Sep 14, 2026
Nasional

IHSG Menguat ke Level 6.068 Ditopang Aksi Beli Investor Asing

Lantai bursa domestik menunjukkan resiliensi yang solid di tengah berlanjutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Indeks Harga Saham Gabun

IHSG Menguat ke Level 6.068 Ditopang Aksi Beli Investor Asing

Lantai bursa domestik menunjukkan resiliensi yang solid di tengah berlanjutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil finis di zona hijau pada perdagangan Kamis sore, didorong oleh derasnya aliran dana masuk dari pemodal global yang memanfaatkan momentum koreksi harga pada saham-saham unggulan.

Berdasarkan data perdagangan bursa, IHSG ditutup menguat 42,20 poin atau terapresiasi sebesar 0,70 persen menuju level 6.068,22. Penguatan ini sekaligus membawa indeks acuan nasional kembali menembus level psikologis 6.050 setelah sempat mengalami fluktuasi moderat di awal pekan akibat kekhawatiran pelaku pasar terhadap pembatasan mobilitas sosial.

Kronologi Pergerakan IHSG Sepanjang Hari

Aktivitas transaksi sejak sesi pembukaan hingga penutupan perdagangan mencatatkan dinamika yang dinamis dengan dominasi aksi beli terukur pada sektor-sektor strategis:

  1. Sesi Prapembukaan (08.45 - 08.59 WIB): IHSG langsung dibuka menanjak ke zona positif seiring sentimen positif dari bursa regional Asia dan optimisme percepatan vaksinasi nasional.
  2. Sesi I (09.00 - 11.30 WIB): Aksi akumulasi mulai terlihat masif pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big cap), mengerek indeks hingga menyentuh level tertinggi hariannya di 6.080.
  3. Jeda Siang (11.30 - 13.30 WIB): Terjadi sedikit aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek oleh investor domestik, namun tekanan jual tertahan oleh posisi beli asing.
  4. Sesi II (13.30 - 15.00 WIB): Arus modal masuk (capital inflow) asing kian konsisten hingga penutupan, mengunci kenaikan IHSG sebesar 42,20 poin di level 6.068,22.

Faktor Pemicu Masuknya Modal Asing

Kenaikan indeks komposit ini utamanya dipicu oleh perubahan strategi portofolio pemodal internasional yang mulai melihat fundamental emiten Indonesia tetap kokoh meski aktivitas fisik dibatasi oleh regulasi penanganan pandemi.

"Pelaku pasar luar negeri melihat penerapan PPKM saat ini jauh lebih adaptif dibandingkan pembatasan sebelumnya. Aktivitas korporasi berbasis digital dan sektor komoditas tetap mencatatkan kinerja pendapatan yang solid," ungkap pengamat pasar modal dalam analisanya di Jakarta.

Beberapa faktor kunci yang mendorong penguatan bursa kali ini antara lain:

  • Aksi Beli Bersih Asing (Foreign Net Buy): Investor asing mencatatkan akumulasi bersih signifikan di saham-saham sektor keuangan dan konsumer primer.
  • Stabilitas Nilai Tukar Rupiah: Kurs rupiah yang bergerak stabil memberikan kepastian bagi investor dalam mengelola risiko portofolio valuta asing.
  • Pengendalian Kasus Aktif: Tren penurunan kasus positif harian memberikan proyeksi pemulihan ekonomi lebih cepat pada kuartal berikutnya.

Secara sektoral, penguatan indeks dipimpin oleh sektor finansial, bahan baku, dan barang konsumen non-primer. Pelaku pasar kini menantikan rilis data cadangan devisa dan indikator neraca perdagangan untuk menentukan arah pergerakan indeks komposit menuju akhir kuartal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User