Oct 09, 2026
Bisnis

Mandiri Salurkan 3.360 Paket Makanan bagi Pekerja Rentan

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan per Agustus 2023, sekitar 60 persen dari total angkatan kerja Indonesia atau setara 84 juta orang bekerja di sektor informal. Kelompok ini mencakup pekerja...

Mandiri Salurkan 3.360 Paket Makanan bagi Pekerja Rentan

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan per Agustus 2023, sekitar 60 persen dari total angkatan kerja Indonesia atau setara 84 juta orang bekerja di sektor informal. Kelompok ini mencakup pekerja harian, pedagang kaki lima, hingga pengemudi ojek daring yang tidak memiliki jaminan sosial memadai. Di tengah tekanan inflasi pangan yang masih berfluktuasi, kalangan pekerja rentan menjadi kelompok paling terpapar gejolak ekonomi harian. Dalam konteks itu, berbagai inisiatif korporasi untuk meringankan beban mereka menjadi sorotan tersendiri.

Langkah Nyata di 12 Titik Wilayah

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melalui program Livin' Berbagi menggelar aksi sosial berupa pembagian paket makanan dan minuman bagi pekerja rentan di 12 titik wilayah Indonesia. Setiap lokasi menerima alokasi 280 paket, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 3.360 paket. Program ini bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun perusahaan yang ke-28. Sasaran penerima meliputi pemulung, pengemudi angkutan umum, pedagang asongan, serta pekerja harian lepas lain yang pendapatannya sangat bergantung pada aktivitas harian di ruang publik.

Dari sisi ekonomi, bantuan pangan langsung memang memiliki multiplier effect terbatas terhadap produk domestik bruto. Nilai paket yang diperkirakan berkisar Rp25.000 hingga Rp50.000 per unit hanya menyumbang belanja konsumsi rumah tangga dalam skala kecil. Meski demikian, bagi rumah tangga dengan pengeluaran pangan di atas 50 persen dari total belanja bulanan, intervensi semacam ini berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan jangka pendek. Rasio pengeluaran pangan yang tinggi adalah ciri klasik kelompok berpendapatan rendah di negara berkembang.

Dua Sisi Program Tanggung Jawab Sosial

Pro: Inisiatif ini memperkuat komitmen emiten berkode BMRI tersebut pada aspek environmental, social, and governance (ESG). Dalam beberapa tahun terakhir, investor institusi global semakin menaruh bobot besar pada skor ESG sebagai bagian dari fundamental penilaian. Aksi sosial yang menyasar langsung kelompok rentan dapat memperbaiki profil sosial perusahaan, yang pada akhirnya berpotensi menurunkan premi risiko dan memperluas basis investor jangka panjang. Selain itu, keterlibatan aplikasi super Livin' menunjukkan sinergi antara layanan digital dan program sosial, sekaligus memperkuat sentimen pasar terhadap ekosistem digital perseroan.

"Tanggung jawab sosial bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan bagian dari strategi keberlanjutan bisnis jangka panjang," ujar seorang pengamat kebijakan fiskal, seraya menambahkan bahwa program seperti ini perlu diukur dampaknya secara berkala.

Kontra: Di sisi lain, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa bantuan bersifat karitatif tidak menyelesaikan akar masalah struktural. Tanpa perbaikan akses jaminan sosial, pelatihan keterampilan, dan formalisasi sektor informal, dampaknya hanya bersifat sementara. Program bantuan pangan sekali setahun tidak mampu mengubah tren kemiskinan secara signifikan. Kritik lain menyoroti kecenderungan korporasi memanfaatkan momen ulang tahun untuk memperkuat citra, sementara anggaran sosial yang dialokasikan relatif kecil dibandingkan laba bersih perseroan. Efektivitas program pun sulit diukur tanpa indikator keberlanjutan yang jelas.

Proyeksi dan Konteks Makro

Bank Indonesia mencatat inflasi pangan bergejolak (volatile food) masih menjadi penyumbang utama gejolak harga dalam beberapa periode terakhir. Kondisi ini membuat daya beli kelompok bawah semakin tertekan, terutama saat harga beras, cabai, dan telur mengalami kenaikan year-on-year. Dalam kerangka itu, bantuan langsung memiliki peran kontra-siklus yang terbatas namun nyata bagi rumah tangga rentan.

Dari kacamata pasar, aksi sosial biasanya tidak berdampak langsung pada valuasi saham. Namun, penguatan skor ESG dapat memengaruhi keputusan portofolio investor asing, yang selama ini menjadi penopang likuiditas di pasar modal Indonesia. Apabila terjadi capital outflow akibat sentimen global, faktor fundamental dan tata kelola menjadi bantalan penting. Karena itu, program keberlanjutan yang konsisten dapat memperkuat persepsi risiko emiten di mata investor.

Ke depan, proyeksi kebutuhan pembiayaan sosial di Indonesia masih besar. Pemerintah memerlukan kolaborasi dengan sektor swasta untuk menutup celah perlindungan sosial yang belum menjangkau seluruh pekerja informal. Program semacam Livin' Berbagi dapat menjadi pelengkap, tetapi bukan pengganti kebijakan struktural. Tanpa sinkronisasi antara program korporasi dan program negara, dampaknya akan tersebar dan sulit diukur. Dengan demikian, publik berhak menilai apakah inisiatif ini sekadar seremoni tahunan atau bagian dari strategi pemberdayaan yang berkelanjutan. Yang jelas, di tengah tekanan ekonomi, setiap paket makanan tetap bermakna bagi mereka yang paling rentan terhadap gejolak harga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User