Destry Damayanti Resmi Jabat Pejabat Sementara Gubernur BI

Bank Indonesia memasuki babak kepemimpinan sementara dengan ditunjuknya Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara. Penunjukan ini memastikan kelangsungan pengambilan k...

Jul 28, 2026 - 06:56
0 0
Destry Damayanti Resmi Jabat Pejabat Sementara Gubernur BI

Bank Indonesia memasuki babak kepemimpinan sementara dengan ditunjuknya Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara. Penunjukan ini memastikan kelangsungan pengambilan keputusan strategis di bank sentral, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang masih belum sepenuhnya stabil. Destry bukanlah wajah baru di gedung segitiga emas BI; ia telah menjadi bagian integral dari jajaran direksi sejak dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior pada tahun 2019.

Pendidikan dan Akar Karier di Dunia Ekonomi

Perjalanan Destry di dunia ekonomi dan keuangan dimulai dari bangku kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ketertarikannya pada isu makroekonomi dan pasar keuangan membawanya menekuni bidang yang kelak menjadi fondasi kariernya. Selepas meraih gelar sarjana, ia tidak langsung berkutat di birokrasi, melainkan memilih jalur profesional di sektor perbankan dan pasar modal, sebuah keputusan yang memberinya perspektif praktis tentang bagaimana kebijakan moneter bekerja di lapangan.

Naluri analitisnya terasah saat meniti karier di Bank Danamon sebagai ekonom. Perannya dalam membaca indikator makro—mulai dari inflasi, nilai tukar, hingga pertumbuhan kredit—menjadi bekal berharga. Ia tidak hanya menganalisis data, tetapi juga memahami transmisi kebijakan moneter ke sektor riil, sebuah sudut pandang yang sering kali luput dari para teknokrat murni.

Dari Regulator Pasar Modal hingga Otoritas Perbankan

Lompatan signifikan dalam kariernya terjadi saat ia dipercaya sebagai Kepala Riset dan kemudian menjabat posisi strategis di Mandiri Sekuritas. Di sana, ia tidak hanya mengamati, tetapi juga ikut membentuk persepsi pasar. Transisi dari analis menjadi regulator terjadi saat ia diangkat sebagai komisaris di beberapa BUMN keuangan, memperkuat pemahamannya tentang tata kelola korporasi dan pengawasan sektor jasa keuangan.

Puncak kariernya di ranah pengawasan adalah ketika ia menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di posisi ini, ia bertanggung jawab atas stabilitas sistem perbankan nasional, mengawasi puluhan bank dengan total aset ribuan triliun rupiah. Pengalamannya menangani bank-bank bermasalah dan memperkuat ketahanan permodalan menjadi nilai plus yang sangat dihargai. Di masa itu, ia juga kerap menjadi jembatan antara regulator, pelaku industri, dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang realitis.

Kiprah sebagai Deputi Gubernur Senior dan Kebijakan Moneter

Ketika kembali ke Bank Indonesia sebagai Deputi Gubernur Senior pada 2019, Destry langsung menghadapi ujian berat: pandemi Covid-19. Bersama jajaran direksi lainnya, ia menjadi bagian dari tim yang merumuskan kebijakan burden sharing dan quantitative easing ala Indonesia, di mana BI membeli Surat Berharga Negara dari pasar perdana untuk mendanai defisit APBN. Langkah yang awalnya kontroversial ini terbukti menjaga stabilitas pasar keuangan dan mencegah krisis lebih dalam.

Selama lima tahun terakhir, fokusnya meluas ke arah pendalaman pasar uang, digitalisasi sistem pembayaran, dan integrasi keuangan inklusif. Sebagai Deputi Gubernur Senior, ia juga menggawangi arah kebijakan moneter bersama Gubernur Perry Warjiyo, khususnya dalam merespons ketidakpastian global akibat pengetatan moneter agresif oleh The Fed.

Tantangan Menjaga Stabilitas di Masa Transisi

Sebagai Pejabat Gubernur Sementara, Destry mewarisi sejumlah pekerjaan rumah yang tidak ringan. Rupiah masih rentan terhadap volatilitas aliran modal asing, inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) masih menjadi momok tahunan, sementara pertumbuhan kredit harus dijaga agresivitasnya untuk mendorong PDB tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.

Di satu sisi, fundamental ekonomi domestik menunjukkan perbaikan. Cadangan devisa berada di level aman, rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan rendah, dan inflasi inti terjaga. Namun di sisi lain, ketegangan geopolitik, potensi capital outflow, dan masih tingginya ketergantungan pada konsumsi domestik menjadi risiko yang membutuhkan navigasi presisi. Destry dikenal sebagai sosok yang market-friendly namun tetap memegang teguh independensi bank sentral, sebuah kombinasi yang diharapkan dapat menjaga kepercayaan pelaku pasar.

Di bawah komandonya, Rapat Dewan Gubernur bulanan akan tetap menjadi sorotan utama. Apakah ia akan mempertahankan stance moneter pro-stability atau mulai memberi sinyal akomodatif demi mendorong pertumbuhan? Jawabannya akan sangat bergantung pada data inflasi terbaru, pergerakan rupiah, dan perkembangan fiskal pemerintah. Pengalamannya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan juga memungkinkannya untuk lebih cermat membaca risiko di sektor keuangan, menghindari terulangnya krisis seperti yang pernah melanda negeri ini puluhan tahun silam.

Penunjukan ini juga memberi sinyal kontinuitas. Destry bukan sekadar pengisi kekosongan, melainkan teknokrat yang telah terbukti kemampuannya dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan. Dengan masa tugas yang belum diketahui batas waktunya, ia diharapkan mampu menjaga suhu perekonomian tetap hangat, namun tidak terbakar oleh inflasi, dan mendingin secukupnya, namun tidak sampai membekukan kredit—sebuah tindakan penyeimbang yang rumit di tengah pusaran ekonomi global yang masih jauh dari kata tenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User