Menkop Ferry Juliantono: 15.845 Koperasi Desa Merah Putih Tuntas Dibangun

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengumumkan bahwa pembangunan 15.845 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) telah rampung secara fisik di se

Menkop Ferry Juliantono: 15.845 Koperasi Desa Merah Putih Tuntas Dibangun

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengumumkan bahwa pembangunan 15.845 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) telah rampung secara fisik di seluruh Indonesia. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Ferry di Jakarta pada 12 Juli 2026, menandai selesainya target ambisius pemerintah untuk menghadirkan koperasi di setiap desa dan kelurahan.

"Alhamdulillah, per hari ini saya laporkan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan seluruh rakyat Indonesia bahwa pembangunan 15.845 Koperasi Desa Merah Putih sudah tuntas 100 persen. Ini adalah tonggak sejarah bagi ekonomi kerakyatan kita," ujar Ferry dengan penuh semangat.

Pencapaian Monumental bagi Ekonomi Kerakyatan

Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu turunan dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang ingin memperkuat fundasi ekonomi dari tingkat paling bawah. Dengan selesainya pembangunan fisik ini, pemerintah mengklaim telah berhasil mencakup seluruh 38 provinsi, mulai dari Sabang hingga Merauke. Masing-masing KDMP dilengkapi dengan infrastruktur dasar seperti gedung pertemuan, gudang penyimpanan hasil tani, serta unit layanan keuangan mikro.

Ferry menambahkan bahwa pembangunan sejumlah unit di wilayah terpencil seperti Papua Pegunungan dan Nusa Tenggara Timur sempat menghadapi tantangan logistik. Namun, berkat koordinasi lintas kementerian dan penggunaan dana desa, proyek ini bisa dikebut dalam waktu kurang dari dua tahun.

Kronologi Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

  1. Pertengahan 2024: Presiden Prabowo Subianto mencanangkan program strategis koperasi desa sebagai bagian dari visi kemandirian ekonomi. Kementerian Koperasi bersama Bappenas mulai merancang cetak biru KDMP.
  2. Awal 2025: Target ditetapkan: 15.845 unit sesuai dengan jumlah desa dan kelurahan yang ada di Indonesia saat itu. Anggaran besar digelontorkan melalui APBN dan sinergi dengan pemerintah daerah.
  3. Maret 2025 – Juni 2026: Proses pembangunan fisik dimulai secara bertahap di tiap provinsi. Pengadaan lahan, konstruksi gedung, hingga pelatihan calon pengurus koperasi dilakukan serentak.
  4. 12 Juli 2026: Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengumumkan bahwa pembangunan 15.845 KDMP selesai tepat waktu, sekaligus melaporkan kepada Presiden bahwa sebagian koperasi telah memulai kegiatan simpan pinjam dan pemasaran produk unggulan desa.

Distribusi dan Potensi Ekonomi

Dari total tersebut, distribusi geografis menunjukkan bahwa Pulau Jawa menampung sekitar 6.200 unit, Sumatera 4.500 unit, dan wilayah Indonesia timur serta tengah lainnya mencapai 5.145 unit. Konsentrasi tinggi di Jawa dan Sumatera diharapkan menjadi motor percepatan, sementara di wilayah timur menjadi katalis pemerataan ekonomi.

Secara keseluruhan, program ini diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 1,5 juta tenaga kerja langsung di tingkat desa, baik sebagai pengurus koperasi maupun sebagai pelaku usaha yang terhubung dengan KDMP. Sektor pertanian, perikanan, dan kerajinan lokal menjadi fokus utama yang akan dikonsolidasikan melalui koperasi.

Dampak dan Harapan Para Ahli

Ekonom kerakyatan dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Haryo Kuncoro, menilai langkah ini sebagai intervensi negara yang tepat sasaran. "Jika dikelola dengan tata kelola yang baik, KDMP dapat memperpendek rantai pasok, memberi kepastian harga, dan memperbesar nilai tambah produk desa. Ini bukan sekadar bangunan, tapi ekosistem ekonomi baru," katanya saat dihubungi terpisah.

Ia menekankan bahwa akses permodalan mikro yang disediakan koperasi dapat memutus jerat rentenir yang selama ini membelit petani dan pelaku UMKM desa. Dengan platform digital yang rencananya segera diintegrasikan, koperasi juga berpotensi menghubungkan produk desa langsung ke pasar nasional, bahkan ekspor.

Tantangan dan Langkah Selanjutnya

Meski pembangunan fisik tuntas, pekerjaan rumah masih menggunung. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengurus koperasi menjadi isu krusial. Sejumlah pengamat mencatat bahwa sekitar 30 persen pengurus koperasi di daerah tertinggal belum memiliki literasi keuangan yang memadai. Kementerian pun telah menyiapkan program pelatihan berjenjang selama 12 bulan ke depan.

Ferry Juliantono mengakui tantangan itu dan menegaskan akan mempercepat digitalisasi KDMP. "Kami targetkan dalam enam bulan, seluruh koperasi sudah terhubung dengan aplikasi Koperasi Digital Nasional, sehingga transparansi dan efisiensi bisa terpantau secara real-time," ujarnya.

Pemerintah juga akan menggandeng Bank Himbara dan fintech lokal untuk menyediakan modal kerja bergulir dengan bunga rendah. Dengan demikian, diharapkan pada akhir 2027 seluruh KDMP sudah dapat beroperasi secara mandiri dan menjadi tulang punggung ekonomi desa.

[SOCIAL_TWEET]: Menteri Koperasi Ferry Juliantono resmi mengumumkan 15.845 Koperasi Desa Merah Putih tuntas dibangun! Hadir di setiap desa untuk perkuat ekonomi rakyat dari bawah. #KoperasiMerahPutih #EkonomiDesa #FerryJuliantono[SOCIAL_TG]: 🏪 Menteri Koperasi Ferry Juliantono umumkan 15.845 Koperasi Desa Merah Putih rampung. Dari Sabang sampai Merauke, kini tiap desa punya koperasi sendiri. Dorong ekonomi kerakyatan!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User