Sep 02, 2026
Bisnis

Investor Asing Catat Net Buy Rp183,56 Miliar di BEI, Saham BBRI Dominasi Pembelian

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per perdagangan sesi pertama, investor asing mencatatkan net buy atau beli bersih sebesar Rp183,56 miliar pada awal pekan ini. Arus masuk modal asing terseb...

Investor Asing Catat Net Buy Rp183,56 Miliar di BEI, Saham BBRI Dominasi Pembelian

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per perdagangan sesi pertama, investor asing mencatatkan net buy atau beli bersih sebesar Rp183,56 miliar pada awal pekan ini. Arus masuk modal asing tersebut menunjukkan sentimen positif pelaku pasar global terhadap instrumen lokal, setelah beberapa waktu terakhir mengalami tekanan akibat kondisi makroekonomi global.

Dominasi Pembelian Saham BRI

Di satu sisi, pergerakan modal asing tersebut tidak tersebar merata di seluruh sektor. Pemeriksaan data transaksi menunjukkan bahwa saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi primadona dengan volume pembelian terbesar. Saham BBRI menyerap sekitar Rp1,2 triliun dari total net buy asing, menjadikannya kontributor utama arus masuk modal pada sesi pagi.

Di sisi lain, kondisi ini mengindikasikan bahwa investor institusional asing mulai melakukan diversifikasi portofolio ke sektor perbankan dalam negeri. Valuasi saham BBRI yang saat ini diperdagangkan pada rasio Price-to-Earnings (P/E) sebesar 11,3x dianggap menarik dibandingkan rata-rata sektor perbankan Asia yang berada di level 14x.

Prospek Sektor Perbankan Nasional

Pro: Pertumbuhan kredit perbankan nasional yang mencapai 11,2% year-on-year per kuartal III 2024 menjadi salah satu pendorong minat investor asing. Rasio kecukupan modal (CAR) bank-bank besar nasional yang rata-rata berada di atas 20% juga menunjukkan fundamental yang kuat dalam menyerap pertumbuhan ekonomi domestik.

Kontra: Namun, terdapat kekhawatiran terkait risiko kredit macet (non-performing loan/NPL) yang berpotensi meningkat seiring dengan berakhirnya kebijakan restrukturisasi Covid-19. Rasio NPL bruto sektor perbankan saat ini tercatat di level 2,8%, masih dalam batas aman namun perlu dipantau ke depannya.

Implikasi bagi Pasar Modal Domestik

Arus modal asing yang masuk ke saham BBRI memberikan dampak ganda bagi pasar modal domestik. Dari aspek likuiditas, inflow ini meningkatkan kedalaman pasar dan memperkuat posisi rupiah terhadap tekanan eksternal. Indeks kompositan BEI sendiri mengalami kenaikan 0,7% hingga perdagangan sesi pertama ditutup.

Trend ini juga mencerminkan kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia yang tumbuh stabil di kisaran 5,05% per triwulan III 2024. Dengan tingkat inflasi yang terkendali dan defisit transaksi berjalan yang membaik, fundamental ekonomi makro Indonesia dinilai masih menarik untuk jangka menengah.

Namun, para analis mengingatkan bahwa investor ritel domestik perlu tetap mencermati potensi volatilitas. Sentimen pasar global, terutama kebijakan suku bunga The Fed, tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi aliran modal asing ke emerging markets termasuk Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User