Dukun Gadungan Jakarta Raup Miliaran dengan Modus Kenal Pejabat Istana

Polisi mengungkap praktik penipuan berskala besar yang dilakukan seorang dukun wanita di kawasan Jakarta Selatan. Pelaku berinisial NY (57) diduga meraup k

Dukun Gadungan Jakarta Raup Miliaran dengan Modus Kenal Pejabat Istana

Polisi mengungkap praktik penipuan berskala besar yang dilakukan seorang dukun wanita di kawasan Jakarta Selatan. Pelaku berinisial NY (57) diduga meraup keuntungan hingga Rp5,7 miliar dari puluhan korban hanya berbekal klaim palsu bahwa ia mengenal dekat seorang tokoh kaya raya yang bolak-balik Istana Negara. Pengungkapan ini mengejutkan publik karena korban berasal dari berbagai kalangan, termasuk pengusaha dan pejabat daerah.

Kronologi Penipuan

Kasus ini bermula pada awal 2024 ketika NY mulai membangun reputasi sebagai dukun sakti di kawasan pasar tradisional. Dengan modal papan nama kecil bertuliskan “Nyai Sekar, Solusi Segala Masalah”, ia menawarkan jasa penglaris usaha, pelancar jabatan, hingga pengasihan. Kepercayaan korban tumbuh saat NY memamerkan foto-foto dirinya bersama sosok berpakaian elite di acara formal.

  1. Pendekatan awal: NY mencari korban melalui jaringan sosialnya, terutama pemilik usaha kecil yang ingin bisnisnya berkembang.
  2. Klaim koneksi: NY mengaku bersahabat dengan seorang konglomerat yang sering masuk Istana Negara untuk bertemu pejabat tinggi.
  3. Janji investasi: Korban diiming-imingi proyek atau investasi bernilai miliaran rupiah yang “hanya” bisa didapat melalui orang dalam tersebut.
  4. Permintaan uang: Untuk “melancarkan jalur”, korban diminta menyetor uang mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah sebagai biaya ritual dan lobi.
  5. Penipuan berantai: NY meminta korban merekrut korban baru agar jumlah setoran makin besar, menciptakan skema ponzi terselubung.

Pengakuan Palsu dan Janji Manis

NY kerap mengatakan kepada korbannya, “Saya kenal Bapak X yang tiap minggu masuk Istana. Beliau bisa bantu kamu dapat proyek BUMN tanpa tender.” Ia bahkan menyebut nama pejabat aktual dan menunjukkan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang kemudian diketahui direkayasa. Tidak sedikit korban yang terbuai oleh narasi tersebut dan rela menggelontorkan tabungan hidup mereka.

“Saya percaya karena dia menunjukkan foto bersama orang yang sering tampil di TV di acara kenegaraan. Ternyata semua editan Photoshop,” ujar salah satu korban berinisial AR (44) yang kehilangan Rp350 juta.

Korban dan Kerugian Total

Berdasarkan data sementara kepolisian, terdapat 34 korban yang sudah terdata dengan total kerugian mencapai Rp5,7 miliar. Uang tersebut mengalir ke rekening pribadi NY dan sebagian digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah, termasuk pembelian mobil mewah dan perhiasan. Beberapa korban bahkan terpaksa menjual aset penting seperti rumah dan tanah.

  • Jumlah korban terverifikasi: 34 orang
  • Total kerugian sementara: Rp5,7 miliar
  • Kisaran setoran: Rp25 juta hingga Rp600 juta per korban
  • Modus transaksi: transfer tunai, emas, dan properti

Pengungkapan Polisi

Kasus ini terbongkar setelah Satgas Anti-Kejahatan Transnasional Polda Metro Jaya menerima laporan dari tiga korban secara bersamaan pada Mei 2026. Polisi menyamarkan seorang anggota sebagai calon korban dan berhasil merekam pengakuan NY saat pertemuan di sebuah kafe. Pada 10 Juni 2026, NY ditangkap di kediamannya bersama barang bukti berupa puluhan telepon genggam, buku rekening, dan perangkat komputer yang digunakan untuk merekayasa foto.

“Pelaku sangat meyakinkan. Ia menggunakan istilah-istilah politik dan kenegaraan yang membuat orang awam percaya. Kami mengimbau masyarakat tidak mudah tertipu oleh klaim koneksi pejabat tanpa verifikasi resmi,” kata Kasubdit Kejahatan Siber dan Transnasional, AKBP Hendra Wijaya, dalam jumpa pers.

Pelajaran dan Imbauan

Kasus ini menambah panjang daftar penipuan berkedok mistis dan klaim koneksi pejabat tinggi. Polisi mengingatkan agar setiap tawaran investasi yang menjanjikan kemudahan melalui “orang dalam” harus dicurigai dan segera dilaporkan. Sementara itu, para korban berharap proses hukum berjalan transparan dan pelaku dijatuhi hukuman maksimal untuk memberikan efek jera.

Publik diharapkan lebih kritis dan tidak menjadikan figur supernatural sebagai jalan pintas meraih kekayaan. Literasi digital dan kewaspadaan terhadap foto editan menjadi kunci pencegahan kejahatan serupa di masa depan.

[SOCIAL_TWEET]: Dukun gadungan di Jakarta ungkap modus penipuan bernilai miliaran rupiah hanya dengan klaim palsu kenal pejabat Istana. Polisi amankan 34 korban dan kerugian Rp5,7 miliar. Jangan mudah percaya! #DukunGadungan #Penipuan #Jakarta #IstanaNegara[SOCIAL_TG]: 🔮 Dukun gadungan di Jakarta berhasil merauk Rp5,7 miliar dengan modus “kenal pejabat Istana”. Puluhan korban tertipu. Polisi imbau waspada klaim koneksi elite.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User