Sep 14, 2026
Hukum

JAKARTA — Ari Dwipayana Rilis Dua Buku Transformasi Umat Hindu

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, resmi meluncurkan dua buku pemikiran strategis di Auditorium Perpustakaan Nasional (Pe

JAKARTA — Ari Dwipayana Rilis Dua Buku Transformasi Umat Hindu

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, resmi meluncurkan dua buku pemikiran strategis di Auditorium Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta. Langkah ini menjadi sorotan di tengah memuncaknya diskursus mengenai reposisi tradisi dan modernitas di tubuh kelembagaan umat Hindu Indonesia.

Dua karya intelektual yang diperkenalkan ke publik tersebut masing-masing bertajuk Tandur Taru Urip: Mengakar Kuat, Menjulang Tinggi serta Panca Kertha: Manifesto Pemikiran tentang Transformasi Parisadha Hindu Indonesia (PHDI). Peluncuran ini bukan sekadar seremoni literasi biasa, melainkan sebuah telaah kritis terhadap dinamika sosiologis dan kelembagaan keagamaan kontemporer.

Kronologi Peluncuran dan Dialektika Pemikiran

Berdasarkan pantauan reportase di lokasi, agenda peluncuran dan bedah buku berlangsung dinamis dengan urutan peristiwa sebagai berikut:

  1. Sesi Pembukaan dan Orasi Kunci: Ari Dwipayana memaparkan latar belakang kegelisahan intelektualnya mengenai tarik-menarik antara benturan modernitas dan kepatuhan pada nilai-nilai tradisi.
  2. Eksplorasi Konseptual 'Tandur Taru Urip': Pembahasan mendalam mengenai pentingnya integrasi sains modern, kebudayaan Nusantara, dan ajaran dharma.
  3. Pemaparan Manifesto 'Panca Kertha': Penegasan visi reformasi kelembagaan menuju suksesi kepengurusan dan arah kebijakan strategis organisasi keagamaan tingkat nasional.
"Buku ini merupakan kristalisasi kegelisahan saya terhadap apa yang terjadi, baik perdebatan sengit tentang kemajuan dan tradisi maupun pergulatan empirik yang nyata di tengah masyarakat dan umat Hindu saat ini," tegas Ari Dwipayana dalam forum dialog tersebut.

Sintesis Sains dan Kearifan Nusantara

Dalam naskah Tandur Taru Urip, Ari merangkum serangkaian orasi ilmiah yang membedah relasi dialektis antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan kebudayaan. Konsep pohon kehidupan (taru urip) dijadikan metafora sentral untuk menggambarkan manusia dan peradaban yang berdaya tahan tinggi.

Poin-poin fundamental yang diangkat dalam analisis tersebut mencakup:

  • Fondasi Nilai (Mengakar Kuat): Kebutuhan mutlak untuk bertumpu pada ajaran dharma, memori historis, serta kearifan lokal Nusantara tanpa terjebak romantisisme masa lalu yang regresif.
  • Adaptabilitas Masa Depan (Menjulang Tinggi): Keberanian membuka diri terhadap akselerasi sains, teknologi informasi, dan perubahan tatanan global.
"Mengakar kuat bukan berarti kita harus kembali secara kaku ke masa lalu. Sebaliknya, menjulang tinggi menyambut masa depan juga bukan berarti kita mencabut diri dari akar tradisi," imbuhnya.

Manifesto Menjelang Mahasabha XIII PHDI

Karya kedua, Panca Kertha, diposisikan secara terencana sebagai manifesto pembaharuan tata kelola organisasi menyongsong Mahasabha XIII PHDI yang dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 mendatang. Catatan kritis ini menyoroti perlunya dekonstruksi kultur organisasi keagamaan yang kerap terjebak pada perebutan posisi struktural.

Ari menggarisbawahi bahwa forum tertinggi pengambilan keputusan umat Hindu seharusnya difokuskan pada agenda transformasi substansial, bukan sekadar kompromi pragmatis penentuan figur kepemimpinan. Gagasan transformasi ini menuntut modernisasi birokrasi umat, penguatan advokasi sosial, serta peningkatan peran generasi muda lintas profesi dalam kepengurusan keagamaan masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User