Air PAM Penjaringan Keruh dan Berbau Sudah Dua Pekan

Beritadua.com, Jakarta — Sudah hampir dua pekan, air Perusahaan Air Minum (PAM) yang mengalir ke rumah-rumah warga di permukiman Kampung Baru Kubur Koja, K

Air PAM Penjaringan Keruh dan Berbau Sudah Dua Pekan

Beritadua.com, Jakarta — Sudah hampir dua pekan, air Perusahaan Air Minum (PAM) yang mengalir ke rumah-rumah warga di permukiman Kampung Baru Kubur Koja, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, mengalami gangguan serius. Air yang biasanya jernih berubah menjadi keruh dan mengeluarkan bau tidak sedap, membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (6/10/2019), warga di empat rukun tetangga (RT), yakni RT 04, RT 05, RT 07, dan RT 08 yang berada dalam satu rukun warga (RW) 015, komplain mengenai kualitas air PAM yang mereka terima. Kondisi ini bukan kali pertama terjadi, namun menjadi yang paling parah karena berlangsung dalam durasi yang cukup lama.

Kronologi Gangguan Air PAM

Warga setempat menjelaskan bahwa masalah air keruh dan berbau ini pertama kali dirasakan sekitar awal Oktober 2019. Sejak saat itu, setiap kali keran dibuka, air yang keluar berwarna kecoklatan dan meninggalkan endapan pada dasar wadah.

  • Minggu ke-1: Warga mulai mengeluhkan perubahan warna dan bau air PAM.
  • Minggu ke-2: Kondisi semakin parah, air tidak layak digunakan untuk memasak maupun mandi.
  • Hari ini (6/10): Warga terpaksa membeli air galon dan menampung air dari sumber alternatif.
"Airnya keruh sekali, kalau dipakai untuk masak nasi jadi berbau. Anak-anak jadi tidak mau makan. Sudah hampir dua minggu begini, belum ada perbaikan," ujar seorang warga RT 05 yang ditemui di lokasi.

Dampak Langsung bagi Warga

Gangguan air PAM ini memberikan dampak ekonomi dan kesehatan yang cukup signifikan bagi warga. Banyak keluarga yang harus mengeluarkan tambahan biaya antara Rp50.000 hingga Rp150.000 per hari untuk membeli air galon atau air isi ulang dari depot terdekat.

Selain itu, warga juga khawatir dengan dampak kesehatan jangka panjang. Air yang keruh dan berbau biasanya mengindikasikan adanya kontaminasi, baik berupa endapan pipa yang sudah tua, kebocoran, maupun masuknya air tanah ke dalam jaringan distribusi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan dan penyakit kulit jika digunakan dalam jangka waktu lama tanpa pengolahan.

Analisis: Akar Permasalahan Infrastruktur

Masalah air keruh dan berbau yang terjadi di kawasan padat penduduk seperti Kampung Baru Kubur Koja bukan fenomena baru di Jakarta. Sejumlah faktor teknis biasanya menjadi penyebab utama, antara lain:

Kemungkinan PenyebabDampak
Pipa distribusi tua/berkaratAir berubah warna kecoklatan
Kebocoran jaringan pipaKontaminasi air tanah/lumpur
Tekanan air rendahEndapan menumpuk di pipa
Pengerjaan proyek sekitarGangguan pada jaringan utama

Menurut pengamat infrastruktur perkotaan, kawasan Penjaringan yang merupakan wilayah pesisir dengan kepadatan penduduk tinggi sering menghadapi tantangan pada jaringan air bersih. "Wilayah seperti Penjaringan memiliki jaringan pipa yang sudah berusia puluhan tahun. Perawatan yang tidak optimal membuat kualitas air mudah terganggu," ujar seorang pengamat tata kota yang enggan disebut namanya.

Respons Warga dan Tuntutan Perbaikan

Warga berharap agar pihak PAM Jaya maupun PALYJA sebagai operator distribusi segera mengambil langkah konkret. Mereka menuntut agar dilakukan:

  1. Pengecekan jaringan pipa secara menyeluruh di empat RT terdampak.
  2. Penyediaan air bersih alternatif selama masa perbaikan.
  3. Komunikasi yang jelas terkait estimasi waktu perbaikan.
  4. Jaminan bahwa insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Ketua RT 08 RW 015 menyampaikan bahwa pihak RT telah beberapa kali menyampaikan keluhan secara lisan kepada petugas PAM, namun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi maupun tindakan perbaikan yang berarti. "Kami sudah lapor berkali-kali, tapi cuma dijawab akan dicek. Sampai sekarang air masih keruh," keluhnya.

Catatan Redaksi dan Langkah Selanjutnya

Isu akses air bersih di Jakarta memang menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Berdasarkan data yang dihimpun, masih ada sekitar 40 persen warga Jakarta Utara yang mengeluhkan kualitas air PAM, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Kasus di Kampung Baru Kubur Koja menjadi potret nyata bagaimana permasalahan infrastruktur dasar masih menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat urban.

Beritadua.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menunggu respons resmi dari pihak PAM Jaya maupun Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara. Warga diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dengan memasak air sebelum dikonsumsi sambil menunggu perbaikan jaringan.

[SOCIAL_TWEET]: Sudah hampir 2 minggu air PAM di Kampung Baru Kubur Koja, Penjaringan, Jakarta Utara keruh & berbau. Warga RT 04,05,07,08 terdampak & harus beli air galon tiap hari. #AirPAM #JakartaUtara #KrisisAir[SOCIAL_TG]: 🚱 Air PAM Penjarian keruh & bau 2 minggu! Warga RT 04,05,07,08 RW 015 Kampung Baru Kubur Koja mengeluh. Belum ada perbaikan dari PAM. #AirBersih #Jakarta

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User