Calon Tunggal Gubernur BI dan Taruhannya bagi Stabilitas Moneter

Berdasarkan data Bank Indonesia per akhir Juni 2025, inflasi Indeks Harga Konsumen tercatat 1,87% year-on-year, masih berada di dalam kisaran sasaran 2,5% plus minus 1%. Sementara itu, Badan Pusat Sta...

Aug 11, 2026 - 06:14
0 1
Calon Tunggal Gubernur BI dan Taruhannya bagi Stabilitas Moneter

Berdasarkan data Bank Indonesia per akhir Juni 2025, inflasi Indeks Harga Konsumen tercatat 1,87% year-on-year, masih berada di dalam kisaran sasaran 2,5% plus minus 1%. Sementara itu, Badan Pusat Statistik melaporkan ekonomi tumbuh 4,87% year-on-year pada kuartal I-2025, dengan rupiah bergerak di kisaran Rp16.200 hingga Rp16.500 per dolar AS dan cadangan devisa sekitar US$150 miliar. Di tengah fundamental makroekonomi yang relatif terjaga tersebut, perhatian publik beralih ke sisi kelembagaan: Destry Damayanti disebut menjadi calon tunggal Gubernur Bank Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Destry bukanlah sosok baru di lingkungan bank sentral.

Pernyataan itu penting dibaca dalam kerangka kebijakan. Jabatan Gubernur BI menentukan arah suku bunga acuan, pengendalian likuiditas, serta stabilitas nilai tukar. Karena itu, siapa pun yang menduduki posisi tersebut akan langsung memengaruhi sentimen pasar, biaya dana perbankan, hingga valuasi aset keuangan domestik.

Rekam Jejak: Bukan Figur Baru di Bank Sentral

Destry Damayanti saat ini menjabat Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, posisi yang diembannya sejak 2019. Sebelumnya, ia membangun karier lebih dari dua dekade di sektor keuangan, termasuk sebagai ekonom di perbankan nasional dan pernah berkiprah di Lembaga Penjamin Simpanan. Latar belakang tersebut membuatnya akrab dengan kerangka bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang menjadi tiga pilar utama bank sentral.

Bagi pasar, faktor pengalaman ini relevan. Transisi kepemimpinan di bank sentral kerap menimbulkan kekhawatiran akan perubahan arah kebijakan yang mendadak. Dengan figur internal yang telah teruji, risiko kejutan kebijakan dinilai lebih kecil. Dalam bahasa sederhana, pasar tidak perlu menebak ulang cara berpikir pemegang kebijakan yang baru.

Di Satu Sisi: Kepastian Menenangkan Sentimen Pasar

Dari perspektif pertama, status calon tunggal memberi kepastian. Proses suksesi yang tidak berbelit mengurangi ketidakpastian yang biasanya tercermin pada imbal hasil Surat Berharga Negara dan pergerakan portofolio asing. BI Rate sempat berada di level 5,75% setelah pemangkasan pada Januari 2025, dan tren pelonggaran yang terukur membutuhkan konsistensi komunikasi agar tidak memicu capital outflow, yakni keluarnya dana asing dari pasar domestik secara cepat.

Dukungan pemerintah juga terlihat eksplisit.

'Yang bersangkutan bukan orang baru. Beliau sudah lama berkiprah dan dikenal di lingkungan Bank Indonesia,' ujar Airlangga Hartarto merespons pencalonan tersebut.
Bagi sebagian analis, pernyataan semacam ini berfungsi sebagai jaminan silang antara otoritas fiskal dan moneter bahwa koordinasi kebijakan akan berjalan mulus, setidaknya pada masa transisi.

Di Sisi Lain: Minimnya Pembanding Mengundang Pertanyaan

Namun, dari perspektif kedua, mekanisme calon tunggal menyisakan catatan. Tanpa kandidat pembanding, ruang uji kepatutan di parlemen berpotensi menyempit menjadi formalitas. Padahal, fit and proper test idealnya menjadi ajang menggali visi calon secara mendalam, mulai dari sikap terhadap independensi bank sentral hingga strategi menghadapi tekanan eksternal seperti arah kebijakan The Fed dan volatilitas harga komoditas global.

Sejumlah pengamat juga mengingatkan bahwa kedekatan dengan pemerintah tidak boleh mengikis independensi. Kredibilitas bank sentral di mata investor global sangat ditentukan oleh persepsi bahwa keputusan suku bunga diambil berdasarkan data, bukan tekanan politik. Rasio kepercayaan ini memang sulit diukur, tetapi dampaknya nyata terhadap arus modal masuk dan premi risiko yang harus dibayar negara.

Proyeksi: Warisan Kebijakan dan Pekerjaan Rumah

Ke depan, siapa pun gubernur terpilih akan mewarisi tiga pekerjaan rumah. Pertama, menjaga inflasi tetap dalam sasaran sambil mendorong pertumbuhan menuju kisaran 5% atau lebih. Kedua, memperkuat stabilisasi rupiah yang sempat menembus level Rp16.800 per dolar AS pada April 2025 akibat gejolak kebijakan tarif global. Ketiga, memperdalam pasar keuangan domestik agar likuiditas tidak bergantung secara berlebihan pada dana asing yang mudah berbalik arah.

Pada akhirnya, pencalonan tunggal Destry Damayanti menyimpan dua sisi yang sama kuatnya. Di satu sisi, kontinuitas dan pengalaman menjadi modal untuk meredam gejolak serta menjaga proyeksi kebijakan tetap dapat diprediksi. Di sisi lain, keterbukaan proses dan independensi kelembagaan tetap harus dijaga agar fundamental bank sentral tidak tergerus. Bagi pelaku pasar, sinyal terpenting bukan sekadar siapa yang memimpin, melainkan bagaimana kebijakan dijalankan secara konsisten, transparan, dan berbasis data.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User