Aug 24, 2026
Bisnis

IBMA Resmi Dibentuk, Dorong Ekosistem Bullion dan Konektivitas Pasar Global

Berdasarkan data Bank Indonesia per kuartal I 2026, cadangan emas devisa negara berada pada kisaran 110 ton, sementara harga emas global mencatat kenaikan year-on-year hingga menembus level USD 3.500 ...

IBMA Resmi Dibentuk, Dorong Ekosistem Bullion dan Konektivitas Pasar Global

Berdasarkan data Bank Indonesia per kuartal I 2026, cadangan emas devisa negara berada pada kisaran 110 ton, sementara harga emas global mencatat kenaikan year-on-year hingga menembus level USD 3.500 per troy ounce pada April 2025. Di tengah tren tersebut, Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi terbentuk sebagai wadah koordinasi pelaku pasar emas batangan nasional. Organisasi ini digagas untuk memperkuat ekosistem bullion dalam negeri, memberikan kepastian regulasi, serta menghubungkan pasar Indonesia dengan jaringan perdagangan emas global.

Bagi pembaca awam, bullion adalah emas batangan dengan kadar kemurnian tinggi, berbeda dari emas perhiasan. Ekosistem bullion mencakup rantai panjang: pertambangan sebagai hulu, pemurnian atau refinery, distribusi, hingga produk investasi dan pembiayaan yang kini juga diakomodasi lewat skema bank emas.

Momentum di Tengah Tren Emas Global

Pembentukan IBMA terjadi saat fundamental emas sedang kuat. Sepanjang 2025, harga emas dunia mengalami kenaikan lebih dari 40 persen, didorong pembelian bank sentral, ketegangan geopolitik, serta melemahnya indeks dolar AS yang membuat emas makin menarik. Di pasar domestik, harga emas Antam sempat menembus Rp1,9 juta per gram pada April 2025, mencerminkan kuatnya sentimen pasar ritel.

Data World Gold Council menunjukkan bank sentral global menambah cadangan emas secara konsisten selama tiga tahun terakhir, termasuk Bank Indonesia yang mengakumulasi emas untuk diversifikasi portofolio cadangan devisa. Dalam kondisi seperti ini, keberadaan asosiasi dinilai tepat waktu untuk merapikan tata kelola pasar domestik agar ikut menikmati tren jangka panjang tersebut.

Dua Sisi: Peluang dan Tantangan

Di satu sisi, IBMA membuka peluang besar. Asosiasi dapat menjadi jembatan komunikasi antara pelaku industri, Bank Indonesia, OJK, dan Kementerian Keuangan. Konektivitas dengan pasar global memungkinkan harga acuan domestik semakin transparan dan likuiditas pasar meningkat. Indonesia yang memproduksi sekitar 130 ton emas per tahun juga berpeluang menekan impor emas batangan bila rantai pasok domestik berjalan efisien, yang pada akhirnya memperbaiki posisi neraca perdagangan.

Di sisi lain, tantangannya tidak ringan. Likuiditas pasar emas domestik masih jauh lebih tipis dibanding pusat perdagangan seperti Singapura, Shanghai, dan Dubai. Standardisasi produk dalam negeri belum tentu diakui lembaga internasional seperti LBMA (London Bullion Market Association), sehingga konektivitas global membutuhkan waktu dan biaya. Regulasi teknis terkait penyimpanan, pengujian kadar, dan perpajakan juga masih terus disempurnakan secara bertahap.

Pengamat pasar komoditas menilai pembentukan asosiasi adalah langkah awal yang baik, namun keberhasilannya diukur dari implementasi. 'Asosiasi harus mampu menyediakan data pasar yang kredibel, standar perdagangan yang jelas, dan edukasi bagi investor ritel. Tanpa itu, risiko spekulasi dan gejolak harga justru bisa meningkat,' ujarnya.

Proyeksi ke Depan

Ke depan, IBMA diharapkan menyusun peta jalan ekosistem bullion nasional, mulai dari standar produk, sistem penyimpanan, hingga promosi ke pasar internasional. Dengan asumsi harga emas tetap bertahan di atas USD 3.000 per troy ounce, proyeksi valuasi emas dalam portofolio cadangan devisa akan terus positif. Namun pelaku pasar tetap perlu mewaspadai risiko koreksi harga bila suku bunga acuan global kembali naik, yang bisa memicu capital outflow dari aset berharga seperti emas dan memperbesar rasio volatilitas pasar domestik.

Selain itu, asosiasi perlu bersinergi dengan program bank emas yang mulai berjalan sejak 2025 agar instrumen simpanan dan pembiayaan berbasis emas memiliki basis likuiditas yang sehat. Edukasi menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak membeli emas hanya karena tren sesaat tanpa memahami fundamental harganya.

Kesimpulannya, pembentukan IBMA adalah jawaban institusional atas kebutuhan pasar emas Indonesia yang tumbuh cepat. Keberhasilan asosiasi ini tidak diukur dari seremoni pembentukan, melainkan dari seberapa cepat regulasi, likuiditas, dan konektivitas global benar-benar terwujud.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User