Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Pejabat Gubernur BI Sementara

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) resmi menunjuk Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo yang disampaikan seca...

Jul 28, 2026 - 06:58
0 0
Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Pejabat Gubernur BI Sementara

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) resmi menunjuk Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo yang disampaikan secara mendadak pada Selasa petang. Keputusan ini diambil dalam rapat Dewan Gubernur darurat untuk menjaga kontinuitas fungsi otoritas moneter di tengah tekanan eksternal yang masih membayangi perekonomian nasional.

Destry Damayanti akan memegang kendali penuh atas kebijakan moneter, sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan hingga Presiden menunjuk gubernur definitif melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia. Langkah ini segera direspons pasar dengan pergerakan terbatas rupiah yang sempat melemah 0,28% ke level Rp15.720 per dolar AS, sebelum kembali menguat tipis setelah pernyataan resmi BI.

Profil dan Rekam Jejak Destry Damayanti

Destry Damayanti bukan nama baru di lingkar pengambil kebijakan ekonomi nasional. Perempuan kelahiran Jakarta ini menyelesaikan studi S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, kemudian meraih gelar Master dan Doktor di bidang ekonomi moneter dari universitas ternama di Amerika Serikat. Sebelum bergabung dengan BI, ia meniti karier sebagai analis senior di lembaga keuangan internasional dan pernah menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan.

Di BI, Destry dipercaya memimpin berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Deputi Gubernur Bidang Moneter dan Deputi Gubernur Senior sejak 2020. Ia dikenal sebagai figur teknokrat yang piawai mengomunikasikan kebijakan kepada pelaku pasar, sekaligus memiliki ketegasan dalam menjaga independensi bank sentral. Pengalamannya dalam merespons dampak pandemi COVID-19 terhadap sektor keuangan dianggap menjadi modal penting untuk menghadapi sisa ketidakpastian global tahun ini.

Pergeseran di Tengah Dinamika Makroekonomi

Pengunduran diri Perry Warjiyo terjadi pada saat yang cukup sensitif. Bank Indonesia baru saja menahan suku bunga acuan BI-Rate di level 6,00% selama empat bulan berturut-turut, setelah periode agresif menaikkan suku bunga sebesar 275 basis poin sepanjang 2023-2024 untuk meredam inflasi dan menjaga stabilitas rupiah. Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2025 tercatat sebesar 2,9% secara year-on-year, masih dalam rentang target, namun risiko imported inflation dari kenaikan harga energi global terus menjadi perhatian.

Di sisi lain, data neraca perdagangan Februari menunjukkan surplus US$2,1 miliar, ditopang oleh ekspor komoditas yang tetap solid. Namun, aliran modal asing keluar (capital outflow) dari pasar obligasi domestik mencapai Rp12,4 triliun dalam sepekan terakhir, mencerminkan sikap wait and see investor terhadap transisi kepemimpinan BI. Cadangan devisa per akhir Maret berada di posisi US$140,3 miliar, setara dengan 7,1 bulan impor, memberikan bantalan likuiditas yang cukup.

Ekspektasi Pasar dan Sinyal Kebijakan Awal

Pelaku pasar merespons penunjukan Plt Gubernur dengan volatilitas yang terukur. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) seri acuan 10 tahun naik 5 basis poin ke level 6,78%, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,4% ke posisi 7.340. Analis menilai pasar akan mencermati setiap pernyataan Destry pada hari-hari pertama masa jabatannya.

Dalam keterangan pers perdananya, Destry menegaskan bahwa arah kebijakan moneter tetap difokuskan pada stabilitas rupiah dan pengendalian inflasi. Ia tidak memberikan indikasi perubahan suku bunga dalam waktu dekat, namun menyebut akan memperdalam koordinasi dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi. “Fundamental ekonomi kita cukup kuat, dan sinergi fiskal-moneter menjadi kunci menghadapi dinamika global,” ujar Destry.

Proyeksi dan Agenda ke Depan

Para ekonom memperkirakan BI di bawah komando Destry Damayanti akan mempertahankan stance kebijakan yang hati-hati. Rapat Dewan Gubernur bulanan yang dijadwalkan pekan depan menjadi momen krusial untuk membaca preferensi Plt Gubernur terhadap ruang pelonggaran moneter. Dengan inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 diproyeksi 5,05% year-on-year, sebagian analis melihat peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada semester kedua jika rupiah stabil.

Sementara itu, agenda utama Destry meliputi percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS antarnegara dan perluasan instrumen pendalaman pasar keuangan. Stabilitas sistem keuangan juga menjadi perhatian, terutama terkait rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan yang berada di level 2,1% per Februari 2025, sedikit membaik dari posisi tahun sebelumnya. Transisi kepemimpinan ini diharapkan berjalan mulus tanpa mengganggu kredibilitas BI sebagai penjaga stabilitas moneter nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User