Sep 01, 2026
Bisnis

Alih Saham KCIC ke Kemenkeu Ditargetkan Rampung September

Berdasarkan data Kementerian BUMN per kuartal II/2024, nilai investasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCIC) mencapai Rp 86,5 triliun, dengan porsi saham BUMN sebesar 60% melalui konsorsium PT Pi...

Alih Saham KCIC ke Kemenkeu Ditargetkan Rampung September

Berdasarkan data Kementerian BUMN per kuartal II/2024, nilai investasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCIC) mencapai Rp 86,5 triliun, dengan porsi saham BUMN sebesar 60% melalui konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Rencana pemindahan saham BUMN di KCIC ke Kementerian Keuangan melalui Special Mission Vehicle (SMV) ditargetkan rampung pada September 2024. Langkah ini menjadi sorotan karena berpotensi mengubah struktur kepemilikan dan pengelolaan aset strategis tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Latar Belakang dan Mekanisme Pemindahan Saham

Pemindahan saham BUMN di KCIC ke Kemenkeu merupakan bagian dari strategi konsolidasi aset negara yang diinisiasi oleh Danantara, holding BUMN infrastruktur. SMV Kemenkeu, yang dikenal sebagai PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), akan mengelola saham tersebut secara langsung. Menurut proyeksi Kemenkeu, mekanisme ini memungkinkan pengelolaan aset tanpa menggunakan dana APBN, melainkan melalui skema pendanaan non-APBN seperti obligasi atau pinjaman multilateral. Di satu sisi, langkah ini dianggap dapat mempercepat penyelesaian utang BUMN yang tertekan akibat biaya operasional KCIC yang mencapai Rp 1,2 triliun per tahun. Di sisi lain, kritikus menilai pemindahan saham berpotensi mengalihkan risiko ke Kemenkeu tanpa pengawasan ketat DPR, mengingat SMV memiliki fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan aset.

Dampak terhadap Likuiditas BUMN dan Sentimen Pasar

Pro: Dengan pemindahan saham, BUMN seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Wijaya Karya (WIKA) dapat mengurangi beban utang yang mencapai rasio 1,8 kali terhadap ekuitas pada 2023. Hal ini berpotensi meningkatkan likuiditas dan ruang fiskal BUMN untuk investasi baru. Kontra: Namun, valuasi saham KCIC yang masih dalam tahap operasional awal diperkirakan belum optimal. Berdasarkan laporan BPS, indeks harga saham sektor infrastruktur mengalami penurunan 2,3% year-on-year pada Juli 2024, mencerminkan sentimen pasar yang waspada terhadap aset dengan risiko tinggi. Capital outflow dari portofolio infrastruktur juga tercatat sebesar Rp 4,7 triliun pada semester I/2024, menunjukkan kekhawatiran investor terhadap fundamental proyek yang masih bergantung pada subsidi pemerintah.

Proyeksi dan Implikasi bagi APBN

Pemerintah menargetkan penyelesaian pemindahan saham pada September 2024, seiring dengan revisi Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan Barang Milik Negara. SMV Kemenkeu akan mengelola saham KCIC sebagai aset non-APBN, yang berarti dividen atau keuntungan di masa depan akan langsung masuk ke kas negara tanpa melalui mekanisme APBN. Namun, jika KCIC mengalami kerugian, beban tersebut juga harus ditanggung oleh SMV tanpa jaring pengaman APBN. Berdasarkan data OJK, rasio kredit bermasalah (NPL) sektor infrastruktur mencapai 3,1% pada Juni 2024, lebih tinggi dari rata-rata industri 2,4%. Hal ini mengindikasikan risiko kredit yang masih tinggi. Ke depan, proyeksi arus kas KCIC baru akan positif pada 2027 jika tingkat okupansi penumpang mencapai 70%, sementara saat ini baru 45%. Dengan demikian, pemindahan saham ke Kemenkeu menjadi langkah strategis jangka panjang, namun memerlukan mitigasi risiko yang ketat agar tidak menimbulkan beban baru bagi keuangan negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User