Bank Mandiri Dorong UMKM Tembus Pasar Lewat Ajang Kuliner Dunia
Langkah strategis kembali ditunjukkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam upaya mempercepat akselerasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke panggung global. Pada gelaran Summer Fancy Food Show 2...
Langkah strategis kembali ditunjukkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam upaya mempercepat akselerasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke panggung global. Pada gelaran Summer Fancy Food Show 2026 yang berlangsung di New York, Amerika Serikat, bank pelat merah ini membawa dua produk binaannya, Fisnack dan SILA Tea, untuk diperkenalkan ke pasar internasional. Kehadiran di pameran makanan dan minuman berskala dunia ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga keuangan tersebut dalam mengembangkan kapasitas dan daya saing UMKM lokal.
Menembus Batas Pasar dengan Pameran Internasional
Partisipasi dalam pameran berskala internasional bukan sekadar ajakan promosi sesaat, melainkan bagian dari strategi besar Bank Mandiri untuk membuka pintu ekspor bagi UMKM binaannya. Summer Fancy Food Show yang rutin dihelat di Amerika Serikat dikenal sebagai etalase produk pangan premium yang dihadiri ribuan pembeli, distributor, dan pelaku industri dari lebih dari 50 negara. Dengan memamerkan Fisnack, produk camilan ringan berbasis bahan lokal, dan SILA Tea, produk teh premium, Bank Mandiri berupaya menghubungkan pelaku usaha dengan jejaring bisnis global yang selama ini sulit dijangkau secara mandiri.
Direktur Utama Bank Mandiri, dalam keterangan resminya, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata dari program pemberdayaan UMKM terintegrasi yang memadukan pendampingan, permodalan, dan akses pasar. "Kami tidak hanya memberikan kredit, tetapi juga membimbing pelaku UMKM mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga membawa mereka bertemu calon pembeli di luar negeri. Ini adalah siklus pengembangan yang lengkap," ujar salah satu petinggi bank.
Dua Produk Unggulan yang Siap Mendunia
Fisnack dan SILA Tea sengaja dipilih karena mewakili potensi besar produk pangan Indonesia yang memiliki keunikan dan nilai tambah. Fisnack mengusung konsep camilan sehat berbasis ikan dan rempah Nusantara, menyasar segmen konsumen global yang peduli kesehatan. Sementara SILA Tea menawarkan varian teh premium yang diolah dari perkebunan lokal dengan proses organik, segmen pasar yang terus tumbuh di Amerika dan Eropa. Kedua produk ini telah melalui proses kurasi ketat serta pendampingan intensif dari Bank Mandiri, termasuk dalam hal sertifikasi keamanan pangan dan standar internasional.
"Produk lokal kita sebenarnya memiliki kualitas yang tidak kalah dari kompetitor global. Yang sering menjadi kendala adalah akses informasi pasar dan jaringan distribusi. Melalui pameran ini, kami membantu memperpendek rantai tersebut," ungkap seorang manajer program UMKM Bank Mandiri. Data internal bank menunjukkan, UMKM yang telah mendapatkan fasilitas pendampingan ekspor mengalami peningkatan nilai transaksi rata-rata hingga 40 persen secara year-on-year.
Sinergi Perbankan dan UMKM dalam Mendorong Ekonomi Kerakyatan
Di balik langkah ini, terdapat misi besar untuk memperkuat fundamental ekonomi nasional. UMKM sendiri berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM. Namun, porsi UMKM yang berorientasi ekspor masih sangat rendah, hanya sekitar 14 persen dari total unit usaha. Dengan mendorong pelaku UMKM naik kelas, Bank Mandiri berharap dapat memperbesar kontribusi devisa dari sektor kerakyatan sekaligus mengurangi defisit neraca perdagangan non-migas.
Dari perspektif perbankan, pemberdayaan UMKM bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Portofolio kredit UMKM Bank Mandiri hingga kuartal I 2026 mencatat pertumbuhan 12,7 persen year-on-year menjadi Rp128 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang tetap terjaga di level rendah. Hal ini menunjukkan bahwa segmen ini memiliki prospek cerah jika dikelola dengan pendampingan yang tepat.
Dampak Berganda dan Rencana Ke Depan
Keikutsertaan di ajang internasional ini diyakini akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi ekosistem UMKM binaan. Tidak hanya membuka peluang kontrak ekspor, tetapi juga memperkuat citra produk Indonesia di mata dunia. Bank Mandiri menargetkan, setelah mengikuti pameran, kedua produk ini mampu menembus pasar di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa dalam kurun 12 bulan ke depan.
Lebih lanjut, bank berlogo pita emas ini berencana memperluas program serupa untuk UMKM sektor lain seperti kriya, fesyen, dan rempah pada tahun-tahun mendatang. Dengan dukungan permodalan, pelatihan digital, dan jaringan internasional yang dimiliki, Bank Mandiri optimistis bisa menjadi katalisator utama lahirnya UMKM berkelas dunia dari Indonesia.
Dengan langkah nyata ini, Bank Mandiri kembali menegaskan perannya bukan sekadar lembaga keuangan, tetapi sebagai mitra strategis yang aktif memajukan ekonomi kerakyatan di panggung global.
Comments (0)