Oct 09, 2026
Bisnis

LPS Bagikan Strategi Ketangguhan Finansial kepada Generasi Muda Lampung

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per kuartal terakhir, tingkat simpanan masyarakat di perbankan nasional terus menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan year-on-year mencapai 8,4 per...

LPS Bagikan Strategi Ketangguhan Finansial kepada Generasi Muda Lampung

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per kuartal terakhir, tingkat simpanan masyarakat di perbankan nasional terus menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan year-on-year mencapai 8,4 persen. Angka ini menjadi indikator penting bahwa likuiditas sektor keuangan tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Namun, di balik capaian makro tersebut, tantangan fundamental masih membayangi, terutama yang berkaitan dengan literasi keuangan generasi muda di daerah.

Dalam sebuah forum keuangan yang digelar di Lampung, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya ketangguhan, pembelajaran berkelanjutan, dan etos kerja bagi anak muda. Forum ini menjadi ruang dialog antara regulator dan generasi milenial serta Gen Z yang tengah memasuki fase produktif secara finansial.

Ketangguhan sebagai Fondasi Fundamental Ekonomi Personal

Anggito menekankan bahwa ketangguhan bukan sekadar konsep abstrak, melainkan variabel nyata yang memengaruhi stabilitas keuangan individu. Dalam konteks ekonomi, ketangguhan merujuk pada kemampuan seseorang atau institusi untuk bertahan dan pulih dari guncangan eksternal, baik berupa krisis pasar maupun tekanan inflasi.

"Di satu sisi, kita melihat indeks literasi keuangan nasional yang baru mencapai 65,4 persen berdasarkan survei OJK. Di sisi lain, kelompok usia muda justru menjadi segmen paling rentan terhadap godaan investasi spekulatif dan skema keuangan ilegal," ujar Anggito dalam paparannya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa kerugian masyarakat akibat investasi bodong sepanjang tahun berjalan mencapai nilai yang signifikan, dengan mayoritas korban berada di rentang usia 20 hingga 35 tahun. Kondisi ini mencerminkan adanya gap antara ekspektasi imbal hasil tinggi dan pemahaman risiko yang memadai.

"Ketangguhan finansial tidak dibangun dalam semalam. Ia adalah hasil akumulasi pembelajaran, disiplin, dan kemampuan membaca sentimen pasar secara rasional," tegas Anggito.

Pembelajaran Berkelanjutan dan Literasi Risiko

Dalam perspektif ekonomi, pembelajaran berkelanjutan berkaitan erat dengan konsep human capital yang menjadi salah satu pilar pertumbuhan jangka panjang. Anggito menyoroti bahwa generasi muda perlu memahami perbedaan antara valuasi aset yang wajar dan euforia pasar yang berlebihan.

LPS sendiri memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan melalui program penjaminan simpanan. Hingga periode terbaru, tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS berada di kisaran 4,25 persen untuk bank umum, sebuah acuan yang penting bagi nasabah dalam menilai ekspektasi imbal hasil yang realistis.

Pro: pemahaman risiko yang baik akan mendorong alokasi portofolio yang lebih sehat dan mengurangi capital outflow ke instrumen ilegal. Kontra: tanpa pendampingan yang memadai, edukasi risiko justru bisa menurunkan minat investasi generasi muda yang masih dalam tahap awal pembentukan modal.

Oleh karena itu, Anggito mendorong pendekatan yang seimbang, di mana edukasi tidak hanya menekankan bahaya, tetapi juga peluang yang terukur.

Kerja Keras dan Proyeksi Masa Depan Ekonomi Daerah

Dari sisi makro, pertumbuhan ekonomi Lampung pada tahun pembanding tercatat berada di kisaran 4,8 persen, sedikit di bawah rata-rata nasional. Sektor pertanian dan perdagangan masih mendominasi struktur ekonomi daerah, sementara sektor jasa keuangan tumbuh relatif moderat.

Anggito menilai bahwa kerja keras saja tidak cukup tanpa arah yang jelas. Ia menekankan pentingnya kombinasi antara disiplin finansial, kemampuan adaptasi terhadap tren digital, dan keberanian mengambil keputusan berbasis data.

"Rasio tabungan terhadap pendapatan adalah cermin kedewasaan finansial. Semakin dini kebiasaan ini dibangun, semakin besar akumulasi aset di masa depan," jelasnya.

Dalam konteks proyeksi, LPS memperkirakan stabilitas sistem keuangan akan tetap terjaga dengan catatan tidak ada guncangan eksternal yang signifikan. Namun, sentimen pasar global, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, tetap menjadi faktor yang perlu dicermati.

Pada akhirnya, pesan yang disampaikan Anggito kepada generasi muda Lampung mencerminkan prinsip dasar ekonomi: bahwa keberlanjutan finansial lahir dari kombinasi antara pengetahuan, kesabaran, dan kerja keras. Tanpa ketiganya, capaian ekonomi yang bersifat sementara akan sulit bertransformasi menjadi kesejahteraan yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User