Sep 13, 2026
Hukum

DENPASAR — Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan LPG 3 Kg Aman

Di tengah riuk pikuk Kota Denpasar yang berpacu dengan ritme ritual adat dan aktivitas ekonomi, desas-desus kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung

DENPASAR — Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan LPG 3 Kg Aman

Di tengah riuk pikuk Kota Denpasar yang berpacu dengan ritme ritual adat dan aktivitas ekonomi, desas-desus kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram sempat memicu keresahan warga pada pertengahan September 2026. Keluhan meletup dari sejumlah pangkalan yang mengaku pasokan mereka tersendat sejak 11 September 2026. Namun, investigasi lapangan memperlihatkan gambaran yang berbeda: tabung melon hijau tersebut bukan menghilang, melainkan sedang dikonsolidasikan secara masif ke titik-titik krusial demi menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen akhir.

Menelusuri Akar Kelangkaan: Taktik Pengalihan Alokasi

Tim liputan Beritadua.com menelusuri alur distribusi pasokan dari agen hingga ke tangan konsumen. Temuan di lapangan mengindikasikan bahwa penyesuaian volume di tingkat pangkalan reguler merupakan dampak dari kebijakan taktis. Sebagian kuota LPG bersubsidi sengaja dialihkan sementara untuk mendukung program Pasar Murah dan Operasi Pasar yang digagas bersama Pemerintah Kota Denpasar.

Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan permintaan energi rumah tangga menjelang periode Dewasa—sebuah rentang waktu penting dalam kalender Bali di mana aktivitas sosial dan ritual adat masyarakat meningkat drastis. Penyesuaian distribusi ini memang sempat mengejutkan beberapa pengelola pangkalan, namun Pertamina menegaskan bahwa secara akumulatif, pasokan energi di wilayah Denpasar berada pada level sangat aman.

“Kami memahami adanya keluhan dari pangkalan terkait penyesuaian alokasi untuk mendukung kegiatan Pasar Murah. Namun, berdasarkan pemantauan di lapangan, penyaluran LPG 3 Kg dari agen ke pangkalan tetap berjalan normal dan ketersediaan stok masih terpantau aman,” ujar Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.

Operasi Pasar di Tengah Padatnya Upacara Adat

Strategi pengalihan pasokan ini menyasar langsung titik-titik pemukiman melalui skema Operasi Pasar yang terintegrasi. Pemerintah Kota Denpasar bersama Pertamina memetakan wilayah sasaran berdasarkan rekomendasi dari pihak kecamatan hingga tingkat desa atau kelurahan. Langkah ini memastikan warga yang membutuhkan dapat membeli gas bersubsidi tanpa harus tertahan oleh aksi spekulasi harga di tingkat pengecer informal.

Jalur Distribusi Mekanisme Penyaluran Skala dan Jangkauan
Pangkalan Reguler Pasokan rutin harian dari agen Terdiri dari 268 pangkalan di Denpasar Utara
Pasar Murah / Operasi Pasar Penyesuaian kuota situasional Mencakup 44 lokasi (12 titik per hari)

Sepanjang bulan September 2026, intervensi pasar telah menjangkau sedikitnya 44 titik lokasi yang tersebar secara merata. Di setiap kecamatan, intervensi dilakukan secara serentak di tiga titik per hari, atau total 12 titik operasi setiap harinya. Pola penetrasi yang intensif ini dirancang untuk memecah konsentrasi antrean dan membendung potensi kenaikan harga di luar ketentuan.

Membentengi Harga Eceran Tertinggi

Penetrasi pasar ini bukan sekadar urusan membagi tabung gas, melainkan instrumen untuk menegakkan regulasi Harga Eceran Tertinggi (HET). Ketika permintaan melonjak akibat kesibukan ritual adat, risiko permainan harga oleh pihak tak bertanggung jawab meningkat tajam. Melalui Pasar Murah, masyarakat mendapatkan jaminan harga resmi yang disetujui pemerintah.

Pertamina menegaskan bahwa rantai pasok utama tidak mengalami kendala teknis maupun operasional. Khusus di wilayah Denpasar Utara, keberadaan 268 pangkalan resmi tetap menjadi tulang punggung pemenuhan energi harian masyarakat. Pengawasan berlapis terus dilakukan dari tingkat depot pengisian hingga ke rantai pangkalan terdepan.

Dengan keterlibatan aktif otoritas daerah dan transparansi alokasi, kegelisahan warga Denpasar perlahan terurai. Pertamina Patra Niaga memastikan sinergi ini akan terus berlanjut sepanjang dinamika kebutuhan energi masyarakat Bali fluktuatif, menjaga tabung 3 kilogram tetap tepat sasaran dan terjangkau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User