Raffi Ahmad Beberkan Alasan Haji Isam Hadir di IPO RANS

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per Kamis (22/6), PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (kode saham: RANS) resmi mencatatkan saham perdana di papan pengembangan. Momentum ini menjadi sorotan bukan...

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per Kamis (22/6), PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (kode saham: RANS) resmi mencatatkan saham perdana di papan pengembangan. Momentum ini menjadi sorotan bukan hanya karena perusahaan milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu akhirnya melantai, melainkan juga karena kehadiran sosok pengusaha terkemuka Haji Isam yang turut memainkan bel pencatatan.

Momen Pencatatan yang Spesial

Upacara pencatatan saham di Main Hall BEI berlangsung meriah pada pagi hari. Raffi, Nagita, dan jajaran direksi lainnya terlihat antusias. Yang menarik, H. Isam, pemilik grup usaha berbasis di Kalimantan Selatan, berdiri tepat di samping Raffi saat menekan tombol bel. Kehadiran ini sontak mengundang tanya para awak media dan pelaku pasar tentang seberapa dekat hubungan bisnis antara dua tokoh ini.

Alasan di Balik Kehadiran Haji Isam

Usai seremoni, Raffi Ahmad menjelaskan bahwa Haji Isam bukan sekadar tamu kehormatan. "Beliau adalah mentor dan sahabat yang sudah banyak memberikan pelajaran tentang membangun bisnis dari nol. Saya ingin beliau ada di momen bersejarah ini karena merupakan wujud penghormatan atas bimbingannya selama ini," ungkap Raffi. Sosok Haji Isam yang dikenal sebagai pengusaha di sektor pertambangan, perkebunan, dan properti ini disebut Raffi telah mendorongnya untuk memperkuat fundamental perusahaan sebelum masuk bursa.

"Saya ingin belajar dari pengalaman beliau bahwa bisnis itu bukan soal popularitas, tetapi keberlanjutan. Kehadiran beliau di sini mengingatkan kami untuk selalu menjaga kepercayaan investor,"
tutur Raffi menambahkan.

Detail Penawaran dan Kinerja Perdana

Berdasarkan prospektus, RANS melepas sebanyak 1,5 miliar saham atau sekitar 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO. Harga penawaran ditetapkan pada level Rp220 per saham, sehingga total dana yang dihimpun mencapai Rp330 miliar. Pasca pencatatan, kapitalisasi pasar perseroan menyentuh angka Rp2,2 triliun. Saham RANS sempat menyentuh auto-reject atas pada menit-menit awal perdagangan, mencerminkan minat tinggi investor ritel yang didominasi oleh basis penggemar setia Raffi dan Nagita. Namun, menjelang sesi kedua, harga mulai terkoreksi dan berakhir pada Rp235, masih 6,8% di atas harga IPO.

Dua Sisi Prospek RANS

Di satu sisi, RANS memiliki modal berupa basis penggemar digital yang sangat besar. Dengan lebih dari 150 juta pengikut di berbagai platform, perusahaan memiliki keunggulan dalam menarik belanja iklan dan kemitraan merek. Bisnis inti di bidang manajemen artis, produksi konten, dan lisensi kekayaan intelektual memiliki marjin yang menjanjikan di era ekonomi kreatif. RANS juga telah merambah ke sektor kuliner dan esports yang mendiversifikasi sumber pendapatan.

Di sisi lain, analis pasar modal menyoroti risiko konsentrasi talenta. Kinerja RANS sangat bergantung pada popularitas Raffi dan Nagita. Jika terjadi penurunan pengaruh atau skandal, valuasi bisa tergerus tajam. Selain itu, dari sisi fundamental laporan keuangan, pendapatan tahun buku 2022 sebesar Rp400 miliar dengan laba bersih hanya Rp28 miliar, sehingga rasio harga terhadap laba (P/E ratio) berada di sekitar 78 kali—tergolong tinggi untuk industri hiburan pada umumnya. Likuiditas saham juga berpotensi mengalami tekanan jika sentimen sesaat meredup.

"Investor perlu memperhatikan bahwa perusahaan ini memiliki karakteristik mirip dengan selebritis-endorsed brands, yang volatilitasnya cukup tinggi," ujar analis dari lembaga riset independen.

Dampak Kehadiran Investor Strategis

Keterlibatan Haji Isam dinilai dapat menjadi katalis positif. Pasar melihat ini sebagai sinyal adanya investor strategis yang siap mendukung dalam jangka panjang. Meski RANS tidak menyebutkan alokasi saham khusus untuk Haji Isam, sumber yang dekat dengan perseroan menyebutkan bahwa pengusaha tersebut telah memiliki portofolio minoritas di anak usaha RANS sebelum IPO. Ini menunjukkan adanya proses due diligence yang lebih dalam. Bagi investor ritel, hal ini menambah “confidence” terhadap kredibilitas manajemen.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User