Sep 13, 2026
Hukum

FILIPINA — Remulla Usulkan Penyatuan Kembali Mimaropa dan Calabarzon

Sebuah langkah birokrasi berani yang berpotensi merombak peta administratif Filipina kini tengah menjadi sorotan publik. Menteri Dalam Negeri dan Pemerinta

FILIPINA — Remulla Usulkan Penyatuan Kembali Mimaropa dan Calabarzon

Sebuah langkah birokrasi berani yang berpotensi merombak peta administratif Filipina kini tengah menjadi sorotan publik. Menteri Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah (DILG) Filipina, Jonvic Remulla, secara resmi mengusulkan pembubaran Wilayah Mimaropa (Wilayah IV-B) untuk disatukan kembali ke dalam Wilayah Calabarzon (Wilayah IV-A). Langkah radikal ini diklaim sebagai solusi pamungkas guna memangkas alur birokrasi yang berbelit-belit serta mempercepat penyaluran layanan publik ke masyarakat daerah.

Gagasan tersebut dilemparkan Remulla saat menghadiri rapat dengar pendapat Subkomite J Komite Keuangan Senat pada Kamis (10/9). Di hadapan para legislator, Remulla merespons pertanyaan kritis dari Senator Erwin Tulfo mengenai lambatnya efisiensi penanganan pemerintah di wilayah kepulauan. Remulla menilai bahwa pemisahan kedua wilayah yang dilakukan dua dekade lalu justru menciptakan sekat administrasi yang membebankan anggaran negara tanpa memberikan peningkatan kualitas layanan yang signifikan.

Latar Belakang Pemisahan dan Urgensi Reintegrasi

Sebagai catatan sejarah, Wilayah 4 (Tagalog Selatan) secara resmi dipecah menjadi dua wilayah terpisah melalui Instruksi Presiden No. 103 pada tahun 2002. Pemisahan tersebut melahirkan Calabarzon yang berpusat di daratan utama Luzon, serta Mimaropa yang mencakup wilayah kepulauan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemisahan ini justru memicu ketimpangan ekonomi dan efisiensi birokrasi yang memprihatinkan.

"Integrasi kembali Wilayah 4 bukan sekadar efisiensi tata kelola, melainkan bentuk efektivitas kehadiran negara. Kita perlu merampingkan struktur yang tumpang tindih agar bantuan dan layanan dasar dapat menjangkau masyarakat tanpa terhambat sekat administratif," tegas Remulla dalam keterangannya di Senat.

Rencana peleburan ini diproyeksikan akan mengembalikan kejayaan konsolidasi Wilayah 4 sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di Filipina. Remulla menyoroti bahwa keterpisahan Mimaropa kerap membuat koordinasi penanggulangan bencana dan distribusi logistik menjadi lambat, mengingat ketergantungan wilayah kepulauan tersebut pada pusat-pusat pasokan yang sebenarnya berada di wilayah Calabarzon.

Efisiensi Birokrasi vs Tantangan Geografis Kepulauan

Meski mengusung narasi efisiensi anggaran dan percepatan layanan, rencana ini tidak lepas dari analisis kritis para pengamat tata kelola pemerintahan. Penyatuan kembali dua kawasan ini menghadapkan pemerintah pada realitas jurang perbedaan karakteristik geografis dan ekonomi yang sangat kontras.

Kriteria Analisis Wilayah Calabarzon (IV-A) Wilayah Mimaropa (IV-B)
Karakteristik Geografis Daratan utama (Mainland Luzon) Wilayah Kepulauan (Island Provinces)
Fokus Ekonomi Utama Industri, Manufaktur, & Jasa Pertanian, Perikanan, & Pariwisata
Tantangan Utama Kepadatan Penduduk & Kemacetan Aksesibilitas & Logistik Antar-Pulau

Para analis kebijakan publik memperingatkan bahwa pemusatan kembali birokrasi berisiko memunculkan kembali masalah lama: ketimpangan perhatian pembangunan antara wilayah daratan yang maju dan wilayah kepulauan yang terisolasi. Komposisi Mimaropa yang terdiri dari Occidental Mindoro, Oriental Mindoro, Marinduque, Romblon, dan Palawan membutuhkan perhatian khusus yang sangat berbeda dengan kawasan industri Cavite atau Laguna di Calabarzon.

Dampak Terhadap Layanan Publik dan Anggaran Negara

Dari sudut pandang anggaran, penggabungan ini diperkirakan mampu menghemat ratusan juta peso dana operasional kantor regional yang selama ini berdiri sendiri-sendiri. Penghematan tersebut, menurut DILG, dapat dialokasikan langsung untuk pembangunan infrastruktur fisik seperti dermaga, jalan penghubung, serta fasilitas kesehatan di kawasan pesisir.

Senator Erwin Tulfo menyambut baik usulan efisiensi ini, namun mengingatkan agar proses transisi tidak mengorbankan kualitas pelayanan langsung kepada masyarakat tingkat tapak. "Masyarakat di pulau-pulau terdepan tidak boleh merasa makin jauh dari pusat pemerintahan hanya karena kantor regionalnya disatukan," ujar Tulfo menekankan aspek keadilan sosial dalam pembangunan.

Langkah selanjutnya dari usulan ini memerlukan pembahasan mendalam dengan para kepala daerah lokal serta ratifikasi undang-undang baru di Kongres Filipina. Jika berhasil direalisasikan, reintegrasi Wilayah 4 akan menjadi salah satu milestone reformasi birokrasi terbesar di kawasan Asia Tenggara dalam dekade ini.

Menteri DILG Jonvic Remulla menilai peleburan kembali Wilayah IV-A dan IV-B akan mempercepat distribusi layanan publik dan menghemat anggaran operasional. Simak analisis mendalam mengenai dampak penggabungan wilayah kepulauan dan daratan ini. Baca selengkapnya di Beritadua.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User