten Indonesia yang berhasil melompat ke papan utama bursa. Ini akan membuka jalan bagi perusahaan serupa.”
Rencana Ekspansi dan Penggunaan Dana IPO
Lantas, ke mana aliran dana jumbo ini akan bermuara? Manajemen RANS telah merinci alokasi penggunaan dana hasil IPO. Sekitar 40% akan diarahkan untuk akuisisi perusahaan teknologi hiburan di Thailand dan Filipina guna memperkuat cengkeraman pasar Asia Tenggara. Sebanyak 35% dialokasikan untuk pembangunan RANS Creative Hub, sebuah pusat produksi konten terpadu seluas 5 hektare di kawasan Lembang, Jawa Barat, yang digadang-gadang sebagai Silicon Valley-nya industri kreatif Indonesia. Sisanya untuk modal kerja dan pengembangan platform metaverse RANSverse yang sudah menjalani uji coba tertutup sejak awal 2026.
“Kami ingin menciptakan holistic entertainment experience. Bukan hanya menonton, tapi penggemar bisa terlibat langsung, memiliki digital asset, bahkan ikut menentukan alur cerita konten favorit mereka,” jelas Nagita Slavina, yang menjabat sebagai Chief Creative Officer. Matanya berbinar saat menceritakan proyek ambisius tersebut. Di akhir sesi, ia menambahkan dengan nada penuh keyakinan, “Banyak yang mengira kami hanya jualan ketenaran. Hari ini kami buktikan, kami juga jualan masa depan.”
Pesan untuk Generasi Muda dan Pekerja Kreatif
Di tengah hingar bingar seremoni, Raffi Ahmad menyelipkan pesan yang justru menjadi sorotan banyak media. Ia menegaskan bahwa IPO ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar. “Dulu saya sering dibilang you are just a YouTuber. Sekarang, look at us. Tapi jangan berhenti sampai di sini. Anak-anak muda di luar sana harus tahu, tidak ada mimpi yang terlalu besar selama kita mau bekerja keras, disiplin, dan rendah hati,” tegasnya. Pesan ini diamini oleh Direktur Utama BEI yang dalam sambutannya menyebut RANS sebagai representasi wajah baru ekonomi Indonesia yang digerakkan oleh kreativitas dan inovasi.
Kini, setelah bel penutupan perdagangan hari pertama dibunyikan, saham RANS bertengger di level Rp1.580, menguat 17% dari harga penawaran. Angka ini menjadi kado manis penuh makna: bahwa konten yang lahir dari kamar tidur keluarga muda di Jakarta Selatan, kini telah menjadi komoditas investasi yang diperhitungkan di negeri ini. Perjalanan baru saja dimulai, dan mata publik akan terus mengawal sejauh mana RANS mampu menjaga ritme pertumbuhannya di tengah ketatnya persaingan industri hiburan global.
[SOCIAL_TWEET]: 🚀 Sah! RANS Entertainment resmi melantai di BEI dengan kode $RANS, harga IPO Rp1.350 melesat 17% di hari pertama. Raffi Ahmad & Nagita Slavina buktikan mimpi anak muda bisa bernilai triliunan. Selamat, @RANSEntertain! #RANSIPO #PasarModalIndonesia #EkonomiKreatif [SOCIAL_TG]: 📈 RANS Entertainment Resmi IPO! Kode: RANS | Harga: Rp1.350 | Dana terhimpun: Rp2,83T Porsi investor milenial & Gen Z: 62% Rencana: Ekspansi ke Thailand & Filipina, bangun pusat kreatif di Lembang, dan metaverse RANSverse. Saham ditutup menguat 17% di hari pertama. Apakah ini awal dari dominasi emiten kreatif di BEI?
Comments (0)