Sekolah Rakyat Banyuwangi Resmi Miliki Gedung Baru, Siswa Segera Pindah

Banyuwangi — Kabar gembira menyelimuti dunia pendidikan Kabupaten Banyuwangi. Setelah melalui proses panjang, Sekolah Rakyat akhirnya memiliki gedung baru

Sekolah Rakyat Banyuwangi Resmi Miliki Gedung Baru, Siswa Segera Pindah

Banyuwangi — Kabar gembira menyelimuti dunia pendidikan Kabupaten Banyuwangi. Setelah melalui proses panjang, Sekolah Rakyat akhirnya memiliki gedung baru yang representatif. Peresmian secara simbolis dilakukan melalui acara Open House sekaligus pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi orang tua dan calon siswa, Selasa (14/7/2026). Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono hadir langsung menyaksikan antusiasme masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang mengedepankan prinsip keberpihakan pada warga kurang mampu ini.

Gedung baru yang berlokasi di kawasan strategis ini menjadi penanda babak baru Sekolah Rakyat. Selama ini pembelajaran berlangsung di fasilitas seadanya, sehingga perpindahan ke bangunan permanen menjadi momentum yang sangat dinanti. “Kami bersyukur akhirnya anak-anak kami bisa belajar di tempat yang lebih layak. Ini bukan sekadar gedung, tapi simbol kesempatan,” ujar Mujiono dalam sambutannya.

Kronologi Perpindahan dan MPLS Perdana

  1. Awal Juli 2026: Pemeriksaan akhir sarana-prasarana gedung oleh Dinas Pendidikan dan tim teknis.
  2. 7–10 Juli: Pemindahan perabot dan alat belajar secara bertahap dari lokasi lama ke gedung baru.
  3. 13 Juli: Simulasi kegiatan belajar-mengajar oleh guru untuk memastikan kesiapan ruang kelas.
  4. 14 Juli: Open House dan MPLS khusus orang tua/calon siswa, dihadiri Wakil Bupati Mujiono.
  5. 17 Juli: Rencana hari pertama pembelajaran penuh di gedung baru.

MPLS yang digelar berbeda dari biasanya. Selain pengenalan sarana, orang tua diajak berkeliling melihat fasilitas: 6 ruang kelas, laboratorium komputer mini, perpustakaan, ruang serbaguna, dan area bermain anak. Kepala Sekolah Siti Aminah menyebut partisipasi orang tua penting agar mereka turut merasa memiliki. “Kami ingin orang tua paham bahwa pendidikan anak-anak mereka menjadi prioritas. Gedung ini hasil gotong royong pemerintah, swasta, dan donatur,” katanya.

Dukungan Pemerintah dan Swasta

Pembangunan gedung Sekolah Rakyat menelan dana sekitar Rp2,1 miliar, bersumber dari APBD Kabupaten Banyuwangi, dana CSR perusahaan daerah, serta donasi masyarakat melalui program Sahabat Sekolah Rakyat. Wakil Bupati Mujiono menekankan bahwa kolaborasi ini adalah model ideal pembangunan pendidikan di daerah.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Kehadiran swasta dan komunitas membuat semangat gotong royong tetap hidup. Sekolah Rakyat adalah bukti bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera bisa mendapat akses pendidikan setara,” tegas Mujiono.

Gedung baru ini juga dilengkapi sarana penunjang teknologi: Wi-Fi gratis, proyektor interaktif di tiap kelas, serta perangkat komputer hasil hibah dari perusahaan teknologi nasional. Hal ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan digital yang kerap menjadi kendala bagi siswa dari latar belakang ekonomi rendah.

Antusiasme Warga dan Dampak Sosial

Sejak pendaftaran dibuka, Sekolah Rakyat menerima 127 calon siswa baru untuk tahun ajaran ini, meningkat 40% dibanding tahun lalu. Mayoritas berasal dari keluarga buruh tani, nelayan, dan pekerja informal. Salah satu orang tua, Sulastri (38), mengaku terbantu dengan keberadaan sekolah tanpa pungutan. “Anak saya bisa sekolah dekat rumah, gratis, dan sekarang gedungnya bagus. Rasanya seperti mimpi,” tuturnya sambil menahan haru.

Keberadaan gedung baru juga memberi efek domino pada ekonomi sekitar. Warung-warung kecil mulai bermunculan di dekat lokasi, dan beberapa warga menawarkan jasa antar-jemput siswa. Pemerintah desa pun berencana menambah penerangan jalan serta memperbaiki akses menuju kompleks sekolah.

Harapan ke Depan

Sekolah Rakyat tidak hanya berhenti pada penyediaan infrastruktur. Pihak sekolah tengah merancang program beasiswa lanjutan bagi lulusan terbaik untuk melanjutkan ke SMP/SMA negeri unggulan di Banyuwangi. Selain itu, ekstrakurikuler berbasis keterampilan seperti tata boga, pertukangan, dan literasi digital akan dikuatkan guna membekali siswa dengan kemampuan praktis.

Wakil Bupati Mujiono menutup kegiatan Open House dengan optimisme. “Kita ingin Sekolah Rakyat menjadi model sekolah inklusif di Jawa Timur. Fasilitas sudah siap, guru sudah dilatih, dan masyarakat mendukung penuh. Tinggal kita bergerak bersama demi masa depan anak-anak Banyuwangi,” pungkasnya.

Dengan perpindahan yang tinggal menghitung hari, para siswa dan guru kini bersemangat menyambut lingkungan belajar yang baru, nyaman, dan penuh harapan.

[SOCIAL_TWEET]: 🏫 Sekolah Rakyat Banyuwangi kini punya gedung baru! Wabup Mujiono resmikan lewat Open House dan MPLS, siswa siap pindah 17 Juli. Fasilitas lengkap & gratis untuk warga prasejahtera. #SekolahRakyat #PendidikanBanyuwangi #GedungBaru[SOCIAL_TG]: 🎒✨ Sekolah Rakyat Banyuwangi kini punya gedung baru! Wabup Mujiono datang ke Open House & MPLS. Siswa mulai pindah tanggal 17 Juli 2026. Gratis dan fasilitasnya keren! Baca selengkapnya di artikel kami.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User