Peron 6-8 Stasiun Bogor Kembali Layani Penumpang Mulai Hari Ini
Mulai Rabu (15/7/2026), Stasiun Bogor membuka kembali layanan di peron 6, 7, dan 8 setelah selama hampir tiga bulan dilakukan pengerjaan perpanjangan. Tiga peron sisi selatan ini sempat ditutup sejak ...
Mulai Rabu (15/7/2026), Stasiun Bogor membuka kembali layanan di peron 6, 7, dan 8 setelah selama hampir tiga bulan dilakukan pengerjaan perpanjangan. Tiga peron sisi selatan ini sempat ditutup sejak April 2026 untuk mengakomodasi pengoperasian rangkaian kereta yang lebih panjang, sejalan dengan upaya peningkatan kapasitas angkut KRL Jabodetabek di lintas Bogor–Jakarta Kota.
Rampung Lebih Cepat dari Target
Proyek yang dikerjakan sejak 8 April 2026 itu awalnya direncanakan memakan waktu hingga akhir Agustus, namun proses konstruksi berjalan lebih efisien. Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah I menjelaskan bahwa perpanjangan peron dari semula 180 meter menjadi 250 meter kini mampu menampung formasi 12 kereta sekaligus. “Kami mempercepat waktu penyelesaian dengan menambah jam kerja konstruksi pada malam hari tanpa mengganggu operasional kereta di peron lainnya,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Pekerjaan meliputi penambahan struktur beton bertulang, pemasangan kanopi baru, serta penyesuaian sistem persinyalan dan area ruang tunggu. Meski ada kenaikan volume pekerjaan di hulu, tim proyek mampu memangkas durasi lebih dari sebulan berkat metode kerja simultan di tiga peron.
Kapasitas Harian Bertambah hingga 20 Persen
Dengan beroperasinya kembali peron 6–8, Stasiun Bogor kini memiliki total 10 peron aktif yang dapat digunakan untuk naik-turun penumpang dan parkir kereta. Menurut data internal PT Kereta Commuter Indonesia, perpanjangan ini akan menambah kapasitas lintas Bogor–Jakarta Kota setidaknya 20 persen pada jam sibuk, dari sebelumnya 240.000 penumpang per hari menjadi proyeksi 290.000 penumpang. “Setiap rangkaian 12 kereta mampu mengangkut sekitar 3.200 orang, naik dari 2.400 orang pada formasi 8 kereta,” ujar VP Corporate Secretary KCI.
Penambahan ini krusial mengingat lintas Bogor merupakan tulang punggung mobilitas warga komuter dari kawasan selatan Jakarta. Headway atau jarak antar-keberangkatan diharapkan bisa dipangkas dari rata-rata 12 menit menjadi 9 menit pada jam puncak, seiring dengan bertambahnya unit kereta yang bisa dioperasikan secara bersamaan.
Rekayasa Operasi Selama Penutupan
Selama tiga bulan terakhir, peron 1–5 dan peron darurat yang disiapkan di emplasemen barat menjadi andalan untuk melayani seluruh penumpang. Hal ini sempat memicu penumpukan di area concourse selatan, terutama pada jam pulang kerja. “Kami mengakui ada ketidaknyamanan, namun rekayasa pola operasi dijalankan termasuk penjadwalan ulang beberapa perjalanan dan pengosongan peron lebih cepat,” jelas Manajer Humas Daop 1 Jakarta.
Pihak stasiun juga memindahkan beberapa rangkaian parkir ke Stasiun Cilebut dan Bojonggede untuk menjaga kelancaran manuver. Mulai hari ini, seluruh rangkaian kembali dipusatkan di Stasiun Bogor dan pola perjalanan normal diberlakukan penuh.
Respons Pengguna dan Antisipasi ke Depan
Sejumlah penumpang yang ditemui di lokasi menyambut positif pembukaan ini. “Biasanya saya naik dari peron 5 penuh sekali, sekarang lebih lega karena peron baru lebih panjang dan pintu kereta langsung sejajar,” kata Rina, pengguna KRL rute Bogor–Manggarai. Meski begitu, sebagian pengguna berharap peningkatan fasilitas juga diikuti penambahan toilet dan musala di sayap selatan stasiun yang masih minim.
VP Infrastruktur KCI menyebut bahwa peningkatan fasilitas penumpang masuk dalam rencana tahun depan, termasuk penambahan eskalator dan perluasan ruang tunggu di area baru. “Ini bagian dari modernisasi stasiun yang kami lakukan bertahap,” ujarnya.
Angka dan Proyeksi
Perpanjangan peron ini merupakan bagian dari investasi infrastruktur senilai Rp 320 miliar yang mencakup juga perbaikan jalur di segmen Bogor–Depok. Dengan panjang peron baru, Stasiun Bogor kini menjadi stasiun ujung dengan kapasitas parkir kereta terbanyak di Jabodetabek, yakni mampu menampung 18 rangkaian panjang di seluruh jalurnya. Diperkirakan pada akhir 2026, jumlah perjalanan KRL dari Bogor bisa ditingkatkan dari 264 perjalanan per hari menjadi 284 perjalanan, atau hampir satu perjalanan setiap lima menit di antara jam 06.00–09.00.
Manajemen juga mengindikasikan bahwa perpanjangan ini memungkinkan penggunaan rangkaian generasi baru yang lebih lebar di masa mendatang, sesuai dengan rencana pengadaan KRL dari produsen lokal.
Baca juga:
Comments (0)