Luis Figo Jagokan Prancis di Piala Dunia 2026
Legenda Portugal Beri Dukungan untuk Les BleusSeorang ikon sepak bola dunia yang pernah meraih Ballon d'Or pada pergantian milenium secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa tim nasional Prancis be...
Legenda Portugal Beri Dukungan untuk Les Bleus
Seorang ikon sepak bola dunia yang pernah meraih Ballon d'Or pada pergantian milenium secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa tim nasional Prancis berada di jalur terbaik untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Luis Figo, mantan pemain sayap yang gemilang bersama Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan, tidak ragu menyebut Les Bleus sebagai kekuatan paling potensial di turnamen mendatang yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pernyataan ini muncul di tengah persiapan panjang menuju kompetisi empat tahunan tersebut, dan langsung menuai perhatian dari berbagai kalangan pengamat sepak bola.
Alasan di Balik Prediksi Figo
Menurut Figo, Prancis memiliki kombinasi langka antara regenerasi pemain yang mulus dan stabilitas di level teknis. "Mereka punya kedalaman skuad yang luar biasa di setiap lini. Dari kiper, bek, gelandang, hingga penyerang, Prancis bisa menurunkan dua tim berbeda yang sama kuatnya," ujar pria berusia 50-an tahun itu dalam sebuah wawancara eksklusif. Figo menyoroti keberadaan Kylian Mbappé sebagai mesin gol yang konsisten, didukung oleh gelandang-gelandang kreatif seperti Aurélien Tchouaméni dan Eduardo Camavinga, serta ketangguhan lini belakang yang diperkuat nama-nama seperti William Saliba dan Ibrahima Konaté. Ia juga menyinggung keberhasilan Prancis menembus final pada Piala Dunia 2018 dan 2022, yang dianggapnya sebagai bukti mental juara yang sudah tertanam.
Keunggulan Kolektif di Atas Individu
Lebih lanjut, Figo menekankan bahwa kekuatan Prancis bukan sekadar kumpulan bintang, melainkan sistem permainan yang matang di bawah arahan Didier Deschamps. Pelatih yang telah memimpin Les Bleus sejak 2012 itu dinilai mampu meracik taktik yang menyeimbangkan serangan dan pertahanan. "Deschamps paham betul bagaimana memenangkan turnamen. Ia tidak terjebak pada ego pemain, melainkan fokus pada misi kolektif. Inilah yang membedakan Prancis dari tim lain yang mungkin lebih bertabur bintang," imbuh peraih 127 caps bersama Portugal itu. Figo juga mengamati bahwa banyak pemain muda Prancis yang sudah merasakan atmosfer kompetisi tertinggi di level klub, sehingga tekanan Piala Dunia tidak akan menjadi beban berlebih.
Prancis di Tengah Persaingan Global
Meski menjagokan Prancis, Figo tidak menutup mata terhadap kekuatan negara lain. Ia menyebut Brasil, Argentina, dan Inggris sebagai penantang serius. Namun, menurutnya, konsistensi Prancis dalam empat edisi terakhir Piala Dunia—selalu mencapai perempat final dengan dua kali masuk final—menjadi indikator yang sulit dibantah. "Brasil selalu punya talenta, Argentina adalah juara bertahan, Inggris terus berkembang. Tapi Prancis seperti mesin yang tidak pernah mati. Mereka selalu siap bersaing di puncak," kata Figo. Ia juga menyoroti kemampuan Prancis untuk terus memunculkan pemain berkualitas dari akademi-akademi di negaranya, menjamin pasokan talenta yang tidak terputus.
Jejak Figo dan Pengalaman Pribadi
Sebagai mantan pemain yang pernah merasakan kerasnya persaingan Piala Dunia—termasuk membawa Portugal ke semifinal 2006—Figo memiliki perspektif otoritatif tentang apa yang dibutuhkan untuk menjadi juara. Ia mengaku melihat mentalitas serupa antara tim Portugal yang ia pimpin dan tim Prancis saat ini. "Kami dulu punya bintang, tapi yang membuat kami melangkah jauh adalah keyakinan bahwa kami bisa. Prancis sekarang memiliki keyakinan itu, ditambah dengan materi pemain yang mungkin lebih lengkap dari tim mana pun," kenangnya. Figo juga menyebut pengalamannya di level internasional sebagai bekal untuk menilai peta kekuatan menuju Piala Dunia 2026.
Respons dari Kubu Prancis dan Publik
Pernyataan Figo disambut positif oleh para pendukung timnas Prancis, meski di dalam negeri sendiri tekanan untuk mengulang sukses 2018 sangat tinggi. Media olahraga Prancis ramai mengutip analisis sang legenda, menjadikannya bahan diskusi tentang peta kekuatan Piala Dunia. Sementara itu, rekan-rekan Figo di dunia sepak bola memberikan pandangan beragam, dengan sebagian sepakat bahwa Prancis memiliki skuad terbaik secara keseluruhan. Namun, tantangan tetap ada: cedera pemain kunci, dinamika internal, dan kejutan dari tim-tim nonunggulan kerap mewarnai edisi-edisi sebelumnya. Figo mengingatkan bahwa keunggulan di atas kertas harus diwujudkan dalam performa di lapangan.
Menatap 2026 dengan Optimisme Terukur
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang mempertemukan 48 tim, sehingga format baru akan menambah variabel tak terduga. Bagi Figo, justru di sinilah letak kekuatan Prancis: kedalaman skuad akan menjadi kunci ketika jadwal padat dan tingkat kelelahan meningkat. "Turnamen besar selalu soal mengelola energi dan tekanan. Dengan dua pemain hebat di setiap posisi, Prancis bisa melakukan rotasi tanpa menurunkan kualitas. Faktor ini sangat krusial," ujarnya. Ia pun menutup dengan harapan agar sepak bola Eropa kembali mendominasi, namun mengakui bahwa persaingan dari Amerika Selatan dan bahkan Asia-Afrika kian ketat.
Dukungan dari sosok sekaliber Luis Figo tentu menambah bobot psikologis bagi Les Bleus. Kini, tugas Deschamps adalah menerjemahkan prediksi tersebut menjadi realitas, sembari menjaga kaki para pemain tetap membumi. Bagi pecinta sepak bola di seluruh dunia, naungan bintang lima di jersey Prancis boleh jadi akan kembali bersinar di langit Amerika Utara, dua tahun dari sekarang.
Baca juga:
Comments (0)