Filosof dan Psikoanalis Bongkar Makna Kebahagiaan Sejati

JAKARTA — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang menuntut produktivitas tanpa henti, dua pemikir terkemuka asal Argentina memberikan renungan mendalam

Aug 12, 2026 - 06:55
0 0
Filosof dan Psikoanalis Bongkar Makna Kebahagiaan Sejati

JAKARTA — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang menuntut produktivitas tanpa henti, dua pemikir terkemuka asal Argentina memberikan renungan mendalam tentang makna kebahagiaan yang sesungguhnya. Filosof Darío Sztajnszrajber dan psikoanalis Gabriel Rolón sama-sama menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukanlah tentang pencapaian sempurna, melainkan tentang keberanian menerima ketidaksempurnaan hidup.

Dalam wawancara eksklusif dengan LA NACION, Sztajnszrajber mengungkapkan bahwa filosofi memiliki fungsi terapeutik yang sangat relevan bagi manusia modern. Menurutnya, berpikir filosofis memungkinkan seseorang untuk menjaga jarak dari tuntutan keseharian dan diktum produktivitas yang selama ini membelenggu.

Filosofi sebagai Jalan Keluar dari Jebakan Produktivitas

Sztajnszrajber mengkritik cara hidup kontemporer yang memaksa setiap langkah manusia harus menghasilkan keuntungan atau akumulasi tertentu. Ia memandang pola pikir tersebut sebagai salah satu cara memahami kehidupan, meskipun bukan cara yang ia anut secara pribadi.

"Hay algo en ese rendimiento, rendimiento como rentabilidad, donde cada paso que damos tenemos que aprovecharlo, generar una ganancia. Esa es una manera de pensar la vida — tampoco la juzgo — pero a mí no me interpela," ujar Sztajnszrajber, yang bermakna bahwa logika hasil dan keuntungan bukanlah cara pandang yang menyentuh dirinya.

Sang filosof menegaskan bahwa ketika manusia mulai memikirkan kebahagiaan dan cinta dalam kerangka utilitas serta perencanaan semata, ada sesuatu yang berharga yang hilang dari kemanusiaan itu sendiri. Latihan intelektual, menurutnya, mengundang manusia untuk mempertanyakan tempat-tempat umum dan mencari perspektif yang lebih sensitif serta kritis terhadap realitas yang serba dapat diprediksi.

Merujuk pada pemikiran Epicurus, Sztajnszrajber menyoroti refleksi klasik yang dapat dijadikan mantra harian: bahagia adalah ketika tidak ada yang menyakiti. Konsep ini menegaskan bahwa kebahagiaan tidak selalu berarti kehadiran kesenangan luar biasa, melainkan ketiadaan penderitaan — sebuah kondisi ketenangan batin yang justru sering diabaikan di era serba cepat ini.

Gabriel Rolón: Luka dan Kenangan Adalah Bagian dari Kebahagiaan

Sementara itu, dalam wawancara terpisah dengan LN+, psikoanalis kenamaan Gabriel Rolón menyoroti mitos-mitos kontemporer seputar keutuhan diri. Ia menekankan pentingnya kenangan masa lalu dan resignifikasi — kemampuan seseorang memberi makna baru terhadap pengalaman — dalam pencarian kebahagiaan personal.

"Siempre habrá una herida, una ausencia que se siente a tu lado y que desde algún lugar te emociona con un recuerdo. Pero como el dolor es más fuerte que la felicidad, el recuerdo de un momento feliz es un poco doloroso," ungkap Rolón.

Pernyataan tersebut bermakna bahwa akan selalu ada luka, sebuah kehilangan yang terasa di sisi kita, yang dari sudut tertentu mengharukan kita lewat kenangan. Namun karena rasa sakit lebih kuat daripada kebahagiaan, kenangan akan momen bahagia pun terasa sedikit menyakitkan.

Rolón menegaskan bahwa dibutuhkan keberanian dan kecerdasan luar biasa untuk membangun dunia batin yang merangkul apa yang ia sebut sebagai kebahagiaan yang tidak sempurna. Menurutnya, inilah bentuk kebahagiaan paling realistis yang bisa dicapai manusia.

Kenangan sebagai Tempat Penyimpanan yang Berharga

Lebih jauh, Rolón menggambarkan kenangan sebagai ruang yang sangat khusus dan penuh teka-teki dalam kehidupan manusia.

"El recuerdo es un lugar muy particular y enigmático, porque es el lugar donde guardamos las cosas que hemos perdido para que no se las lleve la muerte para siempre. Y entonces ese lugar es un lugar atesorado," tuturnya, yang berarti kenangan adalah tempat kita menyimpan hal-hal yang telah hilang agar tidak dibawa kematian selamanya — sebuah tempat yang sangat berharga.

Dalam konteks ini, Rolón memperingatkan bahwa masyarakat modern kerap terjebak dalam pencarian solusi ajaib atau instan, padahal kenyataan menuntut kerja batin yang sadar dan berani. Kebahagiaan, tegasnya, bukan produk yang bisa dibeli atau formula yang bisa diterapkan begitu saja.

Pesan Bersama: Merangkul Ketidaksempurnaan

Meski berasal dari disiplin berbeda — filosofi dan psikoanalisis — kedua pemikir ini menyampaikan pesan yang selaras:

  • Kebahagiaan bukan akumulasi — hidup tidak harus selalu soal hasil, keuntungan, dan produktivitas.
  • Ketenangan adalah kemewahan — seperti ajaran Epicurus, tidak adanya penderitaan sudah merupakan bentuk kebahagiaan.
  • Luka adalah bagian dari hidup — kehilangan dan kenangan menyakitkan justru memperkaya makna kebahagiaan.
  • Kebahagiaan tidak sempurna itu nyata — merangkul ketidaksempurnaan membutuhkan keberanian, namun itulah jalan menuju ketenangan sejati.

Refleksi keduanya menjadi pengingat penting di tengah budaya yang memuja hasil instan: bahwa menjadi manusia seutuhnya berarti berani berhenti sejenak, berpikir, mengenang, dan menerima bahwa kebahagiaan sejati justru lahir dari ketidaksempurnaan yang kita rangkul dengan sadar.

[SOCIAL_TWEET]: Filosof Darío Sztajnszrajber & psikoanalis Gabriel Rolón sepakat: kebahagiaan sejati bukan soal produktivitas, melainkan keberanian merangkul ketidaksempurnaan. Baca selengkapnya di Beritadua.com[SOCIAL_TG]: "Bahagia adalah ketika tidak ada yang menyakiti" — mantra Epicurus yang dihidupkan kembali filosof Darío Sztajnszrajber. Sementara psikoanalis Gabriel Rolón mengingatkan: selalu ada luka di sisi kita, dan kebahagiaan tidak sempurna adalah yang paling nyata. Baca artikelnya di Beritadua.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User