Nagita Slavina Terharu RANS Resmi Catatkan Saham di BEI

PT RANS Entertainment Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, menandai babak baru bagi perusahaan hiburan yang didirikan oleh pasangan Raffi Ahmad dan Nagit...

Nagita Slavina Terharu RANS Resmi Catatkan Saham di BEI

PT RANS Entertainment Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, menandai babak baru bagi perusahaan hiburan yang didirikan oleh pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Prosesi pencatatan berlangsung khidmat di Main Hall BEI, dihadiri jajaran direksi, komisaris, serta keluarga besar RANS. Dengan kode saham RANS, perusahaan menjadi emiten ke-42 yang melantai pada tahun 2026, membawa angin segar bagi industri konten digital dan hiburan Tanah Air.

Perjalanan dari Kanal YouTube hingga Lantai Bursa

Berawal dari kanal YouTube yang dibangun pada 2015, RANS Entertainment tumbuh menjadi ekosistem bisnis multiplatform yang mencakup manajemen artis, produksi konten, lisensi kekayaan intelektual, serta lini produk barang konsumsi. Selama satu dekade terakhir, perusahaan secara konsisten mencatatkan pertumbuhan pendapatan rata-rata 28% per tahun, didorong oleh basis pengikut digital gabungan lebih dari 100 juta akun di berbagai platform. IPO ini menjadi salah satu yang paling dinantikan karena merupakan yang pertama dari perusahaan yang sepenuhnya dibangun dari ekonomi kreator di Indonesia.

Raffi Ahmad, dalam kapasitasnya sebagai Komisaris Utama, menyatakan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen jangka panjang untuk mentransformasikan RANS dari bisnis keluarga menjadi perusahaan terbuka yang profesional. “Kami ingin RANS tidak hanya menjadi milik kami berdua, tapi juga milik masyarakat yang telah mendukung perjalanan kami,” ujarnya usai seremoni.

Sambutan Haru Nagita Slavina: Titik Balik Emosional

Momen paling menyentuh terjadi saat Direktur Utama, Nagita Slavina, menyampaikan sambutannya. Di hadapan para pemegang saham pendiri dan calon investor, Nagita tak kuasa menahan air mata. “Ini bukan sekadar tentang angka atau valuasi. Ini tentang mimpi kecil yang dulu hanya kami bicarakan di meja makan, dan kini menjadi kenyataan yang bisa dinikmati banyak orang,” katanya dengan suara bergetar. Ia mengaku terharu karena perjalanan panjang—yang kerap diwarnai ketidakpastian—akhirnya membawa RANS berdiri sejajar dengan perusahaan-perusahaan besar lain di bursa.

Dalam sambutannya, Nagita menyebut bahwa IPO ini menghimpun dana sebesar Rp1,2 triliun dengan melepas 15% saham ke publik pada harga penawaran Rp350 per saham. Minat investor tercatat sangat tinggi, dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali dari porsi pooling. Dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi lini bisnis baru, termasuk platform OTT (over-the-top) konten keluarga, akuisisi studio animasi, serta pengembangan taman hiburan bertema RANS di kawasan Puncak, Bogor.

Kinerja Keuangan dan Prospek Pasar

Mengutip prospektus, RANS membukukan pendapatan bersih sebesar Rp680 miliar pada 2025, naik 32% secara year-on-year. Laba bersih mencapai Rp145 miliar, dengan margin laba bersih 21,3%. Sumber pendapatan terbesar berasal dari iklan digital (45%), disusul endorsement dan manajemen talenta (30%), serta lisensi dan royalti (25%). Valuasi pada harga IPO mencerminkan price-to-earnings ratio sekitar 18 kali, yang menurut analis masih relatif moderat dibandingkan perusahaan sejenis di kawasan Asia Tenggara.

Meski demikian, sejumlah pengamat mengingatkan risiko ketergantungan pada figur pendiri. “Di satu sisi, personal branding Raffi dan Nagita adalah aset terkuat. Di sisi lain, jika terjadi penurunan popularitas, fundamental bisnis ikut tertekan,” jelas seorang analis dari lembaga riset independen. Manajemen menyadari hal ini, dan berencana memperkuat tim manajemen profesional serta memperbanyak konten berbasis karakter animasi untuk mengurangi risiko tersebut.

Pada perdagangan perdana, saham RANS langsung melonjak 22% ke level Rp427, mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek perusahaan. Total nilai transaksi hari ini tercatat menembus Rp480 miliar, menjadikannya salah satu saham paling aktif. Dengan pencatatan ini, total kapitalisasi pasar RANS mencapai sekitar Rp8 triliun.

Komitmen terhadap Tata Kelola dan Dampak Industri

Kehadiran RANS di bursa sekaligus menjadi uji coba bagi industri kreator konten untuk meraih pendanaan publik. Langkah ini diharapkan mendorong lebih banyak perusahaan berbasis kreator untuk melantai, dengan standar tata kelola yang baik. RANS sendiri telah menunjuk komisaris independen dengan latar belakang perbankan dan hukum untuk memastikan transparansi. “Kami ingin menjadi contoh bahwa bisnis konten bisa dikelola secara profesional dan akuntabel,” pungkas Nagita.

Seluruh dana yang terhimpun akan diaudit penggunaannya secara berkala dan dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan. Dalam roadmap tiga tahun ke depan, RANS menargetkan pendapatan menembus Rp1,5 triliun pada 2028, dengan kontribusi pendapatan luar negeri minimal 10%. Ekspansi ke pasar Malaysia dan Filipina menjadi prioritas, memanfaatkan tingginya minat konten berbahasa Melayu-Indonesia.

Dengan resminya RANS sebagai emiten, satu babak baru dimulai. Bukan sekadar kisah sukses pasangan selebritas, namun juga pembuktian bahwa industri kreatif Indonesia memiliki nilai ekonomi yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User