Sep 18, 2026
Hukum

Bangli — Lapas Narkotika Perketat Pengawasan Cegah Penipuan Daring

Dinding kokoh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bangli kembali disisir oleh aparat gabungan. Suasana dingin di kawasan berhawa sejuk Pulau

Bangli — Lapas Narkotika Perketat Pengawasan Cegah Penipuan Daring

Dinding kokoh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bangli kembali disisir oleh aparat gabungan. Suasana dingin di kawasan berhawa sejuk Pulau Dewata itu terusik oleh langkah tegas petugas yang menggelar operasi penggeledahan mendadak. Langkah ini diambil sebagai tindakan deteksi dini guna membongkar celah-celah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di balik jeruji besi.

Keberadaan gawai atau telepon seluler pintar (smartphone) di dalam fasilitas pemasyarakatan kini menjadi perhatian serius. Akses komunikasi ilegal semacam ini disinyalir kerap dimanfaatkan oleh oknum warga binaan untuk mengendalikan peredaran gelap narkotika hingga melancarkan aksi penipuan daring (online scamming) yang meresahkan masyarakat luas.

Penyisiran Blok Hunian dan Pengawasan Celah Keamanan

Sebelum penyisiran fisik dimulai, seluruh personel gabungan melakoni apel kesiapan untuk mematangkan taktik dan pembagian tugas. Penggeledahan dipusatkan pada blok-blok serta kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Petugas memeriksa setiap sudut ruang secara detail, mulai dari lipatan tempat tidur, celah ventilasi, hingga area sanitasi guna memastikan tidak ada barang terlarang yang disembunyikan.

Fokus utama dalam razia kali ini menyasar tiga ancaman laten: penyalahgunaan narkotika, kepemilikan gawai secara ilegal, dan potensi tempat pengendalian kejahatan siber dari dalam sel. Pengawasan berlapis diterapkan untuk menutup rapat akses peredaran barang ilegal ke lingkungan blok hunian.

Audit Urine dan Hasil Pengujian Internal

Tidak hanya menggeledah fisik kamar hunian, pihak otoritas pemasyarakatan juga menggelar tes urine acak secara mendadak. Sebanyak 30 orang yang terdiri atas 20 warga binaan dan 10 petugas lapas diuji secara langsung. Pengujian terhadap jajaran internal dilakukan demi menjamin integritas para sipir dan memastikan tidak adanya praktik main mata dalam penyelundupan barang terlarang.

Kategori Peserta Tes Jumlah Sampel Hasil Uji Narkotika
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) 20 Orang Negatif (100%)
Petugas & Pegawai Lapas 10 Orang Negatif (100%)

Dari hasil pemeriksaan laboratorium sederhana tersebut, seluruh sampel dinyatakan **100 persen negatif narkotika**. Meskipun hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi bersih, pengawasan dipastikan tidak akan melonggar mengingat modus operandi penyelundupan barang haram senantiasa berevolusi.

Sinergi Lintas Lembaga Memutus Rantai Kejahatan

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli, Dody Naksabani, menegaskan bahwa operasi pengetatan ini merupakan agenda rutin berkala untuk menjamin iklim institusi tetap kondusif dan bersih dari ancaman tindak pidana.

"Kami terus memperkuat sinergi bersama TNI dan Polri dalam mencegah masuknya narkoba, handphone, serta praktik scamming di lingkungan Lapas," tegas Dody Naksabani.

Dody menambahkan, kolaborasi antarlembaga penegak hukum ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Narkotika Bangli dalam mewujudkan pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berintegritas tinggi. Pengetatan ini diharapkan dapat memutus celah jaringan kejahatan yang mencoba memanfaatkan celah pengawasan dari dalam penjara.

Upaya sweeping dan pemeriksaan berkala ini menjadi langkah krusial dalam menjaga fungsi lapas sebagai tempat pembinaan. Tanpa pengawasan yang ketat dan transparan, fungsi rehabilitasi berisiko terdistorsi oleh godaan bisnis haram yang dikendalikan dari balik dinding kurungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User