Hery Gunardi: Pengusaha Harus Tangguh Hadapi Tantangan
Dalam dunia bisnis yang kian bergerak cepat, keberanian dan daya tahan menjadi fondasi utama bagi siapa pun yang ingin bertahan dan berkembang. Salah satu suara paling berpengaruh di sektor perbankan ...
Dalam dunia bisnis yang kian bergerak cepat, keberanian dan daya tahan menjadi fondasi utama bagi siapa pun yang ingin bertahan dan berkembang. Salah satu suara paling berpengaruh di sektor perbankan nasional baru-baru ini menegaskan kembali pesan penting tersebut. Adalah Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang secara khusus menyampaikan pandangannya tentang esensi ketangguhan yang harus dimiliki setiap pengusaha di tanah air.
Pesan itu mengemuka di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dari tekanan global, serta ketatnya persaingan di era digital. Bagi Hery, kemauan untuk terus belajar dan mampu bangkit dari kegagalan merupakan pembeda antara pengusaha yang akan tumbuh besar dan yang mudah tumbang. Ia menekankan bahwa ketangguhan bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang terus ditempa melalui pengalaman dan konsistensi.
Modal Dasar: Keberanian dan Kemampuan Adaptasi
Hery mengingatkan bahwa modal finansial saja tidak cukup menjamin keberhasilan sebuah usaha. Menurutnya, para pendiri bisnis—mulai dari pelaku UMKM hingga korporasi besar—perlu membekali diri dengan keberanian untuk mengambil keputusan di masa sulit. Dalam berbagai kesempatan tatap muka dengan nasabah dan mitra binaan, ia kerap menyaksikan bahwa pengusaha yang mampu melewati krisis adalah mereka yang cepat beradaptasi terhadap perubahan pasar.
Ia mencontohkan pelaku usaha yang berhasil mengalihkan penjualan dari offline ke platform digital selama masa pandemi. Mereka tidak hanya bertahan, melainkan justru mencatatkan pertumbuhan. Kemampuan membaca ulang kebutuhan konsumen, kata Hery, menjadi kunci agar usaha tidak ditinggalkan zaman. Adaptasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang melekat dalam strategi bisnis jangka panjang.
Ketangguhan Bukan Berarti Tak Kenal Lelah
Poin menarik yang disampaikan Hery adalah bahwa menjadi tangguh tidak sama dengan memaksakan diri bekerja tanpa henti. Justru, ia menggarisbawahi pentingnya membangun jaringan dukungan, termasuk menjaga kesehatan mental. Dalam beberapa dialog dengan pengusaha muda, ia melihat banyak yang mengalami kelelahan mental karena terlalu menekan diri sendiri saat bisnis belum menunjukkan hasil instan.
“Pengusaha harus pandai mengelola energi dan emosi,” ujarnya dalam sebuah forum yang membahas keberlanjutan usaha. Ia menyarankan agar para pemilik bisnis membentuk komunitas atau bergabung dalam asosiasi yang memungkinkan pertukaran pengalaman. Dengan begitu, beban tidak ditanggung sendirian, dan ide-ide segar bisa terus mengalir. Dukungan sosial dan jejaring yang solid berperan penting dalam menjaga stamina mental seorang wirausahawan.
Peran BRI dalam Memperkuat Daya Tahan Pengusaha
Sebagai bank yang menyalurkan kredit mikro terbesar di Indonesia, BRI tidak hanya menyediakan akses pendanaan. Hery menegaskan bahwa lembaganya terus mengembangkan program pendampingan, pelatihan literasi keuangan, dan digitalisasi bisnis untuk nasabah. Program-program ini, seperti Rumah BUMN dan pemberdayaan klaster usaha, dirancang agar pengusaha lokal tidak sekadar menerima pinjaman, melainkan juga mendapat bekal pengetahuan.
Menurut data internal, lebih dari 4,9 juta nasabah mikro dan kecil sudah terhubung dengan platform digital BRI. Angka ini menggambarkan upaya masif agar pengusaha di tingkat grassroots mampu merespons persaingan. Akses modal hanyalah pintu masuk; peningkatan kapasitas menjadi tujuan utama, ungkap Hery. Dengan cara ini, bank berperan aktif menciptakan ekosistem bisnis yang lebih tahan banting dan berdaya saing.
Membangun Generasi Pengusaha Tangguh
Melihat masa depan, Hery optimistis bahwa Indonesia akan melahirkan lebih banyak pengusaha andal jika sejak awal generasi muda dibekali pola pikir yang tepat. Ia menekankan pentingnya kurikulum kewirausahaan di sekolah dan perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada profit, tetapi juga pada proses mengatasi kegagalan. “Gagal itu bagian dari perjalanan. Yang terpenting adalah apa yang kita pelajari setelahnya,” demikian petikan pandangan yang selalu ia tularkan.
Pada akhirnya, pesan Hery Gunardi sampai pada satu benang merah: ketangguhan adalah gabungan antara keberanian mengambil risiko, kecepatan beradaptasi, kekuatan jejaring, serta kemauan untuk terus belajar. Dalam lanskap ekonomi yang tidak pernah bebas dari goncangan, formula inilah yang akan membawa para pengusaha Indonesia naik ke level berikutnya.
Baca juga:
Comments (0)