Rubin Observatory Rekam Langit Pakai Kamera 3.200 Megapiksel
Observatorium Vera C. Rubin di Cile secara resmi memulai program Legacy Survey of Space and Time (LSST), sebuah misi ambisius yang akan berlangsung selama 10 tahun ke depan untuk memetakan keseluruhan...
Observatorium Vera C. Rubin di Cile secara resmi memulai program Legacy Survey of Space and Time (LSST), sebuah misi ambisius yang akan berlangsung selama 10 tahun ke depan untuk memetakan keseluruhan langit malam secara detail. Proyek ini menggunakan kamera digital terbesar di dunia dengan resolusi 3.200 megapiksel, jauh melampaui kamera profesional paling canggih yang umumnya hanya 50 hingga 100 megapiksel.
Kamera raksasa ini dipasang pada Simonyi Survey Telescope di puncak Gunung Cerro Pachón pada ketinggian sekitar 2.682 meter di atas permukaan laut. Dengan diameter cermin utama 8,4 meter, teleskop ini mampu menangkap cahaya dari objek-objek yang sangat redup di alam semesta.
Bagaimana Kamera 3.200 Megapiksel Bekerja
Kamera LSST seberat 2.800 kg ini menggunakan 189 sensor CCD yang disusun dalam susunan mosaik. Setiap tiga detik, kamera ini menghasilkan foto dengan ukuran file 3,2 GB per gambar. Jika dianalogikan, kamera ini mampu mendeteksi bola golf dari jarak 24 kilometer.
Untuk mengelola volume data sebesar 20 terabyte per malam, pusat data khusus telah dibangun di SLAC National Accelerator Laboratory di Stanford, California. Total data yang dihasilkan selama 10 tahun proyek diperkirakan mencapai 60 petabyte.
Tujuan Ilmiah di Balik Proyek LSST
Program LSST dirancang untuk menjawab tiga pertanyaan fundamental dalam astrofisika modern. Pertama, memahami sifat materi gelap yang diperkirakan menyusun sekitar 27% dari total massa-energi alam semesta. Kedua, menentukan penyebab percepatan ekspansi alam semesta yang diduga dipengaruhi oleh energi gelap.
Ketiga, mengidentifikasi potensi bahaya dari near-Earth objects atau asteroid yang berpotensi mendekati Bumi. Dengan kemampuan survei berulang, teleskop ini dapat melacak pergerakan objek-objek tersebut dari waktu ke waktu.
Dampak bagi Perkembangan Data Sains
Selain kontribusi astronomi, proyek LSST juga mendorong kemajuan dalam bidang data sains dan kecerdasan buatan. Algoritma machine learning yang dikembangkan untuk mengklasifikasikan miliaran objek astronomi memiliki potensi aplikasi di bidang lain seperti kedokteran dan pemetaan geospasial.
Dengan kapasitas menangkap sekitar 37 miliar bintang dan galaksi selama masa operasinya, LSST akan menghasilkan katalog langit terlengkap dalam sejarah manusia, membuka era baru pemahaman tentang alam semesta.
[TAGS]: astronomi, teknologi, observatorium, teleskop, alam semesta, sains [SOCIAL_TWEET]: Observatorium Rubin resmi mulai rekam langit dengan kamera 3.200 MP! Proyek 10 tahun untuk petakan miliaran bintang dan galaksi 🔭 [SOCIAL_FB]: Observatorium Vera C. Rubin memulai program LSST menggunakan kamera digital terbesar di dunia. Resolusi 3.200 megapiksel mampu menangkap 37 miliar objek astronomi selama 10 tahun! [SOCIAL_TG]: 🔭 Kamera 3.200 megapiksel milik Observatorium Rubin resmi beroperasi! Proyek LSST akan memetakan keseluruhan langit malam selama dekade ke depan. [SOCIAL_THREADS]: Observatorium Rubin bukan sekadar teleskop biasa. Kameranya 3.200 MP, tangkap 20 TB data per malam, dan akan petakan 37 miliar objek astronomi!
Comments (0)