Destry Damayanti Jaga Stabilitas Moneter usai Perry Warjiyo Mundur
Jakarta, – Keputusan mengejutkan datang dari Bank Indonesia (BI) setelah Gubernur Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya. Namun, Penjabat Gubernur BI, Destry Damayanti, segera bergerak cepa...
Jakarta, – Keputusan mengejutkan datang dari Bank Indonesia (BI) setelah Gubernur Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya. Namun, Penjabat Gubernur BI, Destry Damayanti, segera bergerak cepat untuk meredam kekhawatiran pelaku pasar. Dalam pernyataan resmi, ia menegaskan bahwa kebijakan bank sentral akan tetap konsisten dan terarah, terutama dalam menjaga pergerakan nilai tukar rupiah. Langkah ini diambil untuk memastikan transisi kepemimpinan tidak menimbulkan guncangan pada stabilitas sistem keuangan nasional.
Destry yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI, kini memegang kendali sementara hingga presiden menunjuk gubernur definitif. Ia menekankan bahwa seluruh instrumen moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran akan berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan. "Tidak ada perubahan fundamental dalam stance kebijakan kami," ujarnya, seraya menambahkan bahwa fokus utama tetap pada pengendalian inflasi dan stabilitas rupiah.
Stabilitas Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Pasar keuangan sempat bereaksi negatif terhadap kabar mundurnya Perry Warjiyo, yang selama ini dianggap sebagai arsitek utama respons BI dalam menghadapi gejolak global. Rupiah sempat melemah tipis di pembukaan perdagangan, sebelum akhirnya kembali menguat setelah pernyataan Destry beredar. Para analis menilai, respons cepat ini krusial untuk mencegah spekulasi liar yang dapat memicu capital outflow. Destry menegaskan bahwa cadangan devisa Indonesia masih berada di level aman, yakni sekitar 140 miliar dolar AS, cukup untuk menopang ketahanan eksternal.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa BI akan tetap melanjutkan strategi triple intervention di pasar valas, surat berharga negara, dan operasi moneter. "Langkah ini bukan hal baru; kami hanya memastikan pelaksanaannya semakin presisi," kata Destry. Pihaknya juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna menjaga sinergi fiskal dan moneter.
Respon Pasar dan Pandangan Ekonom
Reaksi pasar terhadap masa transisi ini cenderung terkendali. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,47 persen pada sesi pertama, sementara imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun tipis ke level 6,85 persen. Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Rachman, menilai bahwa pasar sudah memperhitungkan kemungkinan pergantian pucuk pimpinan BI. "Yang terpenting adalah konsistensi kebijakan, dan Destry adalah figur yang sangat memahami kompleksitas moneter kita. Pasar tidak perlu panik berlebihan," jelasnya.
Di sisi lain, beberapa pelaku pasar mengkhawatirkan potensi perubahan preferensi kebijakan jika gubernur definitif nanti berasal dari luar lingkaran BI yang memiliki pandangan lebih akomodatif terhadap tekanan politik. Namun, Destry memastikan independensi bank sentral tetap dijunjung tinggi. Ia merujuk pada Undang-Undang BI yang menjamin otonomi dalam menetapkan sasaran moneter.
Langkah Konkret Penguatan Rupiah
Untuk memperkuat rupiah, BI terus melakukan operasi pasar terbuka dan lelang SBBI secara agresif. Dalam dua pekan terakhir, net absorption likuiditas mencapai Rp42 triliun, yang secara langsung menopang sentimen terhadap aset berdenominasi rupiah. Destry juga memberikan sinyal bahwa suku bunga acuan BI rate di level 6,25 persen akan dipertahankan dalam rapat dewan gubernur mendatang, setidaknya hingga ada tanda-tanda penurunan inflasi inti yang lebih signifikan.
Data terbaru menunjukkan inflasi inti berada di 2,3 persen secara tahunan, masih dalam rentang target BI 2–4 persen. Meski begitu, risiko global dari kebijakan proteksionis negara maju dan eskalasi tensi geopolitik tetap menjadi bayang-bayang. "Kami terus memonitor setiap perkembangan dan siap menempuh langkah yang diperlukan, termasuk penyesuaian suku bunga jika capital outflow mengancam stabilitas rupiah," tegas Destry.
Sejumlah pengamat memprediksi bahwa tekanan terhadap rupiah akan mereda seiring dengan selesainya periode ketidakpastian politik. Penunjukan gubernur BI yang baru diharapkan dapat segera dilakukan untuk memberikan kepastian kelembagaan. Hingga saat itu, Destry berkomitmen menjalankan tugasnya tanpa gangguan, menjaga komunikasi yang transparan dengan semua pemangku kepentingan.
Ke depan, bank sentral akan merilis laporan proyeksi makroekonomi kuartalan yang lebih rinci, guna memberikan panduan bagi investor. Destry juga membuka kemungkinan untuk mengadakan investor gathering khusus guna menjelaskan arah kebijakan secara langsung. "Stabilitas adalah komitmen kami, bukan hanya untuk kepentingan pasar, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.
Comments (0)