Sep 17, 2026
Nasional

JAKARTA — Pramono Anung Siapkan Taman Vertikal Respons Arahan Presiden Prabowo

Riuh deru roda baja yang menggesek rel kereta mengiringi langkah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat melintasi rute transit dari Stasiun Kelapa Gadin

JAKARTA — Pramono Anung Siapkan Taman Vertikal Respons Arahan Presiden Prabowo

Riuh deru roda baja yang menggesek rel kereta mengiringi langkah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat melintasi rute transit dari Stasiun Kelapa Gading menuju Stasiun Manggarai. Di balik kaca jendela kereta api perkotaan tersebut, terhampar pemandangan khas Jakarta: belantara beton yang kokoh namun gersang. Pemandangan kontras inilah yang kini menjadi fokus perhatian serius pemerintah daerah dan pusat dalam membenahi tata ruang ekologi ibu kota.

Langkah peninjauan lapangan tersebut bukan sekadar agenda rutin. Pramono Anung secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk merespons instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan penghijauan Jakarta. Mengingat keterbatasan lahan horizontal di kota berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa ini, Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah taktis dengan menyiapkan konsep vertical garden (taman vertikal) secara masif di berbagai infrastruktur publik.

Menjawab Instruksi Istana dari Lintasan Beton

Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercantik dan menyegarkan udara Jakarta direspons cepat oleh jajaran Balai Kota. Strategi memanfaatkan bidang vertikal dinilai sebagai solusi paling rasional ketimbang pembebasan lahan yang memakan waktu dan biaya fantastis. Tiang-tiang penyangga jalan layang, dinding stasiun, hingga pembatas jalan tol akan disulap menjadi kanvas hijau.

"Kami menangkap pesan Presiden dengan sangat jelas. Jakarta harus kembali asri. Karena lahan datar sudah sangat terbatas, maka dinding-dinding beton, tiang flyover, dan jalur transportasi terpadu akan kita tanami tanaman hijau melalui teknologi taman vertikal," tegas Pramono Anung di sela-sela peninjauannya.

Rencana penataan ini menyasar kawasan-kawasan krusial yang selama ini didominasi oleh polusi kendaraan, seperti koridor lintasan Manggarai hingga Kelapa Gading. Pemprov DKI berencana menggandeng berbagai pihak swasta melalui skema Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) serta mengalokasikan anggaran khusus penataan lingkungan pada tahun anggaran mendatang.

Tantangan Ekologi dan Realitas Beton Jakarta

Pengamat tata kota menilai bahwa langkah menerapkan taman vertikal memiliki dampak psikologis dan visual yang signifikan bagi masyarakat pengguna transportasi umum. Kendati demikian, tantangan terbesar terletak pada aspek efisiensi biaya dan keberlanjutan pemeliharaan. "Taman vertikal bukanlah sekadar menempel tanaman di dinding, melainkan membutuhkan teknologi irigasi presisi dan perawatan berkala agar tidak mati dalam hitungan bulan," ujar pakar lanskap perkotaan.

Berikut adalah perbandingan analitis antara konsep taman konvensional dan taman vertikal dalam konteks tata ruang Jakarta:

Parameter Analisis Taman Konvensional Taman Vertikal (Vertical Garden)
Kebutuhan Lahan Horizontal Sangat Tinggi (Membutuhkan tanah lapang) Efisiensi Maksimal (Memanfaatkan dinding/tiang)
Biaya Instalasi & Irigasi Relatif Rendah hingga Sedang Lebih Tinggi (Perlunya sistem drip irrigation)
Reduksi Polusi & Penyerapan Panas Sangat Tinggi (Akar & Tajuk Pohon) Fokus Mikro (Penyerapan debu dan mikro-klimat)

Skema Keberlanjutan dan Target Emisi Rendah

Gubernur Pramono menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar pencitraan estetika kota, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk mereduksi efek urban heat island yang membuat suhu Jakarta semakin menyengat. Jenis tanaman yang dipilih pun tidak sembarangan; tanaman yang memiliki ketahanan tinggi terhadap paparan asap knalpot dan minim perawatan menjadi prioritas utama.

Dengan mengintegrasikan penataan taman vertikal di sepanjang jalur transportasi massa seperti LRT dan KRL, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat menciptakan kenyamanan visual bagi para penglaju sekaligus mendorong integrasi kawasan berkonsep Transit-Oriented Development (TOD) yang berwawasan lingkungan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bergerak cepat merespons instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menghijaukan Jakarta. Keterbatasan lahan horizontal disiasati dengan memanfaatkan tiang flyover dan dinding fasilitas publik sebagai vertical garden. Baca selengkapnya di Beritadua.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User