Sep 11, 2026
Nasional

IHSG Terjun Bebas Tinggalkan Level 6.500 pada Perdagangan Sesi I

Tekanan jual masif kembali mengguncang lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas cukup dalam hingga terlempar dari le

IHSG Terjun Bebas Tinggalkan Level 6.500 pada Perdagangan Sesi I

Tekanan jual masif kembali mengguncang lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas cukup dalam hingga terlempar dari level psikologis 6.500 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat akhir pekan ini. Aksi jual bersih oleh investor institusi dan asing disinyalir menjadi pemicu utama rontoknya indeks komposit.

Berdasarkan data perdagangan bursa, IHSG anjlok 1,49% atau setara 98,43 poin ke posisi 6.490. Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi tajam pasar modal domestik yang dihantui oleh ketidakpastian makroekonomi dan keluarnya arus modal asing (capital outflow).

Kronologi Kejatuhan Indeks Sepanjang Sesi I

Pola pergerakan IHSG sejak bel pembukaan menunjukkan dominasi sentimen negatif tanpa perlawanan berarti dari aksi beli. Berikut rekaman pergerakan indeks sepanjang paruh pertama perdagangan:

  1. Pukul 09.00 WIB (Pembukaan): IHSG langsung dibuka melemah di zona merah pada level 6.560, mencerminkan keraguan pelaku pasar sejak awal transaksi menyusul sentimen regional yang tertekan.
  2. Pukul 10.15 WIB (Akselerasi Pelemahan): Tekanan jual kian intensif pada saham-saham berkapitalisasi besar. IHSG menembus batas bawah 6.520 seiring meningkatnya volume transaksi jual di sektor industri dasar dan energi.
  3. Pukul 11.00 WIB (Jebol Level Psikologis): Benteng pertahanan di level 6.500 akhirnya runtuh. Indeks menyentuh titik terendah intraday di 6.485 akibat gelombang aksi lepas saham oleh investor portofolio.
  4. Pukul 11.30 WIB (Penutupan Sesi I): Indeks ditutup sedikit tertahan di posisi 6.490 dengan nilai transaksi mencapai triliunan rupiah dan mayoritas sektor berakhir di teritori negatif.
"Pelepasan aset berisiko terjadi secara serentak, terutama pada saham-saham yang sebelumnya mengalami reli tajam. Tekanan likuiditas dan penyesuaian portofolio global membuat IHSG sulit bertahan di atas level psikologis 6.500," ungkap seorang analis pasar modal dalam keterangannya.

Saham Konglomerasi dan Komoditas Pimpin Kejatuhan

Penurunan tajam IHSG turut dipicu oleh lesunya performa sejumlah saham berbobot besar yang menjadi penggerak indeks. Tiga emiten unggulan yang tercatat mengalami tekanan signifikan meliputi:

  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Mengalami aksi jual agresif yang menyeret harganya turun tajam dan membebani pergerakan sektor energi secara keseluruhan.
  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN): Saham emiten unggas ini merosot akibat kekhawatiran kenaikan beban operasional dan sentimen konsumsi domestik.
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Induk usaha petrokimia dan energi milik konglomerat Prajogo Pangestu ini tergelincir ke zona merah, memperberat langkah sektor material dasar.

Pelaku pasar kini mencermati apakah level 6.450 dapat berfungsi sebagai bantalan penahan teknikal pada perdagangan sesi kedua, atau justru IHSG akan kembali memperdalam koreksinya di tengah minimnya katalis positif domestik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User