Sep 13, 2026
Hukum

ISRAEL — Yair Netanyahu Dukung Klaim Argentina Atas Malvinas

Sebuah pesan singkat di platform media sosial X mendadak mengguncang panggung diplomasi internasional. Yair Netanyahu, putra sulung Perdana Menteri Israel

ISRAEL — Yair Netanyahu Dukung Klaim Argentina Atas Malvinas

Sebuah pesan singkat di platform media sosial X mendadak mengguncang panggung diplomasi internasional. Yair Netanyahu, putra sulung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kembali memicu kontroversi global dengan secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap kedaulatan Argentina atas Kepulauan Malvinas—wilayah sengketa yang dikuasai Inggris dan dikenal dunia internasional sebagai Falkland Islands.

Dalam unggahan terbarunya, Yair menuliskan pernyataan tegas: “¡Las Islas Malvinas pertenecen a Argentina!” (Kepulauan Malvinas milik Argentina!). Pernyataan ini meluncur di tengah memanasnya ketegangan antara Buenos Aires dan London terkait kegiatan eksplorasi serta eksploitasi hidrokarbon tanpa izin oleh pihak Inggris di kawasan Landas Kontinen Argentina.

Dinamika Diplomatik dan Retaliasi Geopolitik

Langkah Yair bukanlah sebuah kebetulan yang berdiri sendiri dalam percaturan politik global. Penelusuran mendalam menunjukkan adanya pola retaliasi diplomasi digital yang dilakukan oleh pemuda kelahiran 1991 tersebut. Sikap keras ini pertama kali mencuat secara intensif setelah pemerintah Britania Raya mengisyaratkan langkah diplomasi untuk mengakui kedaulatan Negara Palestina.

Sebagai bentuk perlawanan naratif, Yair memanfaatkan isu sensitif Malvinas untuk menekan pemerintah London. Baginya, klaim kedaulatan wilayah Atlantik Selatan tersebut menjadi senjata balik untuk menyerang kebijakan luar negeri Inggris yang dinilai merugikan posisi Tel Aviv di panggung dunia.

“Saya mengakui Kepulauan Malvinas sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Argentina!” tegas Yair dalam salah satu pernyataan publiknya yang sempat menggegerkan diplomat Barat.

Sikap politik Yair ini mendapat sambutan hangat di Buenos Aires, terutama di bawah pemerintahan Presiden Javier Milei yang dikenal memiliki kedekatan ideologis dan diplomatik yang sangat erat dengan Israel. Sebaliknya, di White Hall, London, pernyataan putra Perdana Menteri Israel tersebut memicu riak kekecewaan terselubung.

Aktor Negara Sikap atas Kedaulatan Malvinas Posisi Isu Palestina
Inggris (UK) Mengklaim sebagai Falkland Islands Mendukung solusi dua negara / Pengakuan bertahap
Argentina Klaim historis kedaulatan penuh (Malvinas) Cenderung netral / Sangat pro-Israel di era Milei
Israel (Faksi Yair) Mendukung klaim kedaulatan Argentina Menolak keras pengakuan negara Palestina

Profil Yair Netanyahu: Putra Mahkota yang Sarat Kontroversi

Lahir pada tahun 1991 dari pasangan Benjamin Netanyahu dan Sara Ben-Artzi, Yair Netanyahu bukanlah figur asing dalam panggung politik internal Israel. Setelah menyelesaikan studi di bidang Hubungan Internasional di Interdisciplinary Center (IDC) Herzliya, ia sempat mengabdi di unit pers tentara pertahanan Israel (IDF) dan kantor berita pemerintah.

Meski tidak memegang jabatan formal di kabinet sang ayah, Yair dikenal sebagai influencer politik kanan yang sangat berpengaruh. Media-media internasional sering menyebutnya sebagai "spokesman de facto" dari faksi konservatif Tel Aviv. Gaya komunikasinya yang lugas, agresif, dan tanpa filter di media sosial tak jarang menciptakan komplikasi diplomatik bagi Kementerian Luar Negeri Israel.

Ketegangan hidrokarbon di Samudra Atlantik Selatan kini menemukan katalis baru. Ketika eksploitasi minyak bumi oleh perusahaan-perusahaan Inggris di lepas pantai Malvinas terus diprotes keras oleh juru bicara luar negeri Argentina, hadirnya suara Yair Netanyahu mempertegas bahwa sengketa Malvinas bukan lagi sekadar urusan bilateral Argentina dan Inggris, melainkan telah terseret ke dalam pusaran geopolitik global yang saling bersilang kepentingan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User