Ancaman Santet dan Benda Mistik Guncang Kantor Pusat DJP
Suasana kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Jakarta mendadak mencekam setelah serangkaian penemuan benda-benda mencurigakan bernuansa mistik pa
Suasana kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Jakarta mendadak mencekam setelah serangkaian penemuan benda-benda mencurigakan bernuansa mistik pada awal pekan ini. Sejumlah sumber internal DJP mengonfirmasi bahwa Dirjen Pajak beserta beberapa pejabat eselon I menjadi sasaran ancaman serius dalam bentuk santet dan teror gaib lainnya. Insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya ini langsung memicu respons cepat dari aparat keamanan dan pemeriksaan menyeluruh di area kerja Direktorat Jenderal Pajak.
Kronologi Penemuan Benda Mistik
Misteri bermula ketika petugas kebersihan menemukan sebuah bungkusan kain hitam berisi boneka bertatah jarum di dekat ruang kerja Dirjen Pajak pada Senin pagi (12/08/2025). Temuan tersebut segera dilaporkan ke satuan pengamanan internal sebelum akhirnya dilimpahkan ke pihak berwajib. Keesokan harinya, Selasa (13/08/2025), benda serupa kembali muncul di dua titik berbeda: lobi utama dan mushola kantor. Kali ini, bungkusan kain kafan berisi potongan rambut, foto pejabat pajak, dan lembaran kertas bertuliskan mantra dalam aksara asing menjadi temuan yang kian meresahkan.
Salah satu staf DJP yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatiran yang meluas di kalangan pegawai. "Kami semua cemas, apalagi ini bukan sekadar ancaman biasa. Ada tulisan-tulisan aneh yang menyebut nama pejabat tinggi kami," ujar staf tersebut melalui sambungan telepon, Rabu (14/08/2025). Rekaman CCTV di sekitar lokasi penemuan kini tengah dianalisis oleh tim keamanan, namun sejauh ini identitas pelaku belum terungkap.
Respons Dirjen Pajak dan Peningkatan Keamanan
Menanggapi situasi genting ini, Dirjen Pajak, Suryo Utomo, menyampaikan pernyataan resmi bahwa insiden tersebut tidak akan menyurutkan tekad jajarannya dalam menjalankan tugas negara. "Kami tidak bisa takut terhadap ancaman tak kasatmata seperti ini. Keamanan seluruh pegawai menjadi prioritas, dan kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian serta instansi terkait untuk mengusut tuntas kasus ini," tegas Suryo di depan awak media pada konferensi pers singkat di Kantor Pusat DJP, Jakarta Selatan.
Langkah perlindungan pun segera ditingkatkan. Pemeriksaan X-ray bagi semua barang bawaan pengunjung dan pegawai kini diberlakukan di setiap titik masuk. Selain itu, patroli oleh satuan pengamanan sipil dan anggota Polisi Militer diperbanyak, terutama pada jam-jam sibuk dan malam hari. Beberapa sumber menyebut bahwa DJP juga mendatangkan ahli spiritual untuk "membersihkan" area kantor sebagai upaya penenangan psikologis korps pegawai pajak.
Motif di Balik Ancaman
Hingga saat ini, polisi dan intelijen tengah mendalami sejumlah kemungkinan motif. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyebut pelaku kemungkinan besar adalah pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh langkah penegakan hukum perpajakan yang agresif belakangan ini. "Kita sedang menelusuri apakah ada hubungannya dengan kasus sengketa pajak besar yang ditangani DJP dalam setahun terakhir, termasuk penindakan terhadap korporasi raksasa dan individu berprofil tinggi," ujar AKBP Haris Suryadi, Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya.
Pengamat kriminologi Universitas Indonesia, Dr. Andi Hamzah, menilai ancaman mistik semacam ini sebagai bentuk psychological warfare untuk menciptakan ketakutan dan mengganggu konsentrasi para pengambil keputusan. "Ini bukan pertama kalinya pendekatan supranatural digunakan sebagai instrumen tekanan. Namun yang menarik, ini terjadi di lembaga setingkat kementerian sehingga perlu investigasi lintas disiplin," jelas Andi. Pihak DJP sendiri belum mau berspekulasi mengenai motif pastinya, namun menegaskan akan terus bekerja tanpa gentar.
Dampak pada Operasional Perpajakan
Meski ketegangan meliputi atmosfer kantor, DJP memastikan bahwa pelayanan publik dan target penerimaan negara tidak akan terganggu. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi DJP menyatakan bahwa sistem perpajakan digital tetap beroperasi normal dan wajib pajak dapat terus mengakses layanan seperti biasa. Namun, beberapa agenda tatap muka dengan para pemangku kepentingan sempat dijadwal ulang untuk alasan keamanan. "Kami mohon pengertian masyarakat. Keamanan adalah hal yang tidak bisa kami kompromikan," ujarnya.
Peristiwa ini sekaligus membuka kembali perdebatan publik tentang tekanan psikologis dan risiko tugas yang dihadapi aparatur pajak. Serikat pekerja internal DJP menyerukan agar negara memberikan perlindungan lebih serius, tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga dukungan psikologis dan spiritual bagi para petugas garda depan penerimaan negara. "Kami berharap kasus ini menjadi pukulan peringatan bahwa ancaman terhadap petugas pajak itu nyata dan multidimensi," ujar perwakilan serikat pekerja DJP.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan penyisiran dan memeriksa sejumlah saksi kunci. Laboratorium forensik Polda Metro Jaya juga tengah mengidentifikasi sidik jari serta DNA dari barang bukti yang ditemukan. Publik kini menanti langkah cepat aparat untuk mengungkap jaringan yang berani meneror simbol penegakan hukum fiskal negeri ini.
[SOCIAL_TWEET]: Ancaman santet guncang Kantor Pusat @DJPajakRI! Boneka jarum & kain kafan ditemukan di sejumlah titik. Dirjen Pajak: Kami tidak akan takut. Polisi buru pelaku. #SantetDJP #PajakRI #KeamananNegara[SOCIAL_TG]: 😱 BOS PAJAK KENA TEROR SANTET! Bungkusan mistik penuh jarum dan mantra ditemukan di Kantor Pusat DJP. Dirjen Pajak langsung naikkan keamanan dan panggil ahli spiritual. Mengerikan!
Comments (0)