Perry Warjiyo Mundur, Pjs Gubernur BI Tenangkan Pasar

Langkah mengejutkan datang dari pucuk pimpinan Bank Indonesia. Perry Warjiyo, yang telah menjabat sebagai Gubernur BI selama beberapa periode, secara resmi mengajukan pengunduran diri kepada Presiden....

Jul 27, 2026 - 19:33
0 5
Perry Warjiyo Mundur, Pjs Gubernur BI Tenangkan Pasar

Langkah mengejutkan datang dari pucuk pimpinan Bank Indonesia. Perry Warjiyo, yang telah menjabat sebagai Gubernur BI selama beberapa periode, secara resmi mengajukan pengunduran diri kepada Presiden. Keputusan ini sontak memicu gelombang spekulasi dan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar keuangan. Namun, Pelaksana Tugas Gubernur BI, Destry Damayanti, dengan sigap menenangkan seluruh pemangku kepentingan. Ia menyatakan bahwa situasi tetap terkendali dan bank sentral akan terus menjalankan fungsinya tanpa hambatan.

Pengumuman pengunduran diri Perry Warjiyo disampaikan melalui surat resmi yang diterima Istana pada pagi hari. Hingga berita ini diturunkan, alasan di balik keputusan tersebut belum diungkapkan secara terperinci. Beredar informasi bahwa hal ini berkaitan dengan pertimbangan pribadi, meski sejumlah kalangan menduga adanya tekanan politik atau tawaran internasional yang tak bisa ditolak. Perry Warjiyo sendiri dikenal sebagai arsitek sejumlah kebijakan moneter kunci, termasuk digitalisasi sistem pembayaran dan bauran kebijakan yang menjaga stabilitas di tengah pandemi.

Respon Spekulatif Pasar di Awal Sesi

Begitu kabar mundurnya Perry Warjiyo menyeruak, pasar keuangan langsung bergerak volatil. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terpangkas lebih dari 1,2 persen pada pembukaan, sementara nilai tukar rupiah melemah ke level Rp15.780 per dolar AS, melemah 85 poin dari penutupan hari sebelumnya. Tekanan juga terlihat pada pasar obligasi, di mana imbal hasil surat utang negara tenor 10 tahun naik ke 6,85 persen, menandakan adanya aksi jual oleh investor asing yang cenderung mengurangi eksposur di tengah ketidakpastian.

Capital outflow tercatat cukup signifikan dalam dua jam pertama perdagangan. Data dari sistem BI menunjukkan dana asing keluar bersih sekitar Rp2,4 triliun, terutama dari pasar saham dan Surat Berharga Negara. Sentimen negatif ini didorong oleh kekhawatiran bahwa transisi kepemimpinan dapat mengubah arah kebijakan moneter yang selama ini dinilai dovish namun terukur. Namun, setelah pernyataan resmi dari Destry Damayanti dirilis ke publik pada pukul 10.00 WIB, tekanan berangsur mereda. Rupiah perlahan menguat kembali ke kisaran Rp15.720 dan IHSG memangkas pelemahan menjadi hanya 0,4 persen.

Jaminan Kebijakan dari Sang Pelaksana Tugas

Destry Damayanti, yang sebelumnya menjabat Deputi Gubernur Senior BI, secara resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Gubernur. Dalam pernyataan pertamanya, ia menekankan bahwa kerangka kebijakan moneter tidak akan bergeser. “Arahan dewan gubernur tetap solid. Kami meminta seluruh pelaku pasar untuk tidak panik dan tetap merujuk pada fundamental ekonomi yang sehat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa BI akan mempertahankan stance suku bunga acuan di level 5,75 persen hingga ada kebutuhan penyesuaian yang didasari oleh data makroekonomi terkini.

Lebih lanjut, Destry menegaskan bahwa operasi moneter akan terus dilakukan secara pro-stabilitas melalui intervensi di pasar valas, moneter, serta pembelian obligasi di pasar sekunder. Bank Indonesia, katanya, memiliki cadangan devisa yang memadai, yaitu sebesar USD 144 miliar per akhir bulan lalu, yang mampu menjadi bantalan menghadapi gejolak eksternal. “Transisi ini hanya bersifat sementara dan tidak akan mengganggu pengambilan keputusan formal di Rapat Dewan Gubernur berikutnya,” tambahnya.

Fundamental Ekonomi Sebagai Jangkar Kepercayaan

Sejumlah ekonom memandang bahwa kepanikan pasar cenderung bersifat reaktif dan sesaat. Budi Faisal, Kepala Riset Makroekonomi dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI), menilai bahwa fundamental domestik masih cukup solid. “Inflasi inti tetap terjaga di bawah 2,3 persen secara tahunan, pertumbuhan kredit masih ekspansif di kisaran 9 persen, dan surplus neraca perdagangan yang berlanjut memberikan daya tahan ekstra bagi rupiah,” jelasnya.

Secara year-on-year, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,0-5,1 persen pada kuartal ini, didukung oleh konsumsi rumah tangga dan realisasi belanja pemerintah. Rasio utang terhadap PDB yang rendah, sekitar 39 persen, juga menjadi keunggulan komparatif di tengah ketidakpastian global. Meski ada risiko dari kebijakan suku bunga tinggi di negara maju, aliran masuk portofolio asing ke pasar obligasi domestik tetap positif berkat selisih imbal hasil yang atraktif dan persepsi stabilitas politik yang membaik. Data dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan investor non-residen masih memegang sekitar 14,5 persen dari total SBN yang beredar, angka yang belum banyak berubah dibandingkan akhir 2025.

Pasar modal pun perlahan menunjukkan rasionalitasnya. Valuasi IHSG yang saat itu diperdagangkan pada price-to-earnings ratio sekitar 13,8 kali—masih di bawah rata-rata historis lima tahun sebesar 15,2 kali—menarik minat pembeli domestik dan sejumlah dana asing jangka panjang. Beberapa analis berpendapat aksi jual kemarin lebih merupakan kesempatan akumulasi bagi investor yang berorientasi fundamental ketimbang sinyal pelarian modal permanen.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat dijadwalkan akan menggelar rapat konsultasi dengan pimpinan BI untuk membahas mekanisme transisi dan memastikan keberlanjutan program. Presiden, dalam cuitannya di media sosial, menyampaikan apresiasi atas pengabdian Perry Warjiyo dan memberikan mandat penuh kepada jajaran BI yang ada untuk menjaga amanah stabilitas moneter. Para pelaku pasar, yang sempat terguncang, kini mulai mencermati rilis data ekonomi selanjutnya sebagai indikator apakah kebijakan yang telah terbukti efektif akan tetap dipertahankan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User