Wanita Tertipu Promo Sembako Murah, Kerugian Tembus Ratusan Juta
Surabaya – Puluhan ibu rumah tangga di Surabaya mengaku menjadi korban penipuan berkedok penjualan sembako murah. Modus yang ditawarkan melalui media sosia
Surabaya – Puluhan ibu rumah tangga di Surabaya mengaku menjadi korban penipuan berkedok penjualan sembako murah. Modus yang ditawarkan melalui media sosial ini mengakibatkan kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah. Para korban yang didominasi kaum perempuan itu kini melapor ke pihak berwajib dan berharap uang mereka bisa kembali.
Kronologi Penipuan Sembako Murah
Peristiwa ini bermula pada pertengahan Juli 2025, saat sejumlah korban melihat unggahan di sebuah grup Facebook yang menawarkan paket sembako dengan harga sangat miring. Akun bernama "Sari Jaya Grosir" itu menjanjikan minyak goreng, beras, gula, dan telur dengan potongan harga hingga 60 persen dibandingkan harga pasar. Tertarik dengan promo tersebut, banyak anggota grup yang kemudian menghubungi nomor WhatsApp yang tertera.
Berikut kronologi lengkapnya berdasarkan keterangan para korban:
- Korban mengirim pesan dan menerima balasan cepat dari admin yang mengaku sebagai sales bernama "Rina". Rina mengirimkan katalog digital dan testimoni palsu dari pembeli sebelumnya.
- Untuk mendapatkan harga promosi, pembeli diwajibkan melakukan transfer penuh terlebih dahulu ke rekening pribadi yang diberikan, dengan dalih sistem pre-order untuk menghindari antrean.
- Para korban mentransfer uang bervariasi, mulai dari Rp5 juta hingga Rp50 juta per orang, bergantung pada jumlah paket yang dipesan.
- Setelah transfer dilakukan, "Rina" menjanjikan pengiriman dalam 3-5 hari kerja. Namun hingga batas waktu yang dijanjikan, barang tak kunjung tiba.
- Ketika mencoba menghubungi kembali, nomor WhatsApp pelaku sudah tidak aktif, dan akun Facebook pun hilang.
- Menyadari tertipu, para korban saling berkomunikasi melalui grup baru dan memutuskan melapor ke Polrestabes Surabaya pada 28 Juli 2025.
“Saya pesan 50 paket untuk usaha warung saya, totalnya Rp35 juta. Saya percaya karena ada testimoni yang meyakinkan dan fotonya seolah-olah toko besar. Setelah transfer, dia hilang,” ujar Yanti (42), salah satu korban, dengan nada getir.
Total Kerugian Capai Ratusan Juta
Berdasarkan data yang dihimpun dari para korban, total kerugian yang diderita mencapai Rp 260 juta. Jumlah ini diperkirakan masih bisa bertambah karena masih ada korban lain yang belum melapor. Saat ini, sudah teridentifikasi 12 orang yang menjadi sasaran pelaku dalam kurun waktu dua minggu. Para korban berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, pemilik warung kecil, hingga pembeli perorangan.
Selain kerugian finansial, sejumlah korban juga mengaku terpukul secara psikologis karena uang yang ditransfer sebagian merupakan tabungan pribadi dan modal usaha. Mereka berharap polisi dapat segera menangkap pelaku dan mengembalikan uang mereka.
Modus Operandi Pelaku yang Terstruktur
Pak Subandi, Kanit Pidana Ekonomi dan Khusus Polrestabes Surabaya, menjelaskan bahwa modus yang digunakan pelaku tergolong rapi dan memanfaatkan kelengahan korban. Pelaku diduga kuat menggunakan identitas palsu dan akun media sosial yang sengaja dibuat untuk mengelabui calon pembeli. Rekening yang digunakan untuk menerima transfer juga dipastikan bukan atas nama pelaku sebenarnya, melainkan rekening pinjaman yang disewa dari pihak ketiga.
Menurut penyelidikan awal, pelaku juga menyebarkan link grup WhatsApp berisi testimoni fiktif yang didesain untuk membangun kepercayaan. Para korban yang sudah masuk grup kemudian diiming-imingi bonus tambahan jika merekrut anggota baru. Pola ini menunjukkan bahwa penipuan ini dilakukan secara terorganisir dan bukan perorangan semata.
Polisi kini tengah menelusuri aliran dana ke beberapa rekening yang terafiliasi dan memeriksa bukti digital, termasuk tangkapan layar percakapan dan metadata akun media sosial. “Kami sudah mengantongi sejumlah petunjuk dan sedang melakukan profiling terhadap terduga pelaku. Kasus ini menjadi prioritas karena melibatkan banyak korban,” kata Pak Subandi.
Himbauan Pihak Berwajib
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran barang murah di media sosial, khususnya yang mensyaratkan transfer penuh sebelum barang diterima. Masyarakat diharapkan untuk selalu mengecek kredibilitas penjual, seperti legalitas usaha, ulasan dari pembeli lain, dan menggunakan rekening bersama (escrow) jika memungkinkan. Jika menemui indikasi penipuan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat.
Sementara itu, para korban membentuk komunitas untuk saling menguatkan dan berbagi informasi guna mencegah jatuhnya korban baru. Mereka juga mendesak pihak bank untuk lebih ketat dalam memverifikasi pembukaan rekening yang digunakan untuk tindak kejahatan.
[SOCIAL_TWEET]: Ratusan juta raib! Puluhan ibu-ibu di Surabaya tertipu promo sembako murah via Facebook. Pelaku janjikan diskon 60% tapi barang tak kunjung tiba. Waspada modus baru! #PenipuanOnline #SembakoMurah #Surabaya[SOCIAL_TG]: 🚨 Surabaya – Puluhan wanita rugi ratusan juta tertipu promo sembako murah. Barang tak dikirim, penjual raib! Jangan lupa cek dulu sebelum transfer. 😰
Comments (0)