Oct 12, 2026
Bisnis

Biro Umrah Gabungkan Ibadah dan Nonton Timnas di Piala Asia

Berdasarkan data industri perjalanan religius per awal 2025, sejumlah biro perjalanan umrah di Indonesia mulai menawarkan paket yang menggabungkan ibadah di Tanah Suci dengan menonton pertandingan Tim...

Biro Umrah Gabungkan Ibadah dan Nonton Timnas di Piala Asia

Berdasarkan data industri perjalanan religius per awal 2025, sejumlah biro perjalanan umrah di Indonesia mulai menawarkan paket yang menggabungkan ibadah di Tanah Suci dengan menonton pertandingan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027. Fenomena ini muncul seiring meningkatnya animo masyarakat terhadap sepak bola nasional, terutama setelah berbagai pencapaian Tim Garuda dalam beberapa tahun terakhir. Paket kombinasi ini menjadi tren baru dalam lanskap bisnis travel syariah yang sebelumnya lebih berfokus pada perjalanan ibadah murni.

Kenaikan Permintaan Paket Kombinasi

Di satu sisi, sejumlah pelaku industri melaporkan adanya kenaikan permintaan terhadap paket yang menggabungkan ibadah umrah dengan wisata olahraga. Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi menjadi magnet tersendiri karena lokasinya yang berdekatan dengan kota-kota suci seperti Mekkah dan Madinah. Paket ini umumnya mencakup penerbangan, akomodasi di hotel sekitar Masjidil Haram, transportasi ke stadion, serta tiket pertandingan. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp35 juta hingga Rp75 juta per peserta, tergantung lama tinggal dan kelas hotel.

Di sisi lain, muncul pula kekhawatiran bahwa penggabungan dua aktivitas yang sangat berbeda—ibadah dan hiburan olahraga—berpotensi mengaburkan esensi perjalanan umrah. Sebagian kalangan menilai umrah seharusnya menjadi momen khusyuk yang tidak dicampur dengan agenda rekreasi. Namun, para pelaku usaha berargumen bahwa wisata halal dan olahraga dapat berjalan seiring selama tetap mengutamakan ibadah.

Fundamental Bisnis dan Proyeksi Pasar

Secara fundamental, segmen perjalanan umrah di Indonesia menunjukkan tren positif. Berdasarkan proyeksi Otoritas Jasa Keuangan dan asosiasi penyelenggara perjalanan umrah, jumlah jemaah umrah nasional pada 2024 mencapai sekitar 1,2 juta orang, naik dari sekitar 1,1 juta pada tahun sebelumnya. Angka ini diproyeksikan terus tumbuh seiring pulihnya kapasitas penerbangan dan peningkatan kelas menengah muslim.

Paket kombinasi ini juga dipandang dapat mendongkrak likuiditas biro travel, terutama di tengah persaingan yang ketat. Dengan menambahkan komponen tiket pertandingan, margin keuntungan berpotensi naik 10 hingga 15 persen dibanding paket reguler. Namun, risiko juga tak kecil. Sentimen pasar bisa berubah cepat jika Timnas Indonesia gagal lolos atau jadwal pertandingan berbenturan dengan agenda ibadah.

Pandangan Ahli dan Respons Konsumen

"Kombinasi ibadah dan wisata olahraga adalah inovasi produk yang wajar dalam industri travel yang kompetitif. Selama paketnya transparan dan tidak mengurangi kekhusyukan ibadah, ini bisa menjadi ceruk pasar baru," ujar seorang pengamat industri pariwisata syariah.

Response konsumen sendiri terbelah. Sebagian jemaah menganggap paket ini efisien karena bisa menunaikan dua keinginan sekaligus. Namun, sebagian lain lebih memilih paket umrah konvensional yang lebih tenang. Faktor usia dan preferensi pribadi menjadi penentu utama.

Di sisi lain, aspek regulasi perlu diperhatikan. Pemerintah melalui Kementerian Agama dan Kementerian Pariwisata diharapkan memastikan bahwa paket semacam ini tetap mematuhi standar penyelenggaraan umrah. Transparansi biaya, kejelasan jadwal, dan perlindungan konsumen menjadi kunci agar tren ini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Dengan valuasi pasar perjalanan religius yang terus tumbuh, inovasi semacam ini kemungkinan akan terus bermunculan seiring dinamika selera konsumen dan sentimen pasar terhadap sepak bola nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User