Sep 23, 2026
Bisnis

Dukungan Psikologis PNM Pasca Gempa Flores 7,7 SR

Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026 pukul 06.00 WITA tidak hanya meninggalkan kerusakan infrastruktur fisik, tetapi juga dampak psikologis mendala...

Dukungan Psikologis PNM Pasca Gempa Flores 7,7 SR

Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026 pukul 06.00 WITA tidak hanya meninggalkan kerusakan infrastruktur fisik, tetapi juga dampak psikologis mendalam bagi masyarakat setempat. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 22 September 2026, jumlah korban jiwa mencapai 142 orang, dengan 66,2 persen di antaranya meninggal di lokasi pengungsian akibat komplikasi penyakit kronis dan keterbatasan layanan kesehatan.

Dalam konteks pemulihan pascabencana, aspek psikologis sering kali menjadi komponen yang terlupakan namun memiliki dampak signifikan terhadap kecepatan pemulihan ekonomi masyarakat. PT Permodalan Nasional Madani (Persero), melalui program PNM Peduli, menginisiasi program trauma healing bagi karyawan dan nasabah terdampak di tiga kecamatan: Ruteng, Reok, dan Soa. Langkah ini menunjukkan pemahaman bahwa pemulihan ekonomi berkelanjutan membutuhkan fondasi kesehatan mental yang kuat.

Dampak Psikologis terhadap Produktivitas Ekonomi

Di satu sisi, trauma psikologis pasca bencana dapat menurunkan produktivitas kerja secara signifikan. Studi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa individu yang mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD) mengalami penurunan produktivitas kerja rata-rata 20-30 persen selama tiga bulan pertama pasca kejadian. Kondisi ini berpotensi menciptakan siklus negatif: menurunnya pendapatan, terhambatnya pemulihan usaha, dan tertundanya aktivitas ekonomi produktif.

Di sisi lain, intervensi psikologis yang tepat waktu dapat mempercepat pemulihan produktivitas. Program trauma healing yang diinisiasi PNM menggunakan teknik-teknik terbukti secara klinis, seperti pengaturan napas, latihan fokus, dan butterfly hug. Teknik-teknik ini membantu individu mengelola respons stres dan meningkatkan kemampuan kognitif untuk kembali beraktivitas.

"Yang paling berkesan itu butterfly hug. Rasanya lega sekali, karena kami diajarkan cara menenangkan diri sendiri tanpa harus menunggu orang lain," ujar Fitri, karyawan unit PNM terdampak yang mengikuti kegiatan tersebut.

Skala Pemulihan dan Jangkauan Program

PNM memberikan pendampingan kepada sekitar 250 karyawan unit terdampak dan lebih dari 700 nasabah melalui kegiatan bertajuk "Bangkit Berusaha". Angka ini merupakan langkah awal yang signifikan mengingat cakupan wilayah terdampak yang luas. Pendampingan psikologis dikemas secara interaktif dan humanis, mengajak para nasabah berbagi cerita, mengekspresikan emosi, serta membangun kembali kepercayaan diri untuk melanjutkan usaha.

Pro: Pendekatan PNM mengintegrasikan pembiayaan dan pemberdayaan, sehingga program trauma healing tidak berdiri sendiri tetapi terhubung dengan upaya pemulihan usaha nasabah. Model ini sesuai dengan prinsip inklusi keuangan yang holistik, di mana pemulihan ekonomi harus dimulai dari pemulihan kapasitas individu.

Kontra: Skala program masih terbatas dibandingkan kebutuhan di lapangan. Dengan 142 korban jiwa dan ribuan pengungsi, distribusi bantuan psikologis perlu diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah terdampak.

Konteks Makro: Resiliensi UMKM Pascabencana

Per 30 Juni 2026, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp32,3 triliun dengan kelolaan nasabah aktif sebanyak 12,4 juta nasabah Mekaar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.961.104 nasabah berhasil naik kelas dan memiliki pendapatan tambahan sejak 2022. Capaian ini menunjukkan bahwa portofolio PNM memiliki ketahanan fundamental yang kuat, meskipun menghadapi risiko bencana alam.

Dalam perspektif manajemen risiko, bencana alam merupakan faktor eksternal yang tidak terhindarkan namun dapat dimitigasi. Program trauma healing merupakan bagian dari strategi mitigasi non-finansial yang berfokus pada pemulihan modal sosial masyarakat. Modal sosial yang kuat menjadi buffer bagi UMKM untuk bangkit dari keterpurukan dan menjaga keberlanjutan usaha.

Data BPS menunjukkan bahwa kontribusi UMKM terhadap PDB nasional mencapai 61,07 persen pada 2025. Di tingkat daerah, proporsi ini bisa lebih tinggi, terutama di wilayah dengan sektor pertanian dan perdagangan sebagai penopang utama perekonomian. Oleh karena itu, pemulihan kapasitas pelaku UMKM pasca bencana bukan sekadar masalah kemanusiaan, tetapi juga masalah strategis bagi stabilitas ekonomi regional.

Proyeksi dan Rekomendasi Kebijakan

Mengacu pada pengalaman penanganan bencana sebelumnya, pemulihan ekonomi di wilayah terdampak gempa membutuhkan waktu rata-rata 12-18 bulan untuk kembali ke kondisi pra-bencana. Dalam periode ini, peran lembaga keuangan seperti PNM menjadi krusial untuk menjaga likuiditas dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha terdampak.

Di satu sisi, PNM perlu memastikan kontinuitas layanan pembiayaan bagi nasabah terdampak melalui skema restrukturisasi kredit yang fleksibel. Di sisi lain, program pemberdayaan perlu diperkuat agar nasabah memiliki kapasitas baru untuk beradaptasi dengan kondisi pascabencana. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta, menjadi kunci untuk memperluas jangkauan dan dampak program.

Sebagai entitas negara yang bergerak di sektor pembiayaan ultra mikro, PNM memiliki posisi strategis untuk menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi pasca bencana di NTT. Komitmen "Jaga Diri Jaga Kawan Jaga PNM" yang diusung oleh Direktur Utama Kindaris mencerminkan kesadaran akan tanggung jawab sosial yang melekat pada operasional bisnis perusahaan.

Kesimpulannya, program trauma healing PNM merupakan langkah konkret yang menjembatani kebutuhan psikologis dan ekonomi masyarakat pasca bencana. Keberhasilan program ini diukur tidak hanya dari jumlah peserta yang terlibat, tetapi juga dari kemampuan nasabah untuk kembali menjalankan usaha dan berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi daerah. Dalam jangka panjang, pendekatan holistik seperti ini berpotensi menjadi model bagi lembaga keuangan lain dalam menangani dampak bencana terhadap portofolio dan nasabahnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User