Sebuah pertemuan kerja resmi di Neuquén, Argentina, berujung pada keributan berdarah dan baku hantam terbuka. Wali Kota Pilo Lil yang tengah menjabat, Andrés Infante, terlibat perkelahian fisik dengan pendahulunya, mantan wali kota Eliseo Díaz. Insiden mencekam ini terjadi di ruang makan sebuah penginapan wisata lokal dan kini berada dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian serta kejaksaan setempat.
Ketegangan antara dua elite politik lokal tersebut dilaporkan meledak secara mendadak saat keduanya membahas fasilitas operasional daerah. Perselisihan tidak hanya melibatkan kontak fisik berupa pukulan dan dorongan, namun juga ancaman pembunuhan hingga dugaan penodongan senjata tajam.
Akar Masalah: Prosedur Birokrasi Armada Truk
Berdasarkan laporan investigasi dan berkas kepolisian, friksi bermula dari permintaan personal Eliseo Díaz. Mantan pejabat tersebut meminta izin untuk menggunakan truk milik Komisi Pembangunan Lokal (Comisión de Fomento) guna mengangkut jerami atau pakan ternak miliknya.
Sebagai kepala daerah aktif, Andrés Infante menolak memberikan izin secara lisan dan meminta Díaz melampirkan surat permohonan resmi demi pertanggungjawaban anggaran serta tata kelola aset publik. Prosedur administratif ini ternyata memicu kemarahan besar dari pihak mantan wali kota yang merasa dipersulit.
"Reaksi pertamanya sangat agresif. Dia memaki dan berteriak: 'Aku akan membunuhmu, aku sudah muak denganmu'," ujar Infante dalam berkas pengaduannya kepada pihak berwenang.
Kronologi Insiden dan Penodongan Senjata Tajam
Pertemuan yang turut disaksikan oleh Koordinator Regional Zona Selatan, Eliana Rivera, serta pasangan dari Infante, Raquel Fantini, berubah menjadi arena adu jotos dalam hitungan detik. Berikut rekonstruksi kejadian berdasarkan keterangan saksi:
- Pukul 12.30 Waktu Setempat: Pertemuan koordinasi kerja berlangsung di aula penginapan wisata Pilo Lil dalam suasana yang relatif formal.
- Pukul 13.00: Mantan wali kota Eliseo Díaz mengajukan permohonan peminjaman unit truk operasional komisi lokal untuk kepentingan logistik pakan ternak.
- Pukul 13.15: Penolakan secara lisan oleh Andrés Infante yang menuntut nota dinas resmi memicu adu mulut sengit di antara keduanya.
- Pukul 13.20: Díaz mulai melancarkan serangan verbal disertai makian, yang seketika eskalatif menjadi kontak fisik berupa dorongan dan pukulan langsung.
- Pukul 13.25: Menurut kesaksian pelapor, Díaz sempat mengeluarkan sebilah pisau dan mengarahkannya sebagai ancaman pembunuhan sebelum akhirnya berhasil dilerai oleh saksi mata.
Penyelidikan Pidana dan Dampak Politik
Kasus kekerasan antarpejabat ini kini ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum Provinsi Neuquén. Infante telah menjalani visum medis untuk membuktikan adanya luka akibat serangan fisik tersebut, sementara barang bukti dan kesaksian dari para saksi kunci tengah dikumpulkan.
Penyidik kini mendalami potensi pelanggaran berlapis yang mencakup:
- Tindak penganiayaan fisik: Pemukulan yang menyebabkan cedera pada pejabat aktif saat bertugas.
- Pengancaman nyawa: Pernyataan lisan berulang mengenai ancaman pembunuhan di ruang publik.
- Penggunaan senjata tajam tanpa izin: Dugaan penarikan pisau di tengah sengketa perdata/pemerintahan.
Skandal ini mengguncang lanskap politik Pilo Lil, memperlihatkan rivalitas sengit yang melampaui batas etika kepemimpinan dan bergeser menjadi ranah kriminalitas murni.
Comments (0)