Oct 15, 2026
Bisnis

Membedah Strategi Bisnis CT di Kalangan Mahasiswa Lampung

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM per akhir 2023, rasio kewirausahaan Indonesia baru menyentuh angka 3,47% dari total populasi, masih tertinggal jauh dari ambang batas ideal 4% yang biasa ...

Membedah Strategi Bisnis CT di Kalangan Mahasiswa Lampung

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM per akhir 2023, rasio kewirausahaan Indonesia baru menyentuh angka 3,47% dari total populasi, masih tertinggal jauh dari ambang batas ideal 4% yang biasa disyaratkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Di tengah tantangan tersebut, sejumlah tokoh nasional terus mendorong percepatan tumbuhnya wirausaha baru, salah satunya melalui kegiatan pendampingan langsung kepada mahasiswa yang tengah merintis usaha di daerah. Kegiatan semacam ini menjadi penting karena generasi muda merupakan penyumbang terbesar kebutuhan lapangan kerja baru setiap tahunnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Chairul Tanjung, menjadi salah satu nama yang aktif turun langsung memberikan pembekalan kepada kalangan muda, termasuk sejumlah mahasiswa pengusaha di Lampung. Dalam sesi tersebut, ia membagikan kiat praktis dan pengalaman empiris membangun kerajaan bisnis dari nol. Pendekatan ini sejalan dengan tren pembinaan kewirausahaan kampus yang semakin masif pasca pandemi, ketika banyak lulusan baru menghadapi tekanan untuk menciptakan pekerjaan sendiri alih-alih bergantung pada lowongan kerja formal yang terbatas.

Di Satu Sisi: Dorongan Sektor Riil dan Penciptaan Lapangan Kerja

Dari kacamata makro, keterlibatan tokoh bisnis senior dalam pembinaan wirausaha muda menyuntikkan sentimen positif bagi iklim usaha di daerah. Menurut proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Lampung sepanjang 2023 tercatat sekitar 4,8% year-on-year, berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 5,05%. Konsumsi rumah tangga masih mendominasi struktur PDRB provinsi tersebut, sehingga penciptaan unit usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja lokal menjadi pilar fundamental untuk menjaga daya beli masyarakat. Kehadiran pembinaan langsung diyakini mempercepat transfer pengetahuan praktis, mulai dari manajemen arus kas (cash flow) hingga strategi penetapan harga yang kompetitif di pasar digital.

Selain itu, kegiatan ini berpotensi memperkuat ekosistem kewirausahaan kampus. Riset internal beberapa perguruan tinggi menunjukkan bahwa mahasiswa yang mendapat pelatihan langsung dari praktisi memiliki tingkat kelangsungan usaha (business survival rate) lebih tinggi pada dua tahun pertama dibandingkan yang hanya menerima teori kelas. Efek multiplikatornya pun tidak main-main: setiap unit usaha baru yang bertahan akan menciptakan efek berantai pada pemasok bahan baku, jasa logistik, dan sektor pendukung lain di sekitarnya.

Di Sisi Lain: Tantangan Struktural dan Akses Pembiayaan

Namun, berbagai kalangan mengingatkan bahwa pendampingan tidak cukup jika tidak disertai perbaikan akses likuiditas bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2023 menunjukkan rasio kredit UMKM terhadap total kredit perbankan masih berkisar 19,4%, jauh di bawah target pemerintah sebesar 30%. Artinya, meski mahasiswa mengantongi ilmu dan kepercayaan diri, tantangan permodalan tetap menjadi tembok tebal yang sulit ditembus. Banyak wirausaha muda masih mengandalkan sumber dana informal atau platform pinjaman digital dengan bunga relatif tinggi, yang justru menekan margin keuntungan awal.

Di sisi lain, ada pula risiko bahwa kegiatan pembinaan yang bersifat inspiratif berhenti pada tataran motivasi tanpa diikuti kurikulum yang terukur. Beberapa pengamat pendidikan menilai bahwa keberhasilan program pembinaan perlu diukur dari jumlah usaha yang akhirnya berbadan hukum, memiliki nomor induk berusaha (NIB), serta mampu naik kelas dari informal ke formal. Tanpa instrumen monitoring yang jelas, dampak kegiatan semacam ini cenderung sulit dievaluasi secara sistematis dari waktu ke waktu.

"Kewirausahaan tidak bisa tumbuh hanya dari ruang kelas. Perlu mitigasi risiko, pendampingan hukum, dan akses pembiayaan yang menyeluruh agar usaha rintisan mahasiswa mampu melewati fase kritis lima tahun pertama," ujar seorang pengamat ekonomi daerah.

Fundamental Ekonomi dan Sentimen Pasar

Jika dilihat dari kacamata fundamental, jumlah wirausaha muda yang bertambah berpotensi memperkuat struktur ekonomi regional dalam jangka menengah. Inflasi inti yang relatif terkendali di kisaran 1,8% year-on-year per akhir 2023 memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk merencanakan ekspansi tanpa terlalu terbebani lonjakan biaya input. Sementara itu, sentimen pasar terhadap sektor UMKM juga dipengaruhi oleh stabilitas nilai tukar dan arus modal keluar (capital outflow) yang sempat menekan pasar keuangan domestik pada periode yang sama.

Pro: pembinaan langsung dari praktisi mampu mempercepat kurva pembelajaran mahasiswa, memperkuat jejaring bisnis, dan mendorong penciptaan lapangan kerja lokal. Kontra: tanpa perbaikan akses kredit, pendampingan administratif, dan pengukuran dampak yang jelas, program semacam ini berisiko hanya menghasilkan euforia sesaat tanpa perubahan struktural nyata. Pada akhirnya, keberhasilan tidak ditentukan oleh besarnya acara, melainkan oleh jumlah usaha rintisan mahasiswa yang mampu bertahan, berkembang, dan berkontribusi terhadap produk domestik regional bruto Lampung dalam beberapa tahun ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User