FTSE Russell Keluarkan 29 Saham Indonesia dari Indeks Global
JAKARTA — Lembaga pemeringkat internasional FTSE Russell mengumumkan hasil rebalancing atau peninjauan ulang berkala terhadap komposisi indeks saham global
JAKARTA — Lembaga pemeringkat internasional FTSE Russell mengumumkan hasil rebalancing atau peninjauan ulang berkala terhadap komposisi indeks saham global. Dalam pengumuman terbarunya, FTSE Russell mengeluarkan 29 saham asal Indonesia dari daftar indeks, sebuah langkah yang langsung menjadi sorotan pelaku pasar modal di Tanah Air.
Sebagian nama besar yang terdepak antara lain PT PP (Persero) Tbk (PTPP), emiten ritel RALS, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), hingga pengembang properti PT Agung Podomoro Land Tbk (DILD). Selain itu, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mengalami penurunan posisi setelah turun dua tangga dalam struktur indeks FTSE.
Kronologi Rebalancing FTSE Russell
Rebalancing FTSE Russell merupakan agenda rutin yang dilakukan dua kali dalam setahun untuk menyesuaikan komposisi indeks dengan perkembangan kapitalisasi pasar dan likuiditas perdagangan saham di masing-masing bursa. Peninjauan ini menjadi penentu bagi saham-saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ingin bertahan di indeks global. Berikut kronologi rangkaian pengumuman rebalancing terbaru:
- FTSE Russell melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh saham yang tercatat dalam indeks global, termasuk saham-saham emiten Indonesia di BEI.
- Hasil evaluasi menunjukkan 29 saham Indonesia tidak lagi memenuhi kriteria kelayakan indeks, sehingga resmi dikeluarkan pada periode rebalancing terbaru.
- Saham-saham yang terdepak antara lain emiten konstruksi PTPP, ritel RALS, rumah sakit SILO, dan properti DILD.
- BSDE tidak dikeluarkan dari indeks, tetapi posisinya diturunkan dua tingkat dari peringkat sebelumnya.
- FTSE Russell kemudian mengumumkan daftar lengkap saham yang keluar dan masuk kepada publik serta pelaku pasar.
Saham yang Terdepak dan Posisi BSDE
Pengumuman FTSE Russell ini menjadi perhatian pelaku pasar karena menyentuh sejumlah emiten dengan kapitalisasi besar. Berikut saham-saham yang dikonfirmasi terdampak dalam rebalancing kali ini:
- PTPP — emiten BUMN konstruksi yang sahamnya resmi dikeluarkan dari indeks FTSE Russell.
- RALS — emiten ritel yang kehilangan posisinya dalam daftar indeks global.
- SILO — operator jaringan rumah sakit Siloam yang turut terdepak.
- DILD — pengembang Agung Podomoro Land yang masuk daftar saham keluar.
- BSDE — Bumi Serpong Damai tidak dikeluarkan, tetapi peringkatnya turun dua tangga.
Dampak bagi Aliran Dana Asing
Keluarnya saham dari indeks FTSE Russell berpotensi memengaruhi aliran dana asing di pasar modal Indonesia. Sebab, banyak investor institusional dan dana pasif seperti exchange traded fund (ETF) yang secara otomatis menyesuaikan portofolionya berdasarkan komposisi indeks terbaru.
FTSE Russell menyatakan peninjauan ulang indeks dilakukan secara berkala untuk memastikan komposisi indeks mencerminkan kondisi pasar yang dapat diinvestasikan, termasuk dari sisi kapitalisasi, free float, dan likuiditas perdagangan.
Pandangan Pelaku Pasar
Para pelaku pasar menilai keluarnya saham dari indeks global tidak selalu mencerminkan memburuknya fundamental perusahaan. Kriteria indeks lebih banyak didasarkan pada faktor teknis seperti kapitalisasi pasar terapung, likuiditas, dan aturan free float. Dengan kata lain, emiten yang terdepak belum tentu mengalami penurunan kinerja bisnis.
Indeks FTSE dan Artinya bagi Emiten
FTSE Russell merupakan salah satu lembaga penyedia indeks terbesar di dunia yang produk indeksnya dijadikan acuan oleh banyak dana investasi global. Keberadaan saham dalam indeks tersebut kerap menjadi pertimbangan utama bagi manajer investasi asing sebelum menempatkan dana di bursa saham negara berkembang seperti Indonesia.
Ketika sebuah saham dikeluarkan dari indeks, secara otomatis saham tersebut kehilangan permintaan dari dana indeks yang sebelumnya wajib memegangnya. Sebaliknya, saham yang tetap bertahan atau justru naik peringkat akan mendapat permintaan tambahan dari investor global.
Langkah Investor Menyikapi Rebalancing
Bagi investor ritel, langkah paling bijak adalah mencermati alasan di balik keluarnya saham dari indeks. Jika tekanan jual terjadi hanya karena penyesuaian dana pasif, maka penurunan harga saham bisa menjadi peluang akumulasi bagi investor jangka panjang.
Meski demikian, pengamat mengingatkan bahwa keputusan FTSE Russell hanyalah salah satu faktor di antara banyak faktor lain yang memengaruhi pergerakan saham di bursa. Kondisi makroekonomi, kinerja keuangan, dan sentimen industri tetap menjadi penentu utama nilai saham dalam jangka panjang.
Adapun periode rebalancing berikutnya akan menjadi momentum bagi saham-saham yang terdepak untuk kembali masuk ke dalam indeks, asalkan memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan FTSE Russell. Pelaku pasar pun menanti respons harga saham-saham terdampak pada perdagangan berikutnya, sembari mencermati apakah emiten yang terdepak akan kembali memenuhi syarat pada peninjauan indeks periode berikutnya.
[SOCIAL_TWEET]: FTSE Russell keluarkan 29 saham Indonesia dari indeks global! PTPP, RALS, SILO hingga DILD terdepak, BSDE turun dua tangga. Simak dampaknya bagi pasar modal 👉 #FTSE #SahamIDX[SOCIAL_TG]: 🔴 FTSE Russell keluarkan 29 saham Indonesia dari indeks global — PTPP, RALS, SILO, DILD terdepak, BSDE turun dua peringkat. Simak analisis lengkapnya!
Comments (0)