RAJA Stock Split 1:5, Jadwal dan Analisis Dampaknya

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengumumkan rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Mei 2025, aksi kor...

RAJA Stock Split 1:5, Jadwal dan Analisis Dampaknya

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengumumkan rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Mei 2025, aksi korporasi ini akan mengubah nilai nominal saham dari Rp100 menjadi Rp20 per lembar. Dengan demikian, setiap pemegang 1 saham RAJA akan menerima 5 saham baru. Langkah ini diambil emiten yang dikendalikan oleh konglomerat Happy Hapsoro itu untuk meningkatkan likuiditas perdagangan dan memperluas basis investor ritel.

Harga saham RAJA yang ditutup di level Rp1.215 pada perdagangan Jumat (16/5) dianggap sudah cukup tinggi bagi sebagian investor kecil. Setelah stock split, harga teoritis saham akan terkoreksi menjadi sekitar Rp243 per lembar, sehingga lebih terjangkau. Namun, fundamental perusahaan tidak berubah; yang berubah hanya jumlah lembar saham beredar dan harga per lembarnya.

Alasan di Balik Aksi Korporasi

Manajemen RAJA menyampaikan bahwa pemecahan saham bertujuan untuk mendongkrak volume transaksi harian yang selama ini terbilang moderat. Dengan harga yang lebih rendah, diharapkan lebih banyak pelaku pasar—terutama investor pemula—mampu membeli saham RAJA dalam lot standar 100 lembar yang kini hanya membutuhkan dana sekitar Rp24.300 per lot, dibandingkan Rp121.500 sebelum stock split.

Selain itu, peningkatan jumlah saham beredar dari sekitar 2,1 miliar lembar menjadi 10,5 miliar lembar diyakini akan mengurangi volatilitas harga yang kerap terjadi pada saham dengan harga tinggi. Likuiditas yang lebih baik juga dapat menarik minat investor institusi yang memiliki batasan minimum kepemilikan saham dalam portofolionya.

Pro dan Kontra Stock Split

Pro: Mendorong Likuiditas dan Daya Beli

Di satu sisi, pemecahan saham adalah sinyal positif bahwa manajemen percaya prospek bisnis ke depan tetap cerah. Harga yang lebih terjangkau dapat memperlebar partisipasi publik, menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih likuid, dan berpotensi menopang harga jangka menengah. Dalam banyak kasus di bursa domestik, saham yang melakukan stock split mengalami kenaikan volume signifikan pasca pelaksanaan, yang bisa berujung pada peningkatan valuasi jika diiringi kinerja fundamental yang solid.

Kontra: Tidak Mengubah Nilai Intrinsik

Di sisi lain, stock split semata tidak menambah nilai intrinsik perusahaan. Ini hanyalah rekayasa nominal; pemilik tetap memiliki proporsi kepemilikan yang sama. Jika persepsi pasar bergeser bahwa aksi ini hanya untuk menciptakan ilusi murah, sentimen bisa berbalik. Selain itu, jika lonjakan volume tidak diimbangi oleh perbaikan kinerja operasional, harga dapat kembali tertekan. Biaya administrasi pencatatan saham baru juga membebani perusahaan, meski jumlahnya relatif kecil.

Jadwal Pelaksanaan Stock Split RAJA

RAJA telah menetapkan jadwal sebagai berikut:

  • Perdagangan terakhir dengan nominal lama (cum stock split) di pasar reguler dan negosiasi: 27 Mei 2025.
  • Tanggal pencatatan (recording date) untuk penentuan pemegang saham yang berhak: 30 Mei 2025.
  • Tanggal mulai perdagangan dengan nominal baru (ex stock split): 2 Juni 2025.
  • Distribusi saham hasil pemecahan ke rekening efek: 3 Juni 2025.

Pada 2 Juni, harga pembukaan akan disesuaikan berdasarkan harga penutupan cum date dibagi lima. Seluruh proses diharapkan selesai dalam waktu dua pekan setelah persetujuan pemegang saham yang telah diraih dalam RUPS Luar Biasa pada awal Mei 2025.

Prospek Fundamental dan Rekam Jejak

PT Rukun Raharja Tbk bergerak di sektor energi, terutama transmisi dan distribusi gas bumi, serta perdagangan gas. Perusahaan mencatatkan pendapatan Rp1,89 triliun di tahun buku 2024, tumbuh 12,3% secara year-on-year. Laba bersih naik 8,7% menjadi Rp265 miliar, didorong oleh meningkatnya volume penyaluran gas ke pelanggan industri di Jawa Timur. Rasio utang berbunga terhadap ekuitas (DER) berada di angka 0,42 kali, tergolong konservatif untuk sektor infrastruktur.

Dengan harga acuan sebelum split di Rp1.215, price to earnings ratio (PER) RAJA sekitar 14,8 kali, sedikit di bawah rata-rata sektor migas yang bertengger di 16,2 kali. Setelah split, PER tidak berubah karena laba per saham juga akan dikonversi. Ini menunjukkan valuasi masih cukup atraktif, terutama jika perseroan mampu merealisasikan proyek pipa Cirebon–Semarang yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2025.

Meski demikian, investor perlu mencermati risiko capital outflow dari pasar obligasi yang dapat mendorong kenaikan imbal hasil dan menekan saham-saham berkapitalisasi menengah seperti RAJA. Selain itu, fluktuasi harga gas global dan kebijakan hilirisasi pemerintah dapat memengaruhi kontrak jangka panjang perusahaan.

Tanggapan Analis dan Sentimen Pasar

Sejumlah analis menyambut positif langkah ini sebagai upaya meningkatkan inklusi pasar modal. “Stock split RAJA bisa menjadi katalis jangka pendek, tetapi keberlanjutan kenaikan harga tetap bergantung pada eksekusi proyek dan profitabilitas,” ujar seorang analis dari lembaga riset independen. Sementara itu, data perdagangan menunjukkan akumulasi asing cukup signifikan pada pekan sebelum pengumuman, menandakan ekspektasi positif pelaku pasar global.

Dengan jadwal yang sudah ditetapkan, investor ritel kini memiliki waktu untuk mempersiapkan strategi. Apakah aksi ini akan mendongkrak saham RAJA ke level baru, atau hanya menjadi euforia sesaat? Jawabannya akan terlihat pada pergerakan harga dan volume setelah 2 Juni 2025. Yang pasti, langkah ini menjadi salah satu penggerak pertama di sektor energi pada tahun ini yang melakukan pemecahan saham, dan bisa menjadi acuan bagi emiten lain.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User