Israel Serang Suriah dan Lebanon, Peringatkan Erdogan soal Petualangan Berbahaya

Ketegangan di Timur Tengah kembali menanjak tajam pada pekan ini. Israel melancarkan serangan udara di dua front sekaligus dalam hitungan hari: menghantam

Aug 21, 2026 - 20:42
0 0
Israel Serang Suriah dan Lebanon, Peringatkan Erdogan soal Petualangan Berbahaya

Ketegangan di Timur Tengah kembali menanjak tajam pada pekan ini. Israel melancarkan serangan udara di dua front sekaligus dalam hitungan hari: menghantam pangkalan udara di barat laut Suriah dan kembali menggempur kawasan selatan Lebanon. Tak hanya aksi militer, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz bahkan secara terbuka memperingatkan Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan agar tidak memperluas keterlibatan militer Ankara di Suriah, seraya menyebut langkah itu sebagai "petualangan berbahaya". Dua gelombang serangan yang nyaris bersamaan itu memicu kekhawatiran baru akan meluasnya konflik regional di luar jalur Gaza.

Serangan di Pangkalan Udara Abu al-Duhur, Suriah

Pada Selasa pekan ini, militer Israel menyerang pangkalan udara Abu al-Duhur yang terletak di barat laut Suriah. Serangan tersebut merusak fasilitas pangkalan, namun hingga kini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Israel mengklaim pangkalan itu tengah disiapkan untuk kedatangan pasukan Türkiye — klaim yang langsung dibantah tegas oleh Damaskus dan Ankara.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Damaskus dinilai hampir melanggar "status quo" keamanan yang selama ini berlaku dengan mengizinkan pasukan Turki dikerahkan di wilayahnya. Namun, pemerintah Suriah dan Türkiye sama-sama membantah adanya rencana penempatan pasukan semacam itu. Sengketa klaim ini menjadi bibit ketegangan baru antara Israel dan Türkiye, dua negara yang hubungannya sudah lama berada di titik terendah.

Peringatan Keras Katz kepada Erdogan

Pernyataan paling tajam datang pada Kamis, ketika Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menulis di platform X. Katz menuduh Erdogan menyeret negaranya ke dalam situasi yang membahayakan stabilitas kawasan, sekaligus mengecam sikap Ankara yang terus berseberangan dengan Israel.

"Erdogan sedang menyeret Türkiye ke dalam petualangan berbahaya di Suriah," tulis Katz di X, Kamis (20/8/2026).

Katz juga menyebut pidato-pidato Erdogan yang anti-Israel sebagai "kosong dan delusional", serta memperingatkan Ankara agar tidak menguji tekad Israel untuk mempertahankan diri. Ini merupakan peringatan paling keras yang disampaikan pejabat tinggi Israel kepada Türkiye dalam beberapa bulan terakhir, dan menandai eskalasi retorika yang signifikan di tengah meningkatnya gesekan militer antara kedua negara di kawasan Suriah.

Gelombang Serangan Baru di Lebanon Selatan

Di front lain, jet tempur Israel kembali melancarkan serangan gelombang baru di sekitar Nabatieh, kota besar sekaligus pusat administratif di Lebanon selatan, pada Jumat dini hari. Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan ledakan dahsyat yang menyinari langit malam. Target yang disebut-sebut mencakup kawasan Kfar Rumman dan perbukitan Ali al-Taher — koridor yang berada tepat di luar Nabatieh dan selama ini dikaitkan dengan infrastruktur militer Hizbullah, kelompok bersenjata Lebanon yang didukung Iran.

Yang mengejutkan, serangan ini terjadi meski ada kerangka kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat pada Juni lalu, yang dirancang untuk mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hizbullah. Kesepakatan itu membayangkan penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon selatan, penempatan tentara Lebanon, serta pelucutan senjata Hizbullah.

Kebuntuan Kesepakatan Gencatan Juni

Sayangnya, kesepakatan Juni itu kini mandek di tengah jalan. Kedua pihak berseberangan soal urutan pelaksanaan: Israel menuntut pelucutan senjata Hizbullah lebih dulu, sementara Beirut dan kelompok itu menghendaki penarikan penuh pasukan Israel sebagai langkah awal. Kebuntuan soal "siapa lebih dulu" inilah yang menjadi celah kembalinya serangan udara di kawasan selatan Lebanon, dan membuat gencatan senjata terus berada di ujung tanduk.

Front KonflikLokasiWaktu SeranganKlaim IsraelKorban
SuriahPangkalan Udara Abu al-DuhurSelasa pekan iniDisiapkan untuk pasukan TürkiyeTidak ada yang dilaporkan
LebanonNabatieh dan sekitarnyaJumat dini hariInfrastruktur militer HizbullahBelum terkonfirmasi

Analisis: Eskalasi Multi-front dan Risiko Regional

Dua serangan dalam pekan yang sama menunjukkan pola baru kebijakan pertahanan Israel: menggempur siapa pun yang dianggap mengancam kedaulatan keamanannya, baik kelompok bersenjata maupun negara tetangga yang sedang memperluas pengaruh di perbatasan. Kombinasi peringatan diplomatik kepada Türkiye dan operasi militer di Lebanon mengirim sinyal bahwa Israel tidak akan mentoleransi perubahan status quo di perbatasan utara dan timurnya, apa pun risikonya.

Para pengamat menilai risiko terbesar bukan terletak pada serangan itu sendiri, melainkan pada reaksi berantai yang bisa ditimbulkannya. Jika Ankara menganggap peringatan Katz sebagai provokasi, hubungan Türkiye–Israel yang sudah rapuh bisa semakin memburuk dan berujung pada gesekan langsung di medan yang sama. Sementara di Lebanon, kebuntuan kesepakatan Juni membuat warga sipil kembali menjadi korban ketidakpastian politik, dengan serangan yang datang silih berganti tanpa titik terang penyelesaian.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Türkiye maupun Hizbullah terhadap serangan dan pernyataan terbaru Israel. Namun yang jelas, kawasan itu kembali berada di ambang siklus kekerasan baru yang sulit diprediksi kapan akan berakhir. Dunia kini hanya bisa menunggu: akankah peringatan dan serangan ini mereda menjadi gencatan, atau justru membuka babak baru konflik yang lebih luas?

[SOCIAL_TWEET]: Israel serang Suriah dan Lebanon dalam sepekan; Katz peringatkan Erdogan soal "petualangan berbahaya". Kesepakatan gencatan Juni mandek, eskalasi regional mengancam. #Israel #Turkiye #Lebanon[SOCIAL_TG]: 🔴 Israel peringatkan Türkiye soal "petualangan berbahaya" di Suriah dan lancarkan serangan baru di Lebanon selatan. Pangkalan Abu al-Duhur rusak, Nabatieh digempur — gencatan Juni mandek. Simak selengkapnya di Beritadua.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User