Gibran Tinjau Tol Probowangi, Progres Tahap Awal Sentuh 45 Persen

Probolinggo – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke tapak proyek strategis nasional Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) pada Jumat (10/7). Pemantauan langsun...

Gibran Tinjau Tol Probowangi, Progres Tahap Awal Sentuh 45 Persen

Probolinggo – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke tapak proyek strategis nasional Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) pada Jumat (10/7). Pemantauan langsung ini difokuskan pada seksi pertama yang menghubungkan Probolinggo hingga Situbondo, guna memastikan pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan dampak optimal bagi konektivitas Jawa Timur.

Pemeriksaan Lapangan dan Serapan Anggaran

Berdasarkan paparan dari kontraktor pelaksana, capaian fisik Tahap 1 saat ini menyentuh 45,2 persen dan direncanakan tuntas pada triwulan keempat tahun 2027. Seksi sepanjang 49,7 kilometer ini menelan biaya konstruksi sekitar RP8,3 triliun dengan skema pembiayaan campuran antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan partisipasi badan usaha jalan tol. Gibran tampak mendengarkan rincian teknis, termasuk progres pembebasan lahan yang tersisa kurang dari delapan persen dari total kebutuhan proyek, terutama di area persawahan produktif di Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan itu, Gibran mendorong agar percepatan realisasi fisik dibarengi penyerapan tenaga kerja lokal. Data lapangan menunjukkan sebanyak 1.870 pekerja terserap, mayoritas berasal dari desa-desa di sekitar trase tol. Gibran menyebut keterlibatan warga setempat menjadi indikator bahwa proyek ini bukan sekadar menyambung jalan, namun menjadi pengungkit ekonomi langsung dari level akar rumput.

Proyeksi Konektivitas dan Efek Domino

Probowangi didesain sebagai kelanjutan dari Tol Pasuruan–Probolinggo yang sudah beroperasi sejak 2019. Ketika sepenuhnya tersambung hingga Banyuwangi, tol ini akan memangkas waktu tempuh dari Surabaya ke ujung timur Pulau Jawa dari sebelumnya 10–12 jam menjadi sekitar 5,5–6 jam. Jalur ini diharapkan memperkuat posisi Banyuwangi sebagai hub pariwisata dan logistik, terutama setelah pengembangan Bandara Internasional Banyuwangi serta pelabuhan Tanjung Wangi yang mulai menunjukkan peningkatan arus petikemas.

Di satu sisi, efisiensi jalur darat ini akan menekan biaya distribusi barang kebutuhan pokok, komoditas perikanan, dan hasil perkebunan yang selama ini bergantung pada jalur pantura yang rawan kemacetan musiman. Di sisi lain, para pelaku usaha mikro di sepanjang jalur arteri mengkhawatirkan berkurangnya kunjungan pembeli jika lalu lintas utama beralih ke jalan tol. Fenomena serupa pernah terjadi saat segmen tol Trans-Jawa sebelumnya mulai aktif, yang memaksa warung dan bengkel kecil menyesuaikan model bisnis atau berpindah lokasi. Pemerintah daerah bersama Badan Pengatur Jalan Tol berencana menyiapkan rest area bertaraf ekonomi kerakyatan guna menampung para pedagang tersebut, meski detail skemanya masih dalam tahap kajian.

Sentimen Pasar dan Valuasi Infrastruktur

Dari sudut pandang pasar modal, progres tol Probowangi ikut mengerek minat investor pada emiten konstruksi pelat merah dan perusahaan beton pracetak. Analis memperkirakan arus kas badan usaha jalan tol akan terdongkrak seiring pertumbuhan volume lalu lintas harian rata-rata yang diproyeksikan mencapai 18.500 kendaraan pada tahun pertama operasi penuh. Valuasi saham sektor infrastruktur mencatatkan kenaikan tipis di tengah sentimen suku bunga global yang masih fluktuatif. Namun, sebagian pengamat mengingatkan risiko penurunan traffic forecast jika harga tol tidak kompetitif dibandingkan jalan nasional, sehingga perlu strategi tarif yang menarik bagi pengguna setia jalur utara yang cenderung sensitif terhadap pengeluaran tambahan.

Di sektor riil, asosiasi pengusaha di Situbondo menyambut baik perkembangan ini. Mereka mengharapkan selesainya tahap pertama akan memicu pembangunan kawasan industri kecil di sekitar simpul susun (interchange). Dengan akses cepat menuju pelabuhan, komoditas unggulan seperti mangga alpukat Situbondo dan olahan ikan dapat menembus pasar ekspor dengan daya saing lebih tinggi. Pemerintah kabupaten setempat tengah memfinalisasi rencana tata ruang untuk menyambut limpahan aktivitas ekonomi tersebut, termasuk penataan kawasan pergudangan dan pusat logistik terpadu.

Penekanan pada Kualitas dan Ramah Lingkungan

Selain progres konstruksi, isu keberlanjutan juga menjadi sorotan dalam kunjungan kerja kali ini. Kontraktor mengklaim menggunakan teknologi perkerasan aspal daur ulang (reclaimed asphalt pavement) pada lapis fondasi, yang mampu mengurangi konsumsi agregat alam hingga 30 persen. Upaya mitigasi dilakukan pada titik-titik yang melintasi daerah imbuhan air, dengan membangun kolam retensi dan sumur resapan di delapan lokasi. Meski demikian, LSM lingkungan setempat masih menyoroti potensi fragmentasi habitat di koridor Baluran, sehingga mereka meminta transparansi kajian lingkungan hidup strategis yang lebih komprehensif.

Gibran menutup tinjauan dengan menekankan pentingnya sinergi antara kecepatan, mutu, dan aspek lingkungan. Ia menginstruksikan kementerian terkait untuk mempercepat penyelesaian sengketa lahan yang masih tersisa agar tidak mengganggu jadwal akhir. Apabila milestone Tahap 1 terlampaui tepat waktu, koneksi langsung Probolinggo–Situbondo diyakini akan menjadi katalis bagi pemerataan ekonomi di wilayah tapal kuda yang selama ini pertumbuhannya masih tertinggal dibanding kawasan Gerbangkertosusila. Dengan sisa waktu konstruksi dua tahun ke depan, semua mata kini tertuju pada kemampuan eksekusi lapangan dalam merealisasikan janji konektivitas ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User