Gerak Hijau 2026: ANTAM Ajak Masyarakat Hidup Ramah Lingkungan
PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui penyelenggaraan Gerak Hijau 2026, sebuah acara jalan santai berkonsep ramah lingkungan yang berlangs...
PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui penyelenggaraan Gerak Hijau 2026, sebuah acara jalan santai berkonsep ramah lingkungan yang berlangsung meriah pada akhir pekan lalu. Kegiatan yang dikemas dalam format eco-friendly fun walk ini tidak sekadar mengajak masyarakat berolahraga, melainkan juga menjadi wahana edukasi massa tentang pentingnya mengadopsi gaya hidup berkelanjutan serta pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Ribuan peserta dari berbagai kalangan usia tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang dimulai sejak pukul enam pagi, menempuh rute sepanjang lima kilometer yang melintasi beberapa titik ikonik di pusat kota.
Dalam sambutannya, Direktur Utama ANTAM menyampaikan bahwa Gerak Hijau 2026 merupakan manifestasi dari filosofi keberlanjutan yang selama ini dipegang teguh perusahaan. "Kami ingin membuktikan bahwa kegiatan olahraga massal tidak harus meninggalkan jejak karbon yang besar. Justru sebaliknya, acara ini dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan sekaligus membangun kesadaran peserta," ungkapnya. Berbeda dari kegiatan serupa, gerakan ini menerapkan serangkaian protokol hijau yang ketat, mulai dari larangan penggunaan plastik sekali pakai, penyediaan stasiun pengisian air minum, hingga sistem pengelolaan sampah terpilah di sepanjang rute.
Konsep Ramah Lingkungan yang Terintegrasi
Panitia Gerak Hijau 2026 merancang acara ini dengan prinsip zero waste sebagai landasan utama. Setiap detail operasional telah melalui kajian dampak lingkungan, mulai dari material dekorasi yang seluruhnya terbuat dari bahan daur ulang, perlengkapan peserta berupa tas kain organik, hingga pemilihan mitra katering yang menerapkan standar pengemasan ramah lingkungan. Tidak ada sedotan plastik, kemasan styrofoam, atau botol air kemasan sekali pakai yang diizinkan masuk ke area acara. Peserta diimbau membawa tumbler sendiri dan dapat mengisinya di titik-titik hydration station yang tersebar setiap satu kilometer.
Lebih lanjut, seluruh armada transportasi pendukung kegiatan menggunakan kendaraan listrik, termasuk mobil operasional dan sepeda motor panitia. Hal ini sejalan dengan upaya ANTAM untuk menekan emisi karbon yang biasanya menyertai penyelenggaraan acara berskala besar. "Kami menghitung total jejak karbon dari acara ini dan melakukan penyeimbangan melalui program penanaman pohon di kawasan hutan rehabilitasi binaan ANTAM," jelas Kepala Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan. Peserta yang mendaftar secara daring juga mendapat informasi mengenai kalkulasi jejak karbon pribadi mereka, sehingga mereka dapat memahami kontribusi masing-masing terhadap target pengurangan emisi.
Edukasi Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Setiap Langkah
Salah satu misi utama Gerak Hijau 2026 adalah mengintegrasikan pesan-pesan keberlanjutan ke dalam pengalaman peserta secara organik. Sepanjang rute jalan santai, panitia mendirikan enam pos edukasi interaktif yang masing-masing mengangkat tema spesifik, antara lain penghematan energi rumah tangga, konsumsi pangan berkelanjutan, transportasi rendah emisi, pengelolaan air, dan konservasi keanekaragaman hayati. Di setiap pos, peserta diajak berpartisipasi dalam kuis berhadiah serta permainan edukatif yang dirancang oleh mitra lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan.
Anak-anak yang turut serta dalam acara ini mendapat perhatian khusus melalui zona bermain tematik yang mengajarkan cinta lingkungan sejak dini. Di area ini, mereka dapat belajar memilah sampah melalui permainan papan raksasa, mengenal jenis-jenis hewan asli Indonesia yang terancam punah, hingga praktik langsung menanam bibit sayuran dalam pot daur ulang yang dapat dibawa pulang. "Pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif seperti ini jauh lebih efektif untuk menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dibandingkan sekadar ceramah atau pembagian pamflet," ujar salah satu pendamping dari lembaga pendidikan lingkungan yang terlibat.
Inovasi Pengelolaan Sampah dan Praktik Daur Ulang
Puncak dari rangkaian edukasi lingkungan adalah demonstrasi sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang dioperasikan secara langsung selama acara berlangsung. Panitia menempatkan puluhan tempat sampah berkode warna yang dilengkapi sensor pemilahan otomatis, hasil kolaborasi dengan perusahaan rintisan (start-up) teknologi hijau lokal. Peserta yang membuang sampah pada tempatnya dan berhasil memilah dengan benar mendapat poin digital yang dapat ditukar dengan tanaman hias atau barang hemat energi.
Sampah organik yang terkumpul sepanjang acara langsung diproses menggunakan mesin kompos portabel berkapasitas tinggi, sementara sampah anorganik seperti plastik dan kertas dikirim ke fasilitas daur ulang mitra. Panitia juga menyediakan drop box khusus untuk limbah elektronik skala kecil yang sering kali luput dari perhatian publik, seperti baterai bekas, kabel pengisi daya yang sudah tidak terpakai, dan telepon genggam rusak. Peserta yang membawa limbah elektronik untuk didaur ulang mendapatkan diskon khusus untuk pembelian produk-produk berkelanjutan di eco-market yang turut meramaikan area akhir rute.
Partisipasi Komunitas dan Tanggung Jawab Korporasi
Gerak Hijau 2026 tidak mungkin terselenggara tanpa keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat. Lebih dari dua puluh komunitas penggerak lingkungan dari berbagai daerah turut berpartisipasi sebagai mitra penyelenggara, masing-masing menampilkan program unggulan mereka di area pameran. Mulai dari komunitas bank sampah yang mengubah limbah rumah tangga menjadi bahan kerajinan bernilai jual, hingga kelompok pendaki gunung yang giat melakukan pembersihan jalur pendakian secara berkala. Para penggiat lingkungan ini juga berbagi pengalaman dan kiat praktis yang dapat langsung diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Dari perspektif korporasi, inisiatif ini menjadi bagian dari strategi ANTAM dalam mewujudkan target penurunan emisi gas rumah kaca sejalan dengan komitmen Net Zero Emission yang dicanangkan pemerintah. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor ekstraksi sumber daya alam, ANTAM menyadari pentingnya menyeimbangkan kegiatan operasional dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Gerak Hijau 2026 menjadi bukti nyata bahwa tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) dapat diwujudkan melalui kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghasilkan dampak jangka panjang berupa perubahan perilaku publik dan penguatan kesadaran ekologis kolektif.
Ke depan, ANTAM berencana menjadikan Gerak Hijau sebagai agenda tahunan yang pelaksanaannya diperluas ke beberapa kota lain, mengingat tingginya antusiasme peserta dan dampak positif yang dihasilkan. "Kami percaya bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan bersama akan membawa perubahan besar. Gerak Hijau adalah undangan terbuka bagi siapa pun yang ingin bergerak, bukan hanya untuk kesehatan diri sendiri, tetapi juga untuk kesehatan bumi yang kita tinggali," pungkas Direktur Utama ANTAM menutup acara dengan optimisme.
Comments (0)