Bosowa Peduli Kembali Gelar Khitan Gembira, Hadirkan Teknik Laser Modern Tanpa Rasa Sakit
**Makassar** – Program sosial tahunan kembali hadir di jantung Kota Makassar. Bertempat di Menara Bosowa, Jalan Jenderal Sudirman, Bosowa Peduli menggelar Khitan Gembira Siswa Berprestasi Volume II pada Jumat (3/6/2026). Mengusung konsep khitan yang menyenangkan, kegiatan ini menyasar 100 peserta, melonjak dari capaian tahun sebelumnya yang hanya menjangkau 75 anak.
Direktur Bosowa Peduli, Hafid Timor Mas’ud, menegaskan bahwa esensi program ini jauh melampaui sekadar tindakan medis. Pihaknya ingin merombak stigma lama yang melekat di benak anak.
> “Program ini ingin memberikan pemahaman bahwa khitan bukan sesuatu yang menakutkan, tetapi menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menandai langkah anak menuju kedewasaan sebagai seorang muslim,” ujar Hafid.
Seluruh pembiayaan kegiatan murni bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun oleh Bosowa Peduli. Uniknya, sasaran program ini tidak hanya terbatas pada anak dari kalangan kurang mampu. Siswa berprestasi turut menjadi target utama sebagai wujud apresiasi sekaligus investasi sumber daya manusia bagi generasi penerus bangsa.
Untuk memastikan kenyamanan psikologis, panitia tidak hanya fokus pada aspek fisik. Bosowa Peduli menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Bosowa guna memberikan pendampingan mental sebelum proses tindakan. Pendekatan ini juga melibatkan para orang tua agar mereka lebih tenang dan tidak panik selama sang buah hati menjalani prosedur medis.
Kolaborasi strategis turut melibatkan Barru Barokah Properti dan Manajemen Menara Bosowa. Antusiasme warga terpantau melonjak drastis. Direktur Barru Barokah Properti, Arif Wahyudi, mengungkapkan bahwa target pendaftaran yang semula direncanakan terpenuhi dalam empat hari, justru berhasil ditutup hanya dalam waktu dua hari.
> “Peserta berasal dari anak karyawan Bosowa dan masyarakat sekitar, khususnya di Kecamatan Ujung Pandang dan Kelurahan Pisang Utara. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap program khitan gratis sangat besar,” katanya.
Dari sisi teknis medis, inovasi menjadi kunci utama. Proses khitan massal kali ini menggunakan teknik laser modern yang gadang mampu meminimalkan trauma pada anak. Keunggulan metode ini sangat signifikan: tanpa jahitan, tanpa perban, serta dalam sejumlah kasus bahkan tidak memerlukan suntikan bius. Para peserta pun tak perlu khawatir akan proses pemulihan yang rumit. anak diizinkan langsung mengenakan celana seusai tindakan dan sudah bisa mandi pada keesokan harinya dengan tetap memerhatikan prosedur perawatan luka.
Tenaga medis pelaksana khitan, Muhammad Fadjri, membenarkan bahwa teknik ini mematahkan bayangan menakutkan soal sunat yang selama ini menghantui anak. Menurutnya, tingkat presisi laser tidak hanya menghilangkan rasa sakit berlebih, tetapi juga secara drastis memangkas durasi pemulihan sehingga pasien cilik dapat kembali beraktivitas lebih cepat.
Rangkaian acara Khitan Gembira ini tak hanya berisi prosesi sunat massal. Laporan terbaru yang dihimpun media kami menyebutkan adanya sesi pemeriksaan kesehatan umum, booth layanan kesehatan dari Primaya Hospital, hingga gelaran *talkshow* edukatif bagi para orang tua. Materi yang dibahas cukup krusial, meliputi bahaya batu saluran kemih, infeksi saluran kemih, serta tips perawatan optimal pascaoperasi.
Dengan memadukan sentuhan psikologis dan kecanggihan teknologi medis, program ini menjadi bukti nyata bahwa khitan bisa dikemas menjadi momen tumbuh kembang anak yang humanis dan bebas trauma. Komitmen para pihak yang terlibat diharapkan dapat terus memutus rantai ketakutan anak terhadap dunia medis sekaligus mencetak generasi muslim yang sehat dan tangguh.
Comments (0)