Sep 14, 2026
Nasional

JAKARTA — BPOM Perketat Pengawasan Kosmetik Bermerkuri yang Marak Beredar

Di balik kilau kemasan menarik dan janji manis mencerahkan kulit dalam hitungan hari, bahaya laten membayangi jutaan konsumen di Indonesia. Pasar gelap kos

JAKARTA — BPOM Perketat Pengawasan Kosmetik Bermerkuri yang Marak Beredar

Di balik kilau kemasan menarik dan janji manis mencerahkan kulit dalam hitungan hari, bahaya laten membayangi jutaan konsumen di Indonesia. Pasar gelap kosmetik kini kian lihai menyamarkan produk berbahaya yang mengandung bahan kimia beracun, terutama merkuri (air raksa). Hasil penelusuran mendalam menunjukkan bahwa iming-iming hasil serba instan sering kali membuat pembeli mengabaikan aspek keamanan, tanpa menyadari bahwa setiap olesan krim tersebut menyuntikkan racun logam berat secara perlahan ke dalam tubuh mereka.

Jejak Logam Berat di Balik Klaim Instan

Praktik penjualan kosmetik ilegal berzat bahaya bukan lagi sekadar kasus pelanggaran izin edar biasa, melainkan ancaman kejahatan kesehatan masyarakat. Merkuri secara historis kerap dimanfaatkan produsen nakal karena kemahmampuannya menghambat pembentukan melanin, enzim yang memberi warna pada kulit. Akibatnya, kulit memang terlihat putih bersih dalam waktu relatif singkat—biasanya kurang dari dua minggu. Namun, proses pemutihan ini bekerja secara destruktif dengan cara mengikis lapisan epidermis secara tidak alami.

Berdasarkan data penindakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ribuan item kosmetik ilegal bermerkuri masih terus disita dari berbagai platform pasar digital dan toko kelontong. Senyawa kimia ini sangat membahayakan karena sifatnya yang mudah diserap melalui selaput lendir dan kulit, lalu mengendap di dalam organ vital tanpa bisa dikeluarkan dengan mudah oleh sistem metabolisme tubuh.

Parameter Kosmetik Aman (Terdaftar BPOM) Kosmetik Bermerkuri (Ilegal)
Tekstur Krim Halus, lembut, mudah menyerap Lengket, kasar, tidak merata/bergumpal
Warna Krim Wajar, putih netral atau pucat Mencolok (kuning terang/putih keperakan)
Aroma Wangi lembut atau tanpa parfum Menyengat untuk menutupi bau bau logam
Reaksi Kulit Bertahap, menutrisi kulit Instan, perih saat kena matahari, breakout saat lepas

Ancam Ginjal hingga Sistem Saraf Pusat

Dampak penggunaan merkuri tidak berhenti pada kerusakan estetika kulit semata. Dokter spesialis kulit dan kelamin menegaskan bahwa senyawa racun ini bekerja bak "bom waktu" bagi kesehatan organ dalam. Ketika masuk ke dalam aliran darah, racun ini menumpuk di organ ginjal, hati, serta jaringan otak.

"Penggunaan jangka panjang kosmetik bermerkuri dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal berupa gagal ginjal akut, serta gangguan saraf yang memicu tremor dan kecemasan ekstrem. Masyarakat harus paham bahwa tidak ada keindahan estetika yang sepadan dengan risiko kehilangan fungsi organ vital," tegas pakar dermatologi dalam wawancara mendalam.

Gejala awal keracunan merkuri sering kali tidak disadari. Pengguna biasanya merasakan efek terbakar saat terpapar sinar matahari, muncul ketidakseimbangan warna kulit (flek hitam yang semakin membesar), hingga ruam kemerahan yang terasa gatal berlebih saat pemakaian krim dihentikan.

Ciri Fisik dan Cara Mengenali Kosmetik Bermerkuri

Untuk melindungi diri dari bahaya terselubung ini, konsumen dituntut lebih jeli dalam mengidentifikasi wujud fisik produk. Para ahli farmasi dan otoritas kesehatan membagikan beberapa petunjuk penting yang dapat diteliti secara kasat mata:

  • Tekstur dan Warna Krim: Krim bermerkuri umumnya memiliki tekstur lengket, tidak merata (bergumpal), dan tampak mengkilap seperti minyak pekat. Warna krim sering kali mencolok, seperti kuning terang atau putih mengkilap berkeperakan.
  • Aroma Wangi Menyengat: Produsen biasanya menambahkan wewangian parfum berlebih untuk menyamarkan bau khas logam murni atau aroma kimia yang tajam.
  • Efek Ketergantungan dan Reaksi Alergi: Saat pemakaian dihentikan, kulit akan langsung tampak kusam, muncul jerawat parah (breakout), serta timbul sensasi perih hebat saat terkena debu atau sinar matahari.
  • Legalisasi dan Nomor BPOM Fiktif: Sebagian besar produk ini dijual tanpa menyantumkan komposisi bahan lengkap, identitas pabrik pembuat, atau menyertakan nomor izin edar BPOM palsu yang tidak terdaftar saat dicek secara daring.

Langkah Proteksi dan Konsumen Berdaya

Penyebaran kosmetik berbahaya di era digital memerlukan langkah cepat dan cerdas dari sisi konsumen. Penegakan hukum oleh otoritas berwenang harus diimbangi dengan kesadaran kritis masyarakat untuk tidak tergiur harga murah serta klaim berlebihan di media sosial.

Sebelum membeli produk perawatan diri, pastikan selalu menerapkan prinsip Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa). Konsumen dapat mengunduh aplikasi resmi BPOM Mobile untuk memverifikasi keabsahan nomor izin edar yang tertera pada kemasan dalam waktu hitungan detik. Jika menemukan produk mencurigakan, laporan langsung dapat dilayangkan ke otoritas resmi guna memutus mata rantai peredaran krim beracun di pasaran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User