Sep 16, 2026
Nasional

BANTEN — Ayah Jurnalis Hilang Menanti Kepastian di Ujung Dermaga

Di bawah terik matahari pantai dan angin laut yang berembus kencang, sosok pria paruh baya berkopiah putih berdiri bergeming di ujung dermaga. Mansyur Sury

BANTEN — Ayah Jurnalis Hilang Menanti Kepastian di Ujung Dermaga

Di bawah terik matahari pantai dan angin laut yang berembus kencang, sosok pria paruh baya berkopiah putih berdiri bergeming di ujung dermaga. Mansyur Suryana, ayah dari jurnalis muda Muhammad Bagus Khoirunnas, memandang jauh ke garis horizon dengan raut wajah yang menanggung beban kecemasan mendalam. Sudah puluhan jam berlalu sejak kabar mengenai keberadaan putranya yang tengah bertugas meliput di perairan terputus total. Investigasi mendalam mengungkap tabir kecelakaan maritim yang menimpa rombongan awak media ini, menyisakan duka sekaligus keprihatinan mendalam atas standar keselamatan pelayaran bagi jurnalis di lapangan.

Kronologi Keberangkatan dan Hilang Kontak di Tengah Laut

Peristiwa memilukan ini bermula ketika rombongan jurnalis dijadwalkan melakukan penugasan peliput khusus di wilayah perairan. Muhammad Bagus Khoirunnas bersama beberapa rekannya naik ke atas kapal motor untuk menuju lokasi pelaporan. Berdasarkan data investigasi dan catatan navigasi darat, berikut adalah urutan kejadian sebelum kontak terputus total:

  1. Pukul 07.30 WIB: Rombongan wartawan termasuk Bagus berkumpul di dermaga pelelangan dan melakukan koordinasi awal sebelum naik ke perahu penyeberangan.
  2. Pukul 09.15 WIB: Kapal mulai lepas tali dan bertolak menuju titik peliputan di tengah kondisi gelombang sedang.
  3. Pukul 13.45 WIB: Kontak komunikasi terakhir terjadi. Bagus sempat mengirimkan pesan singkat kepada redaksi mengenai kondisi cuaca yang mendadak memburuk.
  4. Pukul 15.00 WIB: Sinyal komunikasi perahu menghilang dari radar pemantauan lokal, memicu alarm darurat dari otoritas pelabuhan.

Ketiadaan kabar hingga malam hari memaksa pihak keluarga dan instansi media tempat Bagus bekerja mendatangi dermaga guna mendapatkan informasi langsung dari tim penyelamat.

Kendala Cuaca Buruk dan Sorotan Standar Keselamatan

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) langsung dikerahkan tak lama setelah status darurat ditetapkan. Tim SAR Gabungan yang melibatkan Basarnas, Polairud, dan nelayan lokal menerjunkan armada untuk menyisir koordinat terakhir hilangnya kapal. Namun, tinggi gelombang yang mencapai 3,5 meter serta angin kencang menjadi kendala utama dalam proses penyisiran di area terdampak.

Investigasi di lapangan menunjukkan adanya dugaan kelalaian terkait mitigasi cuaca ekstrem yang sebelumnya telah diperingatkan oleh BMKG. Keadaan ini memperparah risiko bagi para awak media yang bertugas di perairan terbuka tanpa perlengkapan navigasi darurat yang memadai.

"Kami tidak akan beranjak dari dermaga ini sampai Bagus ditemukan. Dia pergi untuk bertugas membawa berita, kami hanya ingin dia kembali dengan selamat ke rumah," ujar Mansyur Suryana dengan suara bergetar di hadapan para relawan.

Menanti Kepastian di Tengah Desakan Evaluasi Total

Hingga berita ini diturunkan, proses penyisiran terus diperluas hingga radius 15 mil laut dari lokasi kejadian. Kasus hilangnya Muhammad Bagus Khoirunnas menjadi alarm keras bagi industri media dan penyedia jasa transportasi laut terkait pentingnya perlengkapan keselamatan standar, seperti rompi pelampung otomatis dan suar darurat (EPIRB) yang memadai bagi setiap insan pers yang bertugas di medan berisiko tinggi.

Keluarga korban, yang diwakili oleh Mansyur Suryana, terus memanjatkan doa di ujung dermaga. Dukungan moral dari sesama rekan jurnalis membanjiri lokasi pencarian, berharap ada keajaiban di tengah luasnya samudra.

Sesak duka menyelimuti dermaga saat Mansyur Suryana menanti keberadaan putranya, Muhammad Bagus Khoirunnas. Bagaimana kronologi hilang kontak kapal penyeberangan ini? Buka berita lengkapnya di Beritadua.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User