OJK Sinyalkan Satu Bank Konvensional Beralih ke Syariah, Maybank Jadi Kandidat

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per awal 2025, industri perbankan syariah nasional mencatatkan pangsa pasar yang masih relatif kecil, yakni berkisar 7,5 persen dari total aset perbankan ...

Oct 08, 2026 - 19:38
0 0
OJK Sinyalkan Satu Bank Konvensional Beralih ke Syariah, Maybank Jadi Kandidat

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per awal 2025, industri perbankan syariah nasional mencatatkan pangsa pasar yang masih relatif kecil, yakni berkisar 7,5 persen dari total aset perbankan nasional. Angka ini menjadi latar penting atas sinyal terbaru regulator bahwa satu bank konvensional berpotensi melakukan konversi menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Nama PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) muncul sebagai kandidat terkuat yang dibicarakan di kalangan pelaku pasar.

Konversi adalah proses mengubah status badan hukum bank dari konvensional menjadi syariah, yang berarti seluruh portofolio kredit dan pendanaan harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip Islam. Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi salah satu perubahan struktur paling signifikan dalam peta perbankan syariah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Mengapa Maybank Disebut Kandidat Terkuat

Di satu sisi, Maybank Indonesia memiliki fundamental yang dinilai menunjang proses konversi. Bank ini merupakan bagian dari grup Maybank Malaysia, salah satu pemain perbankan syariah terbesar di kawasan ASEAN. Grup induknya telah memiliki pengalaman panjang mengelola entitas syariah di Malaysia, sehingga transfer pengetahuan dan tata kelola dinilai lebih mulus dibandingkan bank yang belum memiliki ekosistem syariah.

Dari sisi skala, jika Maybank Indonesia benar melakukan konversi penuh, entitas hasilnya berpotensi menjadi bank umum syariah terbesar kedua di Indonesia berdasarkan total aset, menempatkannya di bawah pemimpin pasar yang saat ini dikuasai segelintir pemain besar. Proyeksi ini didasarkan pada total aset BNII yang berada di kisaran Rp170 triliun pada periode laporan terakhir, jauh melampaui sebagian besar BUS yang ada saat ini.

Di sisi lain, sejumlah analis mengingatkan bahwa besarnya aset tidak otomatis menjamin keberhasilan konversi. Proses ini menuntut penyesuaian menyeluruh pada sistem teknologi informasi, migrasi portofolio kredit konvensional yang mengandung unsur bunga, serta restrukturisasi produk agar sesuai akad syariah. Risiko eksekusi dan potensi perlambatan pertumbuhan kredit selama masa transisi menjadi perhatian utama.

Peta Persaingan dan Respons Pasar

Industri perbankan syariah Indonesia saat ini memiliki karakter yang terkonsentrasi, di mana beberapa bank besar mendominasi aset. Kehadiran pemain baru berskala besar melalui konversi diprediksi mengubah lanskap kompetisi, terutama pada segmen pembiayaan korporasi syariah, sukuk, dan pendanaan infrastruktur berbasis syariah.

“Konversi bank besar menjadi syariah bukan sekadar persoalan legalitas, tetapi menyangkut kesiapan sumber daya manusia, produktivitas, dan kepercayaan nasabah. Jika dijalankan dengan tata kelola baik, ini bisa mengangkat pangsa pasar syariah secara signifikan,” ujar seorang pengamat perbankan yang meninjau perkembangan regulasi sektor keuangan.

Sementara itu, sentimen pasar terhadap saham BNII masih dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk likuiditas dan tren capital outflow di pasar keuangan domestik. Valuasi bank berkapitalisasi menengah ini bergerak seiring ekspektasi atas rencana strategis jangka panjang grup induk, bukan semata isu konversi.

Regulator diketahui telah membuka ruang konversi melalui kebijakan yang memberikan insentif, namun juga menetapkan persyaratan rasio kecukupan modal dan kualitas aset yang ketat. Karena itu, keputusan final sangat bergantung pada hasil uji kelayakan dan persetujuan pemegang saham.

Yang Perlu Dicermati ke Depan

Pro: konversi dapat memperluas basis nasabah, membuka akses pendanaan berbasis syariah yang lebih murah melalui sukuk, dan memperkuat posisi grup di sektor keuangan Islam regional. Dengan pangsa pasar syariah yang masih di bawah 8 persen, ruang pertumbuhan masih lebar.

Kontra: proses konversi membutuhkan waktu, biaya investasi teknologi, serta berpotensi menekan laba jangka pendek akibat biaya transisi dan penyesuaian portofolio. Selain itu, perpindahan nasabah dari segmen konvensional bisa tergerus jika eksekusi tidak mulus.

Secara fundamental, prospek perbankan syariah nasional masih ditopang pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan pembiayaan halal yang meningkat. Namun, investor disarankan mencermati laporan kinerja kuartalan, rasio pembiayaan bermasalah, serta kepastian waktu pelaksanaan konversi sebelum menarik kesimpulan atas tren jangka panjang. Kejelasan komunikasi manajemen menjadi kunci untuk menjaga sentimen pasar tetap stabil selama proses berlangsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User